RSS

29 January, 60 tahun yang lalu

Entah mengapa pada tanggal 29 January aku teringat pada sesosok Pahlawan Paling Terhormat di Negeri ini : Panglima Besar Jendral Soedirman. Apakah karena masa kecilku kulalui di komplek Polisi Militer di wilayah Bogor yang mempunyai tugu dan monumen besar ber-merk Ksatriyan Soedirman?

Aku teringat kisah bapakku (almarhum) yang telah berkarir di militer sejak zaman pendudukan Jepang. Bagaimana sosok  Soedirman benar-benar menjadi figur paling dihormati dalam sejarah militer negeri ini. Bahkan bapak-pun menceritakan beberapa kisah di belakang layar dalam ruang lingkup sejarah kemiliteran.

Di awal kemerdekaan, saat Presiden Soekarno hendak mengangkat seorang Panglima Angkatan Perang, beliau mengalami suatu dilemma yakni tentang siapa yang pantas menduduki kursi terhormat itu! Pilihan saat itu hanya ada satu : Jendral Oerip Soumohardjo. Tetapi Soekarno tidak menghendaki hal ini. Alasannya sederhana : Oerip Soemohardjo mengawali karir kemiliteran sebagai seorang tentara KNIL –  tentara bentukan Belanda.

Maka, Soekarno membuat keputusan yang paling aneh (bahkan hingga saat ini – menurut saya – sulit dimengerti!) yakni mengangkat Soeprijadi sebagai Panglima Angkatan Perang dan Oerip Soemahardjo sebagai wakilnya. Aneh, karena Soeprijadi adalah mantan Komandan PETA yang memberontak kepada Jepang di Blitar – dan tidak pernah diketahui lagi nasibnya. Seorang yang tidak ada (!) diangkat sebagai Panglima??.

Oerip Soemohardjo

Panglima Besar Soedirman

Karena nama Soeprijadi tidak juga muncul, maka Oerip menjadi pelaksana Panglima hingga tanggal 18 Desember 1945 – saat Presiden Soekarno mengangkat Soedirman menjadi Jendral  dan secara aklamasi didaulat para petinggi TKR menjadi Panglima Angkatan Perang Repoeblik Indonesia.

Mengapa Soedirman lebih disukai daripada Oerip yang berpangkat lebih tinggi?

Saya tidak mengetahui jawaban pastinya. Namun dalam tradisi kemiliteran (menurut cerita yang saya peroleh) ada prioritas yang dipertimbangkan dalam menduduki suatu pangkat atau jabatan. Di era Soekarno dahulu, prioritas itu diletakkan pada dasar karir militer. Alumni PETA adalah urutan teratas (di mana Soeprijadi dan Soedirman termasuk di dalamnya). Yang berikutnya adalah Alumni HEIHO, Kempetai dan terakhir KNIL (Oerip dan juga Westerling salah satu alumninya). (Sayang jaman dulu belum ada facebook ya, untuk bisa ngelacak para alumni….)

Namun di masa damai, semua karir militer hanya diawali dari Akademi Militer yang didirikan di kota Magelang.

Jadi, seorang Soedirman adalah sosok terunik dalam sejarah militer. Menjadi jendral karena diangkat Soekarno – Jendral termuda dalam sejarah militer Indonesia, ahli strategi yang hebat dan mampu mengalahkan Inggris dalam peristiwa Palagan Ambarawa, bergerilya dalam keadaan sakit di hutan-hutan di masa Federasi.

Sosok ini begitu dicintai oleh semua orang, hingga ketika mangkat dalam usia 34 tahun – militer dan seluruh rakyat Indonesia berduka.

Pangkat terakhirnya adalah Letnan Jendral. Namun tak ada satupun Jendral di negeri ini yang berani mengatakan dirinya lebih hebat dari seorang Soedirman.

Maka, tanggal 29 January begitu mengusikku. Karena pada tanggal inilah tepat 60 tahun yang lalu, negeri ini kehilangan seorang Jendral terbaiknya – Panglima Besar Soedirman.

________

update : 2 February 2010
 

12 responses to “29 January, 60 tahun yang lalu

  1. Kakaakin

    29 Januari 2010 at 21:51

    Lagi-lagi saya manggut-manggut dan ber-ooo lumayan panjang.
    Hal yang benar-benar baru saya ketahui nih🙂
    Tanggal 28 Januari ini memimpikan lagi lahirnya seorang yang hebat, setelah kejadian2 yang menimpa negri kita belakangan ini.

     
  2. Lambang 212°

    30 Januari 2010 at 12:52

    Sepertinya memang pengagum berat Jendral Soedirman, sampai hafal tanggal lahirnya. Lha saya tanggal lahir Gajah Mada saja ngga pernah hafal.:mrgreen:

     
    • wardoyo

      31 Januari 2010 at 16:21

      Sama dengan saya @mas Lambang.

       
  3. bundadontworry

    31 Januari 2010 at 08:45

    oh, ternyata beliau meninggal dlm usia yg sangat muda sekali ya.
    Nama beliau akan terus dikenang sepanjang masa di negeri ini.
    terima kasih utk infonya,Mas.
    salam.

     
    • wardoyo

      31 Januari 2010 at 16:22

      Terimakasih bunda.

       
  4. SeaGate

    31 Januari 2010 at 12:12

    Hmmm, teringat quote: “Yang sakit Soedirman, Panglima tidak pernah sakit”..

     
    • wardoyo

      31 Januari 2010 at 16:23

      Betul sekali mas, terimakasih.

       
  5. sedjatee

    1 Februari 2010 at 11:28

    soedirman, beliau adalah salah satu penglima perang terbesar dalam sejarah perang dunia… honestly beliau adalah tipikal panglima yang sesungguhnya, ketulusan, keikhlasan dan kegigihannya patut dicontoh oleh para prajurit zaman sekarang… salut buat jenderal besar kita…

    sedj

     
    • wardoyo

      1 Februari 2010 at 12:38

      Salut juga untuk semangat para pengagumnya.

       
  6. Dangstars

    1 Februari 2010 at 12:43

    Jasa para pahlawan rasanya mulai diabaikan 😀

     
  7. wooclip @Watch box office

    16 Maret 2016 at 12:49

    o0o0o0o0o0o0o0ooooo0o0o0o0ohh~
    #barutahu

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: