RSS

Sejarah terulang kembali

22 Jun

Saya bukan penggemar sepakbola.
Saya hanya menyukai dan menikmati permainan sepakbola.
Jadi, hiruk pikuk World Cup 2010 saya nikmati dengan santai, tanpa emosi dan secukupnya saja.

Tetapi, hari senin kemarin ada kejadian menarik di kantor tempat saya bekerja. Hari sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB.
Seorang Ibu terlihat membereskan laptop dan berkas-berkasnya. Saat itu saya sedang menemani seorang rekan yang kebetulan belum tergesa-gesa pulang. Dan kami secara tidak sengaja terlibat pembicaraan menarik dengan sang ibu.

“Pak, kalau cari taksi di sebelah mana ya?” Sang Ibu bertanya.
“Aaa… ibu keluar gedung ini terus ke kanan. Di depan gedung sebelah banyak taksi yang lewat,” rekan saya menjawab dengan sopan.

“Oya. Terimakasih, Pak. Maaf mengganggu.”

“Tidak apa-apa, bu….
Omong-omong, biasanya ibu pulang naik apa?”

“Anu, biasanya sih suami yang menjemput.
Tapi… hari ini dia pulang cepat.
Mau tidak mau saya pulang pakai taksi.”

“Ooo..” hanya itu yang keluar dari mulut teman saya..(*bingung??*)

Ibu itu cepat-cepat menambahkan,
“Suami saya mau nonton pertandingan bola, Pak.”

“Hah???”

“Suami dan anak saya sama saja.
Sama-sama penggila bola…!”

*

Setiap perhelatan terbesar sepak bola sejagat, jadwal dan kebiasaan banyak orang menjadi berubah. Apa yang terjadi di Jakarta juga terjadi di mana-mana. Fenomena ini tidak terbantahkan.
Demi menyaksikan seorang bintang berlaga di lapangan rumput, sang bapak meminta istrinya “memaklumi” kebiasaan 4 tahunan ini.

Saya dan sang teman hanya bisa tersenyum memberi simpati.

Kami maklum!!

**

Dalam perjalanan pulang, kembali saya terheran-heran. Waktu baru menunjukkan lebih kurang pukul 19.30 WIB. Tetapi perjalanan menuju stasiun Cawang begitu lancar. Kemacetan tidaklah seperti biasanya. Terlebih lagi saat naik kereta, penumpang yang biasanya berjubel layaknya kantung pakaian kotor yang siap dicuci, kini jauh berkurang….

Hoooiii… kemana semua penumpang kereta…
Stasiun demi stasiun terlewati dalam perjalanan pulang menuju Bogor – namun penumpang yang naik di setiap stasiun tidak mampu membuat gerbong menjadi sesak!

Dan, akhirnya saya tahu penyebab semua kejanggalan ini. Rupanya kesebelasan favorit dengan bintang yang terkenal sedang berlaga. 

Christiano Ronaldo dan tim-nya menggilas Korea Utara dengan skor fantastis… 7 – 0 !!!

***

Sejarah telah terulang kembali.


Begitulah yang terjadi di mana-mana.
Ketika banyak orang menikmati semangat kemenangan sang bintang, saya menikmati lancarnya perjalanan pulang.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Juni 2010 in Cerita Miring

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: