RSS

Kekayaan Alam Afghan Bisa Memicu Perang

24 Jun

Di tengah-tengah euforia massa yang asyik mengikuti “update status” kesebelasan yang sedang berlaga di Afrika Selatan, terselip beberapa berita kecil yang sebenarnya menarik juga. Sejak seminggu yang lalu, tepatnya pada 17 Juni 2010, CNN telah merilis sebuah video yang menarik.

Video CNN itu berisi diskusi antara Jack Medlin (Geolog Senior dari USGS) dan Joe Klein (kolumnis Majalah TIME). Isinya bukan lain adalah tentang Afghanistan dan kekayaan sumber daya mineralnya yang ditaksir bernilai US$ 1 trilliun….😀🙂

Satu trilliun US dollar = Seribu milliar dollar ??? Nilai yang amat fantastis:mrgreen: … 

Belajar dari sejarah, negeri yang “terbelakang” dan kurang kuat biasanya akan hancur gara-gara kekayaan alamnya. Apalagi jika yang berkepentingan untuk campur tangan adalah negara-negara “barat”. Contohnya saja Republik Congo yang terus-menerus terkungkung dalam perang tidak kurang dari 15 tahun; akibat perebutan sumberdaya alamnya. Angola mempunyai banyak sumur minyak yang hingga kini dijadikan sengketa dan negeri itu tidak pernah sepi dari perang sipil. 

Contoh terbaru adalah Irak. Kepentingan ekonomi – baca minyak bumi – membuat negeri yang letaknya strategis itu hancur dilanda perang yang disponsori Amerika Serikat. 

Bagaimana dengan Afghanistan? 

CNN ramai memberitakan masalah pengelolaan mineral senilai US$ 1 trilliun. Naga-naganya nasib Afghan akan tidak jauh berbeda dengan Angola atau Congo. Dijadikan ajang perebutan kepentingan para raksasa ekonomi.  Dengan alasan pembangunan infrastruktur jalan dan pembangkit listrik, maka Pemerintah Afghan akan ditekan untuk menstabilkan negeri dengan menekan para pejuang Taliban dan lain-lainnya. 

Jadi, apa sajakah mineral yang ada di perut bumi Afghanistan?

Sejauh ini yang diumumkan kepada khalayak adalah bijih besi, tembaga, cobalt, emas serta logam-logam yang sangat penting di dunia industri seperti lithium — semua dalam jumlah cadangan yang sangat besar dan sangat dibutuhkan dalam industri modern… hingga pihak Amerika Serikat yakin bahwa Afghanistan akan menjadi negara penghasil tambang mineral yang utama. Dalam memo internal Pentagon tertuang pernyataan bahwa Afghanistan akan menjadi “Saudi Arabia of lithium,” sebuah kata kunci untuk merujuk bahan baku pembuatan baterai laptop dan Blackberry.

Sejarah penyelidikan mineral di Afghanistan

Afghanistan sepanjang sejarahnya tidak memiliki budaya menambang. Penyelidikan mineral pernah dilakukan sebelum Uni Sovyet menguasai negeri itu di awal 1980-an. Tetapi data lama yang pernah dikumpulkan oleh Afghan Geological Survey itu telah dikuasai Sovyet yang kemudian hengkang tahun 1989.

Saat berkecamuknya perang sipil di era 90-an, sejumlah kecil ahli geologi Afghanistan mengumpulkan data yang terserak dan mengembalikannya ke perpustakaan Geology Survey setelah invasi Amerika. Adalah Jack Medlin, geolog dari United States Geological Survey (USGS) yang mengerti banyak tentang penyebaran sumberdaya alam di Afghan. 

Dengan berbekal data lama dari peninggalan Russia, USGS melakukan pemetaan udara di Afghanistan untuk menemukan sumber-sumber mineral di tahun 2006. Termasuk menggunakan metoda geofisika (pengukuran gravity dan magnetik). Hasilnya mencakup 70 % dari seluruh wilayah Afghan telah terpetakan.

Tahun 2007, para geologist itu kembali meneruskan pekerjaan mereka dengan skala yang lebih detil. Mereka melakukan pemetaan 3 dimensi bawah permukaan untuk memperjelas zona-zona mineralisasi yang menarik.

Hasil penelitian USGS tidak dipublikasikan selama 2 tahun karena kendala politik. Hingga pada tahun 2009 Pentagon  mendesak untuk mengembangkan banyak program yang rencananya dilaksanakan di Iraq dialihkan ke Afghanistan. Hingga saat itu tidak satupun geologist yang melirik tumpukan data yang dikumpulkan selama beberapa tahun itu, apalagi menganalisis potensi ekonomi dan jumlah cadangan.

Segera setelah itu, pengembangan bisnis Pentagon membawa sejumlah team ahli tambang Amerika untuk mengevaluasi dan memvalidasi hasil survey. Selanjutnya bertemulah Menteri Pertahanan Robert M. Gates dengan Presiden Afghanistan Karzai untuk membahas masalah temuan cadangan mineral di negaranya.

Cadangan terbesar yang berhasil ditemukan adalah bijih besi dan tembaga yang jumlahnya cukup untuk membuat Afghanistan menjadi negara terbesar penghasil kedua jenis logam tersebut. Temuan lainnya adalah mineral niobium – sebuah mineral langka berupa logam lunak untuk bahan superkonduktor. Di samping itu sejumlah cadangan besar emas disebut-sebut terkubur di wilayah Pashtun di tenggara Afghanistan. 

Dalam hitungan bulan, geologist Amerika di bawah arahan Pentagon meneliti danau garam di tenggara Afghan yang ditengarai menyimpan sejumlah besar deposit lithium.

Para geologist yang bekerja untuk Pentagon inilah yang mengumumkan kepada dunia bahwa di bumi Afghanistan, tersimpan cadangan mineral senilai 1 trilliun dollar…🙂

Jadi, kita tunggu saja kelanjutannya. Apakah Cina yang sedang lapar “berburu” semua jenis mineral logam akan terjun juga ke Afghan? Apakah Russia yang pernah melakukan survey di Afghan juga tidak berminat? Apakah British Petroleum yang sedang mengalami bencana luar biasa akibat meledaknya sumur lepas pantai di Meksiko tidak tertarik?

Apakah iming-iming keuntungan berbisnis tambang di Afghan bisa menyulut perang baru? Wallahu ‘alam.  Sejarah yang akan mencatatnya!

***

Sumber yang bisa ditelusuri :

1.  Situs Geology dan berita CNN

2. Berita New York Times 14 Juni 2010

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Juni 2010 in Catatan Sejarah

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , ,

5 responses to “Kekayaan Alam Afghan Bisa Memicu Perang

  1. M Mursyid PW

    25 Juni 2010 at 20:43

    Tambah pengetahuan lagi, ni. Thanks atas infonya.

     
    • wardoyo

      26 Juni 2010 at 06:36

      Terimakasih sudah berkunjung

       
  2. Kakaakin

    11 Juli 2010 at 22:45

    Duuh… semoga Afghan gak bakalan kenapa2 deh…
    Semoga mereka juga bisa bijak dalam memanfaatkan kekayaan alam mereka🙂

     
  3. Kaka Akin

    11 Juli 2010 at 22:49

    Semoga nggak terjadi perang…

     
  4. Alrisblog

    14 Juli 2010 at 23:10

    Saya pikir, Amerika dan sekutunya, keukeuh mempertahankan wilayah ini karena ada mineral tambang yang sangat bernilai strategis. Beberapa waktu lalu diberitakan ada bahan tambang uranium yang bisa dieksplorasi di wilayah Afganistan. Semoga pejuang Afganistan tetap berjuang untuk tanah airnya.
    salam,
    http://PakOsu.wordpress.com/

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: