RSS

Belajar Sejarah Berarti Belajar Menghargai

16 Feb

Belajar sejarah adalah belajar menghargai.

Catatan kecil : Naskah artikel ini sudah cukup lama tersimpan dalam draft, nyaris terlupakan dalam tumpukan. Sayang jika dibuang ke tong sampah…. mudah-mudahan menjadi pelajaran yang berharga.

____________________

Beruntunglah bangsa Indonesia memiliki Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto. Tak peduli apapun kekurangan masing-masing, nyata-nyata kedua Presiden Indonesia tersebut mempunyai andil besar  dalam membentuk mental dan sikap bangsa ini untuk bersikap apik terhadap simbol-simbol dan lambang Negara Indonesia.

Soekarno dan Soeharto dikenal sebagai pemimpin yang menghargai sejarah, meski dengan sudut pandang dan cara yang berbeda. Jika Soekarno dengan pidatonya yang terkenal Jas Merah dan membuat buku Di Bawah Bendera Revolusi sebagai bacaan wajib kaum terpelajar, maka Soeharto  membuat film Janur Kuning, dan memerintahkan penulisan Buku Putih Gerakan 30 September yang juga difilmkan.

Kedua Pemimpin Nasional RI itupun tersebut, termasuk orang yang sangat menghargai seremoni. Tradisi setiap tanggal 17 Agustus selalu disiapkan dengan cermat dan memukau. Merekapun tidak lupa menularkan kesukaan mereka itu kepada kita melalui serangkaian aturan, protokoler upacara, ceramah etika dan melalui buku-buku pelajaran sekolah di masa kedua pemimpin itu berkuasa.

Hasilnya, bisa dilihat di masa sekarang….

Apakah hal ini cukup membuat kita bangga sebagai bangsa??

______________


Warga Malaysia: Tirulah RI Hormat Bendera
By Elin Yunita Kristanti –  dikutip dari ViVA News edisi Jumat, 25 Juni 2010 –

Seorang warga Malaysia mengaku iri ketika pergi ke Bandung Jawa Barat. Dia melihat bagaimana orang Indonesia dengan hormat memperlakukan benderanya, Sang Saka Merah Putih.

Dalam laman New Straits Times, 24 Juni 2010, Norman Fernandez menuliskan curahan hatinya yang berjudul, ‘Perlakukan Bendera Kita Lebih Baik’.

“Baru-baru ini aku mengunjungi Bandung, Indonesia. Di sana aku mengamati penjaga keamanan di hotel yang kutinggali, mengibarkan bendera Indonesia di pagi hari,

Saat matahari terbenam, penjaga itu menurunkan benderanya — tak membiarkan bendera itu menyentuh tanah, lalu melipatnya dan menyerahkannya ke resepsionis. Hal itu juga kerap dilakukan di gedung-gedung pemerintah.

Aku juga diberi tahu, bahwa anak sekolah di Indonesia diajarkan tak hanya soal arti dari warna bendera — merah dan putih, tapi juga sejarahnya, protokol dan etika mengibarkan bendera.

Selama lima hari aku di Bandung, aku tak pernah melihat bendera Indonesia compang-camping dan pudar warnanya.

Di sini, di Malaysia, pernahkan Anda melihat petugas keamanan di gedung-gedung pemerintah mengibarkan bendera ‘Jalur Gemilang’ atau bendera negara bagian?

Jika lain kali Anda ke Johor Bahru, lihatlah bendera Malaysia dan bendera Johor Bahru yang pudar berkibar di tiang bendera.

Aku juga sering melihat anak-anak berpakaian dengan motif bendera, ‘Jalur Gemilang’ yang dibuat dari potongan bendera Malaysia. Atau penyanyi baru, Sudirman Arshad yang memakai baju seperti itu. Dapatkan kita menjahit bendera dan dijadikan baju?

Minggu lalu aku berkendara dari Johor Bahru ke Kulai. Saat melewati gedung-gedung pemerintah, aku melihat bendera yang compang-camping dan kotor.

Yang paling hina, menurutku, ada yang memakai bendera Johor untuk membungkus pepaya di pohon.

Untuk mengibarkan bendera, baik ‘Jalur Gemilang’ maupun bendera Johor, misalnya, sudah ada aturannya. Namun tak ada yang mengindahkannya.

Sudah saatnya pemerintah mendidik masyarakat soal etika dan protokol memperlakukan bendera, termasuk pada bendera yang telah usang…..



 
14 Komentar

Ditulis oleh pada 16 Februari 2011 in Cerita Miring, Opini

 

Tag: , , , , , , ,

14 responses to “Belajar Sejarah Berarti Belajar Menghargai

  1. Kakaakin

    18 Februari 2011 at 14:37

    Sayang sekali baru sebatas seremonial saja ya, Mas…

     
  2. sedjatee

    23 Februari 2011 at 12:04

    kalo presiden sekarang
    apa prestasinya Kang?
    kalo gak salah, korupsi kita makin juara ya Kang
    hehehe.. salam sukses..

    sedj

     
  3. Firman

    24 April 2011 at 20:37

    Yang tentang Suharto, hmm…. saya sedikit berbeda pendapat. Menurut saya Suharto menimbulkan kebencian besar kepada PKI dan menyebabkan genosida. Saya tidak setuju Komunisme dilarang.

     
  4. gamat

    3 September 2011 at 23:17

    kalausaya tetap bagga pada indonesia.. hhihi

     
  5. Membuat Blog Gratis

    31 Oktober 2011 at 20:27

    mnurut saya mereka ber2 orng hebat mzkipun bnyk kKurngan yg d perbincangkan .
    tp tnp mrka mungkun indonesia tdk sperti itu .
    🙂
    salam kenal .

     
  6. Obat Herpes

    23 Februari 2013 at 13:55

    bangga sekali jadi warga indonesia

     
  7. Obat Kanker Limfoma

    23 Februari 2013 at 13:57

    ya setuju sekali kedua presiden itu memang sosok presiden yang bijaksana dan banyak berpengaruh bagi perkembangan indonesia dulu

     
  8. Internet marketing

    15 April 2013 at 14:01

    Great works, maka dari itu lah betapa pentingnya kita mempelajari sejarah yang sudah ada.

     
  9. properti semarang

    22 Mei 2013 at 10:42

    butuh masa-masa kepemimpinan seperti beliau ya kalo diliat yang sekarang mah.

     
  10. Harga Smartphone

    9 Maret 2014 at 21:50

    saat ini indonesia membutuhkan sosok presiden yang benar-benar memperjuangkan rakyat

     
  11. ibnu zaka

    19 Maret 2014 at 01:49

    Indonesia rindu pemimpin yg bisa melindungi dan mengayomi masyarakat.

     
  12. Update Lagumu

    23 Juni 2014 at 12:05

    makasi infonya
    http://lagumu.mwb.im

     
  13. REZKY YASSIN NST

    11 November 2015 at 08:43

    Be a young who love parents and fears God

     
  14. Wooclip @Streaming movie gratis

    16 Maret 2016 at 12:53

    awesome story of indonesia

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: