RSS

Orang Hutan (Bagian ke-2)

25 Apr

Sesuai janji saya untuk menuliskan tentang “orang hutan”, maka saya akan menambahkan beberapa informasi tentang keberadaan orang hutan di Maluku Utara ini.

Tanggapan Bapak Samlawi di posting saya sebelumnya (Prologue: Orang Hutan) cukup lengkap. Ditambah lagi Bp Samlawi mengirimkan foto pribadi (dan juga video) saat interaksi beliau dengan “orang hutan” tersebut.

Dua "orang hutan" yang telah bersosialisasi

Foto di atas adalah koleksi Bp Samlawi yang telah saya sunting untuk menunjukkan profil kedua “wild human” yang telah berbaju lengkap. Perhatikan saja bentuk wajah dan warna kulit mereka yang “berbeda”.

Duduk dari kiri ke kanan adalah penterjemah bahasa, OH 1, Bp Samlawi, OH 2 dan OH 3.

Foto diambil saat kemunculan orang hutan ini di camp Akijira (sayangnya, saya belum beruntung mencapai wilayah itu). Bp Samlawi pernah bertugas di wilayah Akijira – Halmahera Tengah. Setiap kali, kemunculan ke-tiga orang hutan ini selalu mengundang kehebohan warga dan para pekerja. Ada yang menyebut mereka orang tobutil, mungkin karena mereka berbahasa Tobelo. Sedikit sekali dari banyak pekerja lokal yang mampu berbahasa Tobelo, sehingga warga lokalpun selalu terlihat surprise dengan kemunculan mereka….

Satu hal yang menjadi catatan adalah : orang hutan ini hanya memakai pakaian jika hendak mendekati komunitas manusia lain. Setelah mereka masuk hutan, kembali mereka akan memakai atribut aslinya – pakaian kulit kayu yang hanya menutupi aurat vital! Mereka tidak bisa dicari; merekalah yang akan mendatangi kita … kalau mereka mau!

Foto bersama

(Note : Foto-foto dimuat atas persetujuan Bp Samlawi. Untuk beberapa video singkat, mohon maaf belum bisa dimuat, sementara menjadi koleksi pribadi.)

(To be continued…….)

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada 25 April 2010 in Jalan Jalan

 

Tag: , , ,

7 responses to “Orang Hutan (Bagian ke-2)

  1. Kakaakin

    26 April 2010 at 09:26

    Iya ya… wajahnya mirip orang luar dikit🙂
    Tapi kok bahasanya tobelo ya? Kok bukan bahasa Maluku atau bila memang mereka keturunan Portugis, kok gak pake bahasa itu ya?
    Atau mungkin kehidupan di hutan yang merubah mereka🙂

     
  2. wardoyo

    26 April 2010 at 10:03

    Thanks ya @ kakaakin. Jawabannya tunggu di episode berikut… ada surprise!
    Artikelnya sedang diolah, sejarahnya sedang dikumpulkan, plus sajian foto-foto terbaru… (promo.com)…

     
  3. bundadontworry

    26 April 2010 at 10:04

    walaupun tinggal di hutan, kulit mereka bersih banget ya,
    mungkin krn mandi di sungai yg airnya belum tercemar, jadi kulitnya bisa bagus gitu.
    terimakasih krn telah berbagi hal2 yg menakjubkan ini Mas.
    salam

     
    • wardoyo

      26 April 2010 at 10:13

      Terimakasih bunda. Jangan ketinggalan sambungannya ya…

       
  4. sedjatee

    26 April 2010 at 10:26

    kirain bicara tentang primata: orangutan,
    hehee… ternyata tentang saudara kita sendiri
    sukses mas.. sehat selalu…

    sedj

     
    • wardoyo

      27 April 2010 at 05:19

      Terimakasih bung sedjatee….

       
  5. siyamadi

    29 April 2010 at 22:12

    banyak yang gak beres diantara yang tidak beres. jadi saha nu beres teh….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: