RSS

Menyentuh “Kampoeng Batik Laweyan”

17 Sep

Kampoeng Batik Laweyan.

LAWEYAN adalah nama yang amat terkenal di wilayah eks Karesidenan Surakarta. Nama kampung ini berakar dari masa Kerajaan Pajang (sebelum Dinasti Mataram) berkuasa. Sejarahnya begitu kental, panjang dan …hayaa, jadi mirip iklan susu nee😀😀

Wilayah Kampoeng Batik Laweyan beberapa tahun yang lalu ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Solo. Predikat istimewa inilah yang telah mengubah wajah kampung ini menjadi bentuknya sekarang.

Pada masa libur Lebaran panjang seperti saat ini, saya mencoba untuk mencari tahu “sekedarnya” tentang Kampoeng Batik Laweyan yang amat terkenal itu. Dengan modal sepeda motor tua, kamera Hape dan ditemani oleh anak kedua saya…. inilah beberapa informasi tentang Kampoeng Batik Laweyan.


Salah satu sudut jalan masuk menuju wilayah Kampoeng Batik Laweyan

Menurut sejarahnya, Laweyan telah tumbuh sebagai pusat perdagangan khususnya komoditas sandang di masa kerajaan Pajang berkuasa pada sekitar tahun 1500-an. Sebutan nama “LAWEYAN” berasal dari kata LAWE yang artinya benang yang berasal dari kapas yang dipilin.

Pada masa itu, lawe dihasilkan oleh petani di daerah Pedan, Juwiring dan Gawok, yang kesemuanya terletak di selatan wilayah Kerajaan Pajang. Seorang tokoh yang berperan dalam kelahiran Laweyan adalah Ki Ageng Henis, seorang tokoh agama yang juga mengajarkan seni membatik kepada santri-santrinya.

Di utara pasar Laweyan bermukimlah putra Ki Ageng Henis yang kemudian dikenal dengan nama Ki Ageng Pamanahan dan cucunya yang lebih terkenal lagi, Sutowijoyo (pendiri Kerajaan Mataram – sebagai Sultan Pertama). Sutowijoyo di masa muda dikenal dengan sebutan Raden Mas Ngabehi Loring Pasar.

Salah satu situs bersejarah di kawasan Laweyan, Perhatikan tahun pembuatan bangunan ini.

Setelah kelahiran Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada tahun 1745 M, pamor Laweyan mulai menurun. Bandar Kabanaran yang menjadi urat nadi transportasi perdagangan mulai ditinggalkan (bandar ini berada di sungai Jenes yang terhubung dengan Sungai Bengawan Solo dan bermuara di Pantai Utara Jawa).

Pasang surut industri batik Laweyan

Kebangkitan batik Laweyan terjadi di abad 20, saat industri batik tumbuh pesat dan melahirkan saudagar-saudagar kaya. Kaum saudagar ini di masa perjuangan mendirikan Sarekat Dagang Islam yang dimotori oleh seorang saudagar batik bernama KH. Samanhudi. Di kemudian hari SDI berubah menjadi Syarekat Islam (SI), sebuah organisasi pluralis terbesar yang berprinsip non cooperated terhadap Pemerintah Hindia Belanda.

Maket kawasan Kampoeng Batik Laweyan

Pada era 70-an, industri batik tulis dan cap mulai surut tergulung oleh industri batik printing yang lebih modern. Kondisi ini semakin memprihatinkan, hingga akhirnya pada tanggal 25 September 2004 – atas prakarsa masyarakat – pemerintah menyatakan secara resmi, Laweyan merupakan Kampoeng Batik dan menjadikan kawasan ini sebagai daerah tujuan wisata di kota Solo.

Di samping industri batiknya, kawasan Laweyan merupakan wilayah yang bertumpu pada industri non batik, situs bersejarah, arsitektur khas, lingkungan dan kehidupan sosial budaya yang terciri sehingga menjadikan Kampoeng Batik Laweyan sebagai Central of Batik and Heritage.

Penataan persimpangan jalan di Kampoeng Batik Laweyan

Salah satu papan penunjuk pintu masuk kawasan

Hmm… begitulah! Kawasan Laweyan saaat ini telah menjadi kawasan yang sedap dipandang, teratur dan terbuka. Kondisi yang jauh berbeda dibandingkan beberapa dasawarsa sebelumnya : jalan sempit, tidak ada rumah terbuka (hampir semua rumah saudagar batik berpagar > 2 meter – mirip benteng VOC😀 ), saluran tak terawat, tembok kusam berlumut (meski di balik tembok bersemayam para saudagar kaya).

Dahulu kawasan ini sangat tertutup. Kini kawasan ini telah menjadi ujung tombak kebangkitan ekonomi rakyat …

***

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 17 September 2010 in Jalan Jalan, Situs Sejarah

 

Tag: , , , , ,

10 responses to “Menyentuh “Kampoeng Batik Laweyan”

  1. bundadontworry

    17 September 2010 at 17:16

    JAdi telah bertambah lagi ya Mas, kawasan kunjungan wisata di daerah Jawa Tengah?
    Semoga saja pemda dan masyarakat sekitar bisa lebih mempromosikan kawasan ini, agar pendapatan penduduk setempat bisa lebih baik dr sebelumnya.
    Lihat gambar2 nya diatas , jadi pingin sekali utk berkunjung ke kawasan ini 🙂
    terimakasih banyak Mas telah menurunkan tulisan yg informatif ini.
    salam

    _______________________

    terimakasih, bunda

     
  2. elmoudy

    18 September 2010 at 07:28

    sejarahnya panjang ya ternyata…
    kalo ke solo..trasa emang nuansa kesejarahannya..kayak jogja persis

    _________________________

    kedua kota – Yogyakarta dan Solo – memang seperti kota kembar namun dengan ciri khas-nya sendiri-sendiri.
    terimakasih sudah mampir

     
  3. domba garut!

    20 September 2010 at 03:16

    Batik adalah warisan budaya bangsa dan menghadirkanya diulas seperti ini adalah bagian dari melestarikannya.. trims udah sempetin berbagi.. sbelumnya saya hanya tahu batik pekalongan saja😀

     
  4. sedjatee

    21 September 2010 at 11:38

    Sahabat sejati..
    Dalam nuansa hari yang suci ini
    Dengan semangat hati yang bersih
    Sedjatee dan keluarga menyampaikan:
    Mohon maaf lahir dan batin
    Semoga sukses selalu

    Sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

     
  5. Kakaakin

    25 September 2010 at 17:41

    Loh😯 waktu saya ke Solo kok nggak diajak orang travel ke kampung ini ya??
    Oiya.. saya ke Solo-nya sebelum bulan September 2004😀

    ______________________

    kakaakin, sebelum 2004 kampung Laweyan adalah kampung tertutup. Banyak industri rumahan batik, tetapi tidak bisa dilihat dan dinikmati langsung seperti sekarang.

     
  6. Christmas Day Gifts

    27 September 2010 at 00:53

    This is the wonderful thing i spend long time to find it.

     
  7. Baju Kaos Batik

    28 September 2010 at 13:49

    hiks jadi kangen kota solo
    kapan ya saya bisa pulang

     
    • wardoyo

      28 September 2010 at 15:03

      Kapan-kapan kalau ke Solo jangan lupa mampir ke Kampoeng Batik…
      Sekedar catatan, di Solo yang namanya Kampoeng Batik ada beberapa, diantaranya Kampoeng Batik Laweyan, Kampoeng Batik Kauman, dll
      Terimakasih…

       
  8. Baju Batik Online

    10 Oktober 2010 at 18:22

    Salam kenal dan Sukses selalu…

    Baju Batik Online

     
    • wardoyo

      15 Oktober 2010 at 19:29

      Salam sukses juga

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: