RSS

Dunia para Pemimpi

13 Jun

Para Pemimpi

Idealnya, dunia ini aman dan tentram, kemakmuran merata. Nyaman untuk kehidupan semua makhluk di dalamnya.
Tetapi, kalau begitu yang terjadi, berhentilah istilah struggle of life dan hilanglah satu teori Darwin.

Maka, dunia ideal seperti yang diangankan itu menjadi mustahil. Menyatukan seluruh dunia dalam satu ide adalah utopia alias mimpi. Karl Max dulu juga seorang pemimpi, tetapi ia tak sempat hidup untuk melihat mimpinya menjadi kenyataan. Lenin yang memimpikan kemakmuran di Russia, harus melihat dari balik peti mati kaca saat 80 tahun kemudian semua mimpinya hancur sebelum kemakmuran itu tercapai.

Amerika yang mengumandangkan freedom of human life menunggu lebih dari 225 tahun sebelum seorang seorang keturunan bangsa berkulit hitam bisa diterima menjadi presiden di negerinya. Soekarno yang hingga berbusa meyakinkan “idealnya NASAKOM” kepada seluruh jajaran aparat serta rakyat Indonesia dan bahkan dunia, harus menelan pil pahit kehancuran mimpinya itu bahkan saat dirinya masih hidup.

Mimpi itu melampaui masa Sang Pemimpi. Hanya para Nabi yang mimpinya menjadi kenyataan. Itupun dengan beberapa pengecualian – sesuai garis Sang Pencipta. Para tokoh dunia dan penyeru ideologi sama saja. Semua mimpi mereka runtuh atau gagal di kala mereka masih bernafas udara. Sebagian terwujud saat mereka telah bernafaskan tanah.

Sebutlah nama Da Vinci. Apa saja yang tidak diimpikannya? Tank? Helikopter? Pesawat terbang?

Tetapi, berapa banyak yang mengenal Madame Shipton?

Oh, pasti sedikit orang yang mengenalnya. Padahal di masa hidupnya, ia terkenal sebagai seorang pemimpi. Para tokoh dunia pastilah akan iri kepada Mother yang satu ini, disebabkan sebagian mimpinya yang dituliskan di kemudian hari menjadi kenyataan.

When pictures seem alive with movements free,
when boats like fishes swim beneath the sea.
When men like birds shall scour the sky.
Then half the world, deep drenched in blood shall die.

Begitulah cuplikan mimpi Mrs. Shipton (1488-1561). Ia melihat dalam mimpinya, gambar bergerak seolah hidup – kapal yang berenang ke dasar laut layaknya ikan, manusia terbang seperti burung, dan separuh dunia dilanda peperangan berdarah-darah….

Jadi, jangan ragu menjadi Sang Pemimpi. Dan jangan lupa menuliskan mimpi Anda. Siapa tahu suatu saat nanti menjadi kenyataan. Maka tulisan Anda akan menjadi sesuatu yang tak ternilai.

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Juni 2010 in Catatan Sejarah

 

Tag: , , , , ,

18 responses to “Dunia para Pemimpi

  1. krupukcair

    13 Juni 2010 at 15:08

    meski mimpi kaliini terkadang mustahil untuk diwujudkan kini pula, tapi belum tentu mimpi tak selamanya hanya mimpi. suatu saat mungkin akan jadi kenyataan…
    PERTAMAXXXXXX

     
    • wardoyo

      15 Juni 2010 at 12:43

      setuju mas, semoga mimpi tak selamanya jadi mimpi

       
  2. Vulkanis

    13 Juni 2010 at 17:54

    Ya..betul kejar terus impian itu jangan takut tak tercapai..

     
    • wardoyo

      15 Juni 2010 at 12:44

      kejarlah mimpi sampai dapat…😀😀

       
  3. Kakaakin

    14 Juni 2010 at 09:14

    Hmm… mungkin kita selalu bisa bermimpi, kemudian menuliskannya di blog😀

     
    • wardoyo

      15 Juni 2010 at 12:45

      ide yang bagus, kakaakin… tuliskan mimpi dalam blog
      *jangan lupa tafsir mimpinya*

       
  4. Kaka Akin

    14 Juni 2010 at 09:24

    Saya baru kali ini baca tentang madame shipton ini… Kok penampakannya mirip nenek sihir gitu ya??🙂

     
    • wardoyo

      15 Juni 2010 at 13:40

      Saya menyebutnya Madame…. tapi kalau mau gugling pake kata kunci “Mother” ya Kakanya Akin.
      Semasa hidupnya beliau terkenal di Inggris sono karena suka menuliskan “mimpinya”… Banyak mimpinya yang menjadi kenyataan.
      Contohnya lihat saja di petikan syair panjang di atas. Kalau baca keseluruhan syairnya, Mother Shipton sepertinya menggambarkan kejadian sekitar Perang Dunia I dan II. Siapa sih di abad 15-16 yang bisa membayangkan teknologi “film layar lebar atau televisi”, kapal selam dan pesawat terbang?? Apalagi cerita tentang perang dengan senjata yang aneh-aneh.
      Karena mimpinya yang aneh – barangkali – maka sosok sang Mother digambarkan sebagai nenek sihir. Atau sosok nenek sihir mengambil figur Mrs. Shipton sebagai contoh.🙂

       
  5. bundadontworry

    14 Juni 2010 at 11:34

    aku masih memimpikan kedamaian di atas bumi ini.
    inikah namanya utopia ???
    salam

     
    • wardoyo

      15 Juni 2010 at 13:41

      Itu bukan mimpi, bunda…
      Itu yang disebut harapan!

       
  6. Siti Fatimah Ahmad

    15 Juni 2010 at 07:53

    Assalaamu’alaikum

    Saya juga termasuk dalam golongan Sang Pemimpi itu. Teringat akan kata-kata novlis terkenal Indonesia Andrea Hirata – “asal berani bermimpi semuanya mungkin” – Manusia diberi kebebasan untuk mengangankan impian menjadi kenyataan. walau mungkin impiannya tidak terlaksana saat hidupnya, pasti ia akan direalisasi oleh generasi akan datang jika mimpi itu diwarwarkan.

    Terkadang kita beranggapan mimpi kita mustahil terjadi. Tapi kita lupa… semua mimpi kita berada dalam “pelukan” Tuhan. Jika mahu mengambilnya, haruslah dengan usaha dan kudrat yang penuh yakin dan percaya diri. Posting yang menarik dan saya menyukainya kerana satu dari sejuta mimpi saya sudah berjaya saya realisasikan 3 minggu yang lalu, alhamdulillah.

    Maaf mas, baru mampir setelah sekian lama. tidak pernah melupakan sahabat yang jauh di sana. Salam hangat selalu dari saya di Malaysia.

     
    • wardoyo

      15 Juni 2010 at 13:43

      Terimakasih, Cik Gu Fatimah untuk pencerahannya.

       
  7. Dyta Harleems

    16 Juni 2010 at 07:33

    tukeran link yuuuu…

    ______________________________
    silakan….

     
  8. kawanlama95

    16 Juni 2010 at 09:32

    Banyak karya – karya besar dari mimpi kita, yang perlu dibentuk adalah kemampuan untuk mencapai mimpi itu. Salam sehat.sukses untuk anda

    _____________________________
    terimakasih…. salam sukses juga.

     
  9. julianusginting

    17 Juni 2010 at 09:55

    mimpi yg menjelma jd kenyataan….dream becomes true…

    ______________________________
    jangan hanya bermimpi…. jadikan mimpimu kenyataan

     
  10. tips beli rumah

    17 Juni 2010 at 12:11

    gw lah salah satu para pemimpi yang tak terus hanyut dalam mimpi..gw pengen sukses…dan wujutin semua mimpi gw….

    _____________________________

    semoga sukses mewujudkan mimpinya,mas….

     
  11. sedjatee

    18 Juni 2010 at 09:11

    teruslah bermimpi, karena tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu..
    mimpi dapat menjadi inspirasi dan semangat untuk meraih sukses,
    salam persahabatan…

    sedj

     
    • wardoyo

      19 Juni 2010 at 13:18

      mimpi adalah jendela masa depan
      salam sukses juga…

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: