RSS

Spice Islands (Ekspedisi Magellan – Part II) — habis

19 Mei

Ternate dan Tidore

Dua pulau yang menjadi incaran para pedagang Eropa abad-15
Dua pulau yang rute navigasinya dilacak dan dicari ratusan tahun
Dua pulau yang bertetangga, penduduknya bersaudara, tetapi raja-rajanya selalu bertikai, bersaing dan saling menjatuhkan satu dengan yang lain.
Dua pulau yang menjadi penghasil cengkeh nomor satu di dunia berabad-abad lamanya

*

Sultan Bolief dari Ternate dan Sultan Almansur dari Tidore. Keduanya sama-sama telah meramalkan : suatu hari akan datang serombongan ‘orang besi’ dari negara yang jauh yang akan mau bekerja demi kemasyhuran kerajaan mereka masing-masing.

Sultan Bolief menikmati rasa bangga dan ketenarannya saat Francesco Serrao muncul di tepi pantai Ternate dengan rombongan berbaju zirah yang mengkilat di terpa sinar matahari. Sebaliknya, rakyat Tidore saat itu menjadi masygul dan bersusah hati.

Maka, tidak heran jika kemunculan Kapten Jan Sebastian Del Cano di pantai Tidore disambut dengan luar biasa, sebagai bagian dari pemenuhan ramalan Sultan Almansur.

Pada tahun yang sama setelah kedatangan Portugis – 1512 – Sultan Bolief dari Ternate wafat. Penguasa Ternate setelahnya adalah Pangeran Taruwese (saudara lelaki Sultan Bolief) yang menjabat Wali Raja. Selama masa jabatan Kapten Serrao, Portugis mengalami masa kejayaan perdagangan – membentuk poros Lisabon-Goa-Malaka-Ternate. Sistem monopoli ditegakkan, dan secara keseluruhan semua didukung oleh Sultan.

Dalam laporan-laporannya kepada Raja Muda di Goa, Serrao dengan jelas menceritakan adanya pertentangan yang terjadi antara dua kerajaan – Ternate dan Tidore serta keinginan kedua raja agar Portugis eksis di wilayah mereka. Namun Serrao lebih memilih Ternate. Ia mendirikan kantor dagang – bukan benteng (Benteng Portugis di Ternate dibangun oleh penguasa berikutnya Kapten de Britto!!). Hal ini berlangsung hingga Serrao meninggal pada tahun 1520.

Sementara itu armada Spanyol – sisa ekspedisi Magellan – disambut dengan meriah di Tidore. Mereka dengan cepat dan gembira bisa mengumpulkan cengkeh sebanyak-banyaknya. Bahkan Sultan Tidore tidak segan-segan pergi ke Batjan untuk menambah persediaan Spanyol. Sementara menyediakan rempah-rempah untuk armada Spanyol, Sultan mengirimkan hadiah berupa kambing, unggas, ikan dan buah-buahan kepada Del Cano. Sebagai imbalannya, Sultan Almansur yang muslim meminta kepada armada Spanyol untuk memusnahkan babi yang dibawa dari Filipina dan disimpan sebagai persediaan makanan di dalam kapal mereka.

Orang-orang Spanyol menjalin hubungan baik dengan rakyat Ternate dan wilayah lain. Sultan Batjan dan Sultan Jailolo bahkan mengadakan kunjungan resmi ke kapal Spanyol. Mereka berpesta dan menari – hampir setiap malam.

Selama menunggu perbaikan kapal yang rusak, Pigafetta memuaskan rasa keinginan-tahunya dengan mencatat dan terus mencatat. Apa saja!!

Ia menghimpun semua informasi tentang adat istiadat, budaya, tanaman, binatang, pertanian dan pengolahan makanan, dan yang terutama adalah tentang budidaya cengkeh. Selama di Tidore, ia telah menghimpun kamus yang terdiri dari 1000 kata dasar.

Sekembalinya ke Eropa – Pigafetta menulis dan menerbitkan karya klasik besar mengenai studi wilayah. Contoh gaya tulisannya yang cermat dan detil bisa disimak seperti berikut :

    “… Mereka makan roti “kayu” yang didapat dari pohon seperti palem, yang dibuat dengan cara sebagai berikut. Mereka ambil sebatang kayu lunak dan sisihkan duri-durinya yang hitam panjang. Kemudian mereka tumbuk kayu itu dan dari bahan itu dibuatlah roti. Mereka menggunakan roti yang mereka namakan sago itu hampir sebagai satu-satunya makanan mereka kalau sedang berlayar…”

21 Desember 1521, Kapal Victoria siap mengangkat sauh dari pantai Tidore. Mereka dilepas oleh armada kora-kora Sultan Tidore. Victoria mengangkut 47 orang Spanyol dan 13 orang “Indian” (sebutan umum kala itu untuk orang-orang Timur – orang India, bahkan kesalahan ini yang menyebabkan Columbus menyebut penduduk Benua Baru dengan nama Indian, admin) – termasuk juru bahasa Melayu dan beberapa rakyat Ternate. Del Cano meninggalkan 4 orang Spanyol di Tidore menjaga “bendera Spanyol”, juga sebagai jaminan kepada Sultan bahwa ia akan kembali lagi.

Trinidad menyusul beberapa hari kemudian, tetapi kandas di dekat pantai. Menurut versi lain – kapal Trinidad ditenggelamkan dan dirampas muatan cengkehnya oleh Portugis yang mengganggap Maluku adalah wilayah kekuasaan mereka- sesuai mandat Sri Paus. Dengan demikian 49 awak Spanyol kembali harus bergabung dengan 4 teman mereka di Tidore.

Akhirnya, ekspedisi Magellan dapat kembali ke tanah Spanyol. Ekspedisi ini tercatat dalam sejarah sebagai penjelajahan pertama kali keliling dunia. Walaupun Victoria tiba di Spanyol dalam keadaan compang-camping dan hanya tersisa 17 orang Spanyol dan 4 orang “Indian”, namun sambutan yang mereka terima sepadan dengan pengorbanan yang mereka berikan.

Arak-arakan prosesi penyambutan kepulangan 17 orang “Penjelajah – Eksplorer” paling berani saat itu begitu luar biasa – dapat dibayangkan bakal menyerupai kebesaran acara penyambutan seandainya Spanyol memenangkan Piala Dunia 2010 (???).

Apalagi setelah cengkeh yang dibawa oleh lambung Victoria yang bocor ternyata masih mendatangkan keuntungan setelah dilelang… Keuntungan 300 Lyra saat itu, cukup untuk membuat Raja Carlos tertawa. Hmm, pada akhirnya, semua kembali kepada hitungan dagang.

Sepanjang sejarah, tanaman yang bisa membuat orang bahkan sebuah negara kaya-raya adalah tanaman rempah-rempah dari Spice Islands

Ferdinand Magellan – sang penggagas perjalanan keliling dunia ini – tidak menikmati sama-sekali keberhasilan ini. Namanya bahkan disebut dengan penuh ironi. Magellan dimasukkan catatan sejarah dalam kategori “Penjelajah Spanyol”. Padahal – pada 1511 – ia hanyalah seorang pelaut Portugis yang ikut bertempur melawan Pati Unus di Malaka!

***

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Mei 2010 in Catatan Sejarah

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

6 responses to “Spice Islands (Ekspedisi Magellan – Part II) — habis

  1. Kakaakin

    20 Mei 2010 at 19:42

    Hehe… ada2 aja banner yang ada di foto itušŸ™‚

     
    • wardoyo

      21 Mei 2010 at 00:23

      Makanya, Kakaakin jangan percaya iklan atau mitos…. percayalah pada sejarah.

       
  2. Kaka Akin

    20 Mei 2010 at 19:45

    Wow… benar2 keliling dunia!
    Sisa 17 orang?? Hmm… memang niat awalnya demi harta sihšŸ˜¦
    Btw, setelah itu Spanyol masih bolak-balik Tidore kan?

     
    • wardoyo

      21 Mei 2010 at 00:31

      Spanyol memang berniat menancapkan kuku di Tidore, tetapi musuhnya adalah Portugis. Menurut jejak sejarah Spanyol sempat bersekutu dengan Sultan Tidore, Sultan Bacan dan Sultan di Jailolo. Sempat mencicipi aroma kemakmuran cengkeh sebelum akhirnya – dengan campur tangan Paus yang membagi-bagi wilayah penyebaran agama sekaligus wilayah koloni – Spanyol diperintahkan bergeser ke utara. Jadilah Spanyol penguasa Filipina.
      Thanks ya, Kaka Akin, untuk apresiasinya.

       
  3. coretanyush

    14 Maret 2012 at 14:17

    Spanyol kemudian memasang Prasasti (saya lupa tahun berapa), mereka datang dengan seragam lengkap (waktu itu saya masih SD).
    Konon sebelum itu, penduduk dunia masih berpresepsi bahwa bumi itu persegi, maka 5 kapal dibagi dalam dua arah berbeda, dan hanya 2 kapal dari arah berbeda yang bertemu di Pantai Rum pulau Tidore yakni VICTORIA dan TRINIDAD. dari sinilah dicetuskan bahwa TERNYATA BUMI ITU BULAT. Jelas sekali bahwa PENCETUSAN BUMI ITU BULAT diproklamirkan di PANTAI RUM PULAU TIDORE. (saya kutip langsung dari prakata panglima kapal saat upacara pemasangan prasasti) SALAM UNTUK SEMUA. Share ke blog saya yah !!

     
  4. nebulanian

    5 Desember 2015 at 01:51

    Justeru yang berhasil keliling dunia itu malah del Cano, ya, bukan Magellan. Tapi tetap saja namanya ekspedisi Magellan, bukan ekspedisi del CanošŸ˜€

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: