RSS

Yang nyaris terlupakan

31 Mei

Tidak terasa sudah di penghujung bulan Mei. Saya hampir saja melupakan sebuah postingan yang cukup penting yakni tentang Kepulauan Morotai.

Berawal dari kepulangan saya ke Jawa di awal bulan ini. Saat hendak menuju bandara Ternate, saya tergoda untuk membeli koran. Ya, hanya sebuah koran. Koran lokal – Malut Pos. Malut adalah singkatan dari Maluku Utara.

Tentu saja, niat saya membeli koran Malut Pos edisi Sabtu, 1 Mei 2010 hanya sebagai bahan bacaan di perjalanan dan sekaligus koran ini menjadi sebuah kenangan tertulis atas tanah Maluku… (bukan karena ada Jupe di halaman muka!!🙂 ).

Saat menunggu keberangkatan di bandara itulah saya menemukan sebuah artikel menarik dalam koran Malut Pos yang saya baca. Sebuah kebetulan?? Barangkali memang kebetulan. Artikel yang saya maksud adalah tentang plesiran ke Kepulauan Morotai.

Diam-diam saya memendam keinginan yang sangat untuk bisa mengunjungi pulau yang satu ini, bahkan jauh sebelum saya membaca artikelnya. Banyak sekali sebabnya. Apalagi setelah membaca kisah kepulauan Morotai lebih banyak.

Apa sih yang menarik dari Morotai? Tentu saja sejarahnya!

Morotai adalah pulau bersejarah. Menurut tulisan dalam artikel di koran yang saya baca, ada jejak peninggalan sejarah Perang Dunia II di sana. Yang paling terkenal dan selalu menjadi tujuan wisata sejarah adalah bekas landasan pacu pesawat tempur peninggalan Jendral Douglas Mc Arthur – Panglima Tertinggi Sekutu dalam pertempuran Pasifik.

Pulau Morotai memiliki luas 2.476 kilometer persegi (barangkali seluas DKI Jakarta + Tangerang), penduduknya sedikit dan baru saja menjadi Kabupaten di Propinsi Maluku Utara. Tetapi hebatnya, pulau ini memiliki 12 landasan pesawat tempur!!

7 dari landasan pesawat itu hingga kini tetap digunakan sebagai pangkalan TNI AU. Dahulu ketujuh landasan pacu itu dibangun oleh tentara Amerika dengan mengeraskan batu karang dicampur minyak hitam (dan aspal?). Hingga kini kondisi landasan masih bagus dan tetap berfungsi. Entah berapa ratus ribu prajurit Sekutu yang pernah tinggal di Pulau Morotai ini, dan barapa ratus pesawat tempur Amerika yang pernah dikonsolidasikan di pulau ini? Mengapa sampai membangun 12 landasan tempur? Pertanyaan itu tidak terjawab, perlu studi yang lebih mendalam untuk itu.

Di samping landasan pesawat, beberapa bunker yang ditemukan di banyak tempat di Morotai dan pulau kecil di dekatnya ( P. Dodola dan P. Zumzum ) dapat dipastikan juga merupakan peninggalan PD II.

Sepertinya akan menarik sekali berkunjung ke Morotai. Letak Morotai yang terpisah di utara Halmahera membuat daerah ini masih asri dan kabarnya mempunyai pemandangan yang menakjubkan.

Kapan yaa bisa kesana?

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 31 Mei 2010 in Jalan Jalan

 

Tag: , , , ,

16 responses to “Yang nyaris terlupakan

  1. Tukiran

    31 Mei 2010 at 15:21

    waaah…mantep deh…fresh banget ni info,,,

     
    • wardoyo

      2 Juni 2010 at 12:57

      jalan-jalan mas…. nanti ajak-ajak saya🙂

       
  2. Adi

    31 Mei 2010 at 17:38

    Wow, kayaknya bagus itU, sayang juauh sekali dari malang, ehehe

     
    • wardoyo

      2 Juni 2010 at 13:00

      memang jauh dari mana-mana kok … yang unik namanya juga berbau Jepang ya…MOROTAI

       
  3. Rizdan

    1 Juni 2010 at 10:01

    Kunjungan perdana ,salam kenal … waduh kalau bisnis online dah sukses bisa kesana dong … tapi kapan ya?…
    makasih atas kunjungan di blog saya

    ____________________________

    semoga sukses bisnisnya, mas..
    nanti kalau ke Morotai bisa ngajak saya…hehehe

     
  4. Blog Keluarga

    1 Juni 2010 at 11:10

    Masih direncanakan dan sebatas angan dulu….

     
    • wardoyo

      2 Juni 2010 at 13:03

      yupzzz…. selamat berencana…

       
  5. bundadontworry

    2 Juni 2010 at 10:18

    mau ikut juga dong kalau ke morotai🙂
    tapi kok kayaknya kurang gaung promosinya ya Mas.
    kan lumayan bila bisa mendatangkan turis lokal maupun mancanegara, bisa menambah kas daereh .
    salam

     
    • wardoyo

      2 Juni 2010 at 13:24

      Memang bunda, Morotai kurang dipromosikan. Padahal landasan udaranya bagus lho, gak kalah besarnya dengan Bandara Adisucipto yang bertaraf internasional, bahkan bisa jadi lebih besar bandara Morotai (ini saya bandingkan di google map lho :D).
      Terimakasih atas sarannya, bunda.

       
  6. Kakaakin

    2 Juni 2010 at 11:22

    Wah, baru tau ada pulau morotai🙂
    Kok bisa ya dipake tentara sekutu dulunya??
    Apa tempatnya demikian strategis ?

     
    • wardoyo

      2 Juni 2010 at 13:27

      Kalau dilihat di atas peta, memang Morotai strategis sekali, karena terletak di utara Halmahera – termasuk jajaran pulau terluar Indonesia. Soal pemilihan Morotai menjadi markas Sekutu, itu saya tidak tahu alasannya…

       
  7. Ifan Jayadi

    8 Juni 2010 at 03:29

    Saya memang pernah mendengar tentang Pulau Morotai, tetapi secara detailnya tidak tahu pasti. Tulisan diatas paling tidak memberitahu kepada saya paparan singkat tentang pulau morotai tsb.
    Salam dan sukses selalu😛

     
    • wardoyo

      8 Juni 2010 at 12:25

      Salam sukses juga, mas Jayadi.
      Kapan jalan-jalan ke Morotai?

       
  8. jalu

    21 Desember 2010 at 13:43

    ke morotai ? : NAIK PESAWAT KE TERNATE…TRUSS…NAIK PESAWAT KE MOROTAI, atau ini yang lebih enak, dari ternate naik speedboat ke sofifi (40 menit), naik mobil angkutan (jenisnya Inova, Taruna, atau Yaris : 3 jam) ke Tobelo…..di tobelo juga punya segudang wisata pantai dan pulau, utk diving juga tidak kalah menarik……..truss naik speed ke morotai (1 jam)

     
  9. Regy

    17 November 2012 at 01:40

    12 landasan itu adalah landasan darurat om (model air strip). yang dibangun kemudian adalah 7 landasan permanen, itu pun yang masih terawat tinggal 2 landasan. yang 5 sudah ditumbuhi ilalang dan semak belukar dari retakan-retakannya.

    kenapa morotai dipilih sebagai markas sekutu? karena morotai merupakan pulau terluar di halmahera yang berbatasan langsung dengan pasifik, dan sangat dekat dengan filipina, batu loncatan sekutu untuk menyerang jepang.

     
  10. cara mengobati batu empedu

    22 Februari 2014 at 13:25

    jadi pengen nih berwisata ke sana

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: