RSS

Tragedi Cikeusik, dalam status facebook

12 Feb

Seminggu ini benak kita dihentak oleh tragedi yang menimpa jemaah Ahmadiyah di Cikeusik. Pro kontra terjadi. Tetapi intinya kita harus lebih mawas diri dan bercermin tentang rasa kemanusiaan yang semakin terkikis dari dalam hati sanubari masyarakat kita.

Tragedi tetaplah tragedi. Berikut ini lintasan status teman-teman di situs jejaring sosial facebook, mengungkapkan terusiknya nurani mereka dengan terjadinya tragedi Cikeusik.

Status fb 01

Status fb 02

Status fb 03

Bahkan seorang Mario Teguh pun menyuarakan nuraninya dengan “cara” beliau yang santun…

Berikut ini (hanya copas saja🙂 ) dari status facebook seorang teman.

Tertanggal 14 Januari 2008, Jemaat Ahmadiyah mengeluarkan 12 butir pernyataan setelah melalui rentetan dialog dengan Departemen Agama. Pernyataan itu terkait dengan rapat Pakem yang akhirnya menetapkan bahwa negara tak melarang Jemaat Ahmadiyah.

Berikut ini 12 pernyataan itu:

1. Kami warga Jemaat Ahmadiyah sejak semula meyakini dan mengucapkan dua kalimah syahadat sebagaimana yang diajarkan oleh Yang Mulia Nabi Muhammad Rasulullah SAW, yaitu Asyhaduanlaa-ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasullulah, artinya: aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah.

2. Sejak semula kami warga jemaat Ahmadiyah meyakini bahwa Muhammad Rasulullah adalah Khatamun Nabiyyin (nabi penutup).

3. Di antara keyakinan kami bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang guru, mursyid, pembawa berita dan peringatan serta pengemban mubasysyirat, pendiri dan pemimpin jemaat Ahmadiyah yang bertugas memperkuat dakwah dan syiar Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW.

4. Untuk memperjelas bahwa kata Rasulullah dalam 10 syarat bai’at yang harus dibaca oleh setiap calon anggota jemaat Ahmadiyah bahwa yang dimaksud adalah nabi Muhammad SAW, maka kami mencantumkan kata Muhammad di depan kata Rasulullah.

5. Kami warga Ahmadiyah meyakini bahwa

a. tidak ada wahyu syariat setelah Al-Quranul Karim yang diturunkan kepada nabi Muhammad.
b. Al-Quran dan sunnah nabi Muhammad SAW adalah sumber ajaran Islam yang kami pedomani.

6. Buku Tadzkirah bukan lah kitab suci Ahmadiyah, melainkan catatan pengalaman rohami Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang dikumpulkan dan dibukukan serta diberi nama Tadzkirah oleh pengikutnya pada 1935, yakni 27 tahun setelah beliau wafat (1908).

7. Kami warga jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan mengkafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah, baik dengan kata maupun perbuatan.

8. Kami warga jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan menyebut Masjid yang kami bangun dengan nama Masjid Ahmadiyah.

9. Kami menyatakan bahwa setiap masjid yang dibangun dan dikelola oleh jemaat Ahmadiyah selalu terbuka untuk seluruh umat Islam dari golongan manapun.

10. Kami warga jemaat Ahmadiyah sebagai muslim melakukan pencatatan perkimpoian di Kantor Urusan Agama dan mendaftarkan perkara perceraian dan perkara lainnya berkenaan dengan itu ke kantor Pengadilan Agama sesuai dengan perundang-undangan.

11. Kami warga jemaat Ahmadiyah akan terus meningkatkan silaturahim dan bekerja sama dengan seluruh kelompok/golongan umat Islam dan masyarakat dalam perkhidmatan sosial kemasyarakat untuk kemajuan Islam, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

12. Dengan penjelasan ini, kami pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia mengharapkan agar warga Jemaat Ahmadiyah khususnya dan umat Islam umumnya serta masyarakat Indonesia dapat memahaminya dengan semangat ukhuwah Islamiyah, serta persatuan dan kesatuan bangsa.

Jakarta, 14 Januari 2008
PB Jemaat Ahmadiyah Indonesia

H. Abdul Basit
Amir

Mengetahui (disertai tanda tangan)

1. Prof. Dr. H.M. Atho Mudzhar (Kabalitbang dan Diklat Depag RI)

2. Prof. Dr. H. Nasarudin Umar, MA (Dirjen Bimas Islam Depag RI)

3. Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, MA (Deputi Seswapres Bidang Kesra)

4. Drs. Denny Herdian MM (Ditjen Kesbangpol Depdagri)

5. Ir. H. Muslich Zainal Asikin, MBA, MT (Ketua II Pedoman Besar Gerakan Ahmadiyah Indonesia – GAI)

6. KH Agus Miftah (Tokoh masyarakat)

7. Irjen Pol. Drs. H. Saleh Saaf (Kaba Intelkam Polri)

8. Prof. Dr. HM Ridwan Lubis (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

9. Ir. H. Anis Ahmad Ayyub (Anggota Pengurus Besar JAI)

10. Drs. Abdul Rozzaq (Anggota Pengurus Besar JAI)

Perkembangan terakhir di seputaran kasus Cikeusik masih terus berlanjut. Mulai dari analisis video, penelusuran sejarah, komentar para ahli, pengamatan saksi hingga ke penggantian Kapolda Banten dan Kapolres Pandeglang tempat terjadinya tragedi tersebut.😀 Sejarah akan mencatat semua.

Jadi, mesti kemana lagi mencari obat untuk nurani yang terusik??

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Februari 2011 in Catatan Sejarah, Cerita Miring

 

Tag: , ,

12 responses to “Tragedi Cikeusik, dalam status facebook

  1. giewahyudi

    13 Februari 2011 at 17:27

    Isu agama hanya dipelintir untuk mengalihkan isu pemerintahan yang buruk..

    _____________________

    analisis yang bagus… asal tidak menjadi isu, mas…

     
  2. sedjatee

    14 Februari 2011 at 07:04

    ironi yang menyedihkan
    anak bangsa saling bunuh
    hanya karena negara tak mampu melindungi minoritas
    menyedihkan sekali
    salam keprihatinan Kang

    sedj

     
    • wardoyo

      16 Februari 2011 at 20:57

      ikut prihatin juga, bung… terimakasih
      salam.

       
  3. Kakaakin

    16 Februari 2011 at 02:20

    Waduh… gimana nih??

    ____________

    tarik napas pelan-pelan saja, supaya gak gimana-gimana…

     
  4. gaya hidup

    16 Februari 2011 at 10:59

    beginilah yg terjadi di negeri yang pemerintahnya tak mampu mengayomi minoritas .
    semoga bangsa ini kembali menjadi bangsa yg ramah tamah , tepo seliro dan menjunjung tinggi kebebasan beragama ,amin
    salam

     
    • wardoyo

      16 Februari 2011 at 21:00

      Sepertinya masalah utamanya bukan minoritas atau mayoritas… tetapi kesadaran untuk siap berbeda itu yang semakin luntur…
      Terimakasih, bunda untuk singgah sejenak, semoga harapan bunda bisa segera terwujud… Salam.

       
  5. Mas Jier

    3 Juni 2011 at 19:38

    Banyak orang saling menyalahkan keyakinan orang lain sementara kita sendiri tidak mau berbenah agar menjadi lebih baik

     
    • wardoyo

      4 Juni 2011 at 07:05

      Betul sekali, Mas Jier..

       
  6. dildaar80

    12 Agustus 2012 at 01:00

    Salam kenal mas Cermin sejarah.. (sorry nggak tau nama)

    Rajin ya anda mengumpulkan komentar2 tt tema2 tertentu.

     
  7. mepo

    15 April 2013 at 13:51

    respect untuk kejadian ini :”)

    Jasa SEO

     
  8. CHAROLINA MANULANG

    15 Maret 2015 at 22:30

    Jgn menyerang orang karena iri ; dengki agar relasi dan rejeki terus bersemi dalam hidup ini

     
  9. TIARA INDAH FATRIN

    11 November 2015 at 08:42

    No one can change the past but everyone has a power to change the future

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: