RSS

Arsip Kategori: Uncategorized

2010 in review

Memasuki tahun 2011, terus terang saja… saya tidak punya bahan postingan, tidak sempat blogwalking, bahkan tidak ada waktu untuk online. Kesibukan menjelajahi hutan Kalimantan Timur menghalangi saya dari memikirkan yang lain di luar pekerjaan.

Jadilah blog ini kosong dari artikel baru, foto teranyar atau persinggahan sejarah masa lalu. Untuk itu patut rasanya saya meminta maaf kepada semua teman yang berharap hal-hal baru dari blog ini.

Beruntunglah saya. Tuan WP berbaik hati membuat review tentang blog ini di tahun 2010. Dan inilah hasilnya…

***

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

The average container ship can carry about 4,500 containers. This blog was viewed about 14,000 times in 2010. If each view were a shipping container, your blog would have filled about 3 fully loaded ships.

In 2010, there were 49 new posts, growing the total archive of this blog to 82 posts. There were 134 pictures uploaded, taking up a total of 9mb. That’s about 3 pictures per week.

The busiest day of the year was September 27th with *** views. The most popular post that day was ASAL USUL KATA INDONESIA.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were blogcatalog.com, search.conduit.com, id.wordpress.com, en.wordpress.com, and WordPress Dashboard.

Some visitors came searching, mostly for kisah mahabarata, peradaban dunia, sejarah kata indonesia, sejarah voc, and lambang negara jerman.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

ASAL USUL KATA INDONESIA May 2009
3 comments

2

Sepenggal Kisah Mahabarata January 2010
18 comments

3

Mengunyah Citra Batik Solo October 2009
23 comments

4

Peradaban Dunia Dalam Sejarah Kemanusiaan July 2009
7 comments

5

50 Tahun Pengakuan Kedaulatan RI 27-12-1949 December 2009
16 comments

 

Thanks for WP…. Thanks for all…

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada 6 Januari 2011 in Uncategorized

 

Tag:

Jika harga diri dipertanyakan!

Lamaranmu Kutolak!

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya.
Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah (lamaran).

Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.
Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda.

Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya.

Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu,
seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya,
untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya.

“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.
“Iya, Pak,” jawab sang muda.

“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya sambil menunjuk si perempuan.
“Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.
“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya?
Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!” balas sang setengah baya.

Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja.
Ketemu saja baru sebulan lalu.”
“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku tak mau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.
Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya, keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda.
Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”

“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.
“Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.
“Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?”
“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan.
Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.”
“Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”

Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”
“Kamu lulusan mana?”
“Saya lulusan UGM Pak. UGM itu salah satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho?
Menganggap saya bodoh kan?”
“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak.
Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”
“Lha, lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik anak-anakmu kelak?” Read the rest of this entry »

 
14 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Juni 2010 in Uncategorized