RSS

Arsip Tag: Israel

Siapa Ingin ??

Dunia facebook memang selalu menarik untuk dijelajahi… saya menyebutnya “dunia eksplorasi” tanpa batas. Bagaimana tidak?

Anda dengan mudahnya membuat grup, menarik sekumpulan orang untuk bergabung dan menyuarakan sesuatu yang bahkan tabu untuk dibahas di warung kopi.
Anda-pun dengan mudahnya melihat “isi kepala” orang lain.
Yang berbeda pendapat, yang bersebrangan cara pandang, bahkan isi kepala lawan politik!
Semua dapat dijelajahi dengan “mudah dan murah”.

Tetapi untuk grup yang satu ini, saya berharap Anda tidak ragu-ragu menjawab TIDAK untuk ajakannya bergabung.

Bergabung??!!

 

the rule

Kita punya pandangan yang jelas. Falsafah kita mengajarkan kesadaran agar kita menghormati sesama manusia. Tidak ada ras yang lebih tinggi. Karena semua manusia keturunan Adam. Dan dengan dasar inilah kita menolak ajakan persahabatan suatu bangsa (atau bahkan kelompok) yang menganggap dirinya lebih tinggi dari bangsa lain (atau kelompok lain!).

Tetapi saya tetap akan menghargai, seandainya Anda memilih menjadi seorang “pendukung Israel”.
Masalahnya….. hmm, siapakah yang mau terang-terangan menjadi penyokong Israel di negeri ini??

Iklan
 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Februari 2011 in Cerita Miring

 

Tag:

N D A B L E G

Apa sih bedanya teguh pendirian dan ndableg??

Dalam sejarah kita, Bung Tomo dan Jendral Sudirman yang kukuh pantang menyerah melawan Agresi Belanda kita katakan orang yang teguh pendirian. Tapi jaksa dan kepolisian yang kukuh memperkarakan kembali Bibit dan Chandra kita sebut ndableg.

Soekarno yang berkata go to hell with your aids kepada negara-negara barat disebut teguh pendirian. Soeharto yang setiap 5 tahun berkata welcome with your cash kepada para investor kita sebut ndableg. Padahal keduanya katanya sama-sama ingin memajukan Indonesia?

Corrie dan semua relawan yang berkali-kali menyabung nyawa membawa bantuan kemanusiaan ke Palestina layak disebut teguh pendirian. Tetapi Israel dan Amerika yang berkali-kali mengabaikan resolusi PBB dan menyingkirkan pertimbangan kemanusiaan pantas kalau disebut ndableg.

Para bonek yang (selalu) menumpang kereta api tanpa bayar disebut ndableg. Sementara para demonstran yang memaksa orasi walau sudah dilarang disebut teguh pendirian.

Apakah anggota DPR yang terhormat dan kukuh memperjuangkan anggaran “dana aspirasi 15 Miliar” untuk membangun wilayah konstituen yang telah mengantarnya ke Senayan bisa disebut teguh pendirian??

Bukan. Mohon maaf, itu bukan sikap teguh pendirian. Menurut saya itulah yang disebut ndableg!!

Tetapi, jangan-jangan makna ndableg itu sekarang sama dengan teguh pendirian?

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 8 Juni 2010 in Cerita Miring

 

Tag: , , , ,

KEPALA GATAL, KAKI DIGARUK

Buruk muka cermin dibelah

Kepala gatal, kaki pula yang digaruk

Para cerdik pandai dahulu dengan piawai menggambarkan situasi apapun dengan kata-kata singkat yang penuh makna dan isi. Itulah saat budaya Melayu berkibar cerah. Gajah Mada di timur dan selatan, Hang Tuah di barat dan utara. Tetapi saat ini saya tidak sedang membicarakan Gajah Mada atau Hang Tuah. Saya hanya ingin membicarakan kerancuan dalam pikiran.

Masih terbayang jelas sebuah iklan dari kepolisian beberapa tahun yang lalu. Iklan tentang seorang ibu yang berdiri di balik teralis rumahnya sendiri yang berpagar rapat. Tulisan di bawahnya berbunyi : “Bukan Anda yang seharusnya berada di balik terali.”

Salut untuk kepolisian. Iklan itu benar secara substansial. Tidak seharusnya kita terpenjara di rumah kita sendiri. Para penjahatlah yang harus berada di balik terali. Artinya, rumah dan lingkungan kita harus aman. Hingga berjalan-jalanpun menjadi nyaman. Kewajiban polisi menangkap pelaku kriminal dan menciptakan rasa aman. Hak warga negara mendapatkan rasa aman itu.

Tetapi tidak semua orang berpikir “normal dan wajar”. Ada sebagian orang yang berpikir rancu. Bagi mereka nampaknya segala sesuatu seperti terbalik. Daripada was-was disantroni perampok, maka lebih baik memasang terali di setiap jendela dan pintu rumah. Lengkap dengan pagar tinggi berjeruji. Alih-alih membangun dan membina masyarakat agar tidak bertindak kriminal, tentu lebih mudah memasang alarm atau membayar satpam berpatroli.

Itulah mereka yang terkena syndrom kepala gatal, kaki digaruk!!

Beberapa waktu yang lalu sejumlah relawan internasional berusaha menembus blokade Israel menuju Gaza, dan akhirnya ditembaki. Read the rest of this entry »

 
19 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Juni 2010 in Opini

 

Tag: ,