RSS

Sempurna atau Jumud

25 Jan

Sesuatu yang manusiawi adalah sesuatu yang wajar dan alami. Karena manusia itu tidak sempurna, maka kesempurnaan itu menjadi tidak manusiawi, tidak wajar dan tidak alami.

Tidak ada yang sempurna. Dalam konsep pengikutnya – Islam adalah agama yang sempurna, namun – masih di dalam konsep – perbedaan pendapat dan keberagaman diijinkan sebagai sesuatu yang manusiawi, sesutu yang alamiah. Jadi – kesempurnaan itu ada dalam ketidaksempurnaan.

Secara naluriah, kita memuja kesempurnaan. Tetapi sekaligus tidak menyukai yang serba sempurna, dan memilih yang terbatas dan manusiawi.

Sejarah teknologi mencerminkan hal ini, yaitu saat Microsoft memenangkan persaingan di pasar dari pesaing utamanya Apple justru karena Microsoft memiliki segudang kelemahan. Apple mempromosikan produknya dengan embel-embel perfect, satu kali untuk seumur hidup, long life guarantee dsb. Sementara Microsoft hanya menyatakan produknya dapat membantu hidup kita dan membuatnya menjadi lebih indah. Apple menawarkan kesempurnaan, Microsoft menawarkan dunia perubahan tanpa batas. Apple menawarkan kemapanan, Microsoft justru menawarkan produk yang belum tuntas – selalu dalam proses penyempurnaan.

Masyarakat mapan dan pemuja kesempurnaan sangat menyukai Apple, tetapi jauh lebih banyak lagi orang yang menggunakan Microsoft. Produk Microsoft justru disukai karena tidak sempurna, mudah diserang hacker dan gampang dibajak, tetapi dijual mahal.

Bercerminlah pada sejarah. Ketika sesuatu dinyatakan sempurna, maka sesuatu itu menjadi statis, mandeg dan buntu. Dalam istilah agama disebut jumud. Pernah dalam satu sesi sejarah peradaban Islam, ketika para ulama dan masyarakat menyatakan bahwa pemikiran 4 madzhab fiqh adalah final dan perfect. Saat itulah peradaban Islam berada di jurang kebuntuan, titik kejumudan dalam rangkaian panjang kemajuan.

Kesempurnaan menjadi berkorelasi dengan kemandegan. Justru ketidaksempurnaan yang manusiawi itu identik dengan kemajuan dan sikap dinamis.

Skandal Bank Century memberikan pelajaran berharga tentang ketidaksempurnaan sistem, teori-teori ekonomi dan pemikiran para pakar dan pengamat perbankan di negeri ini. Justru karena menonton berbagai kekurangan dalam orkestra di Gedung DPR itulah kini kita mengalami kemajuan mental yang luar biasa dalam berpikir dan bertindak.

Jika Anda seorang produsen, disarankan untuk sekali-sekali tidak mencantumkan kata perfect – sempurna – dalam produk Anda. Mie Sedaap yang sempat mengguncang pasar mie-instan yang selama ini dikuasai Indofood dahulu membuat langkah keliru ketika beriklan dengan tema “mie yang dibuat dengan sempurna”. Langkah ini sama dengan mengatakan, “kami berhenti di sini”. Karena itu, buatlah produk yang inovatif namun tidak sempurna.

Roti Boy berdiri karena konsep “satu cukup untuk semua”. Dengan satu resep, dijamin semua orang suka. Perfect – Sempurna! Harus diakui – Roti Boy – memang enak dan punya pangsa pasar besar. Tetapi pasar yang jauh lebih besar tidak membeli Roti Boy, mereka lebih memilih MD, dan Bread-bread yang lain. Orang banyak lebih menghargai ketidaksempurnaan.

Sejak kapan Indonesia mempunyai Presiden sempurna?? Tidak pernah! Namun para pemuja kesempurnaan menganggap, jika Presiden menyanyi dan membuat album lagu akan mengurangi kesempurnaan Sang Presiden. (Apa iya sih??)

Jadi, hargailah perbedaan. Karena kita memang tidak sempurna.

Jadi, apakah selingkuh itu manusiawi? Hasrat selingkuh adalah manusiawi, tetapi perbuatan selingkuh adalah dosa. Lebih baik poligami aja…

 
19 Komentar

Ditulis oleh pada 25 Januari 2010 in Opini

 

Tag: , , , , , , ,

19 responses to “Sempurna atau Jumud

  1. mobil88

    25 Januari 2010 at 11:30

    good article…bravo !!
    http://mobil88.wordpress.com

     
  2. zipoer7

    26 Januari 2010 at 02:58

    Salam Takzim
    Mohon izin menyampaikan undangan acara di humberqu via batavusqu ya
    Salam Takzim Batavusqu

     
    • wardoyo

      27 Januari 2010 at 12:01

      diterima kang dan sudah menikmati hidangan di sana…. sedaap

       
  3. sedjatee

    26 Januari 2010 at 13:52

    perbuatan selingkuh adalah dosa. Lebih baik poligami aja…

    kalimat ajakan yang telah ditunggu-ditunggu oleh kaum pria, saatnya para wanita mendukungnya…. semoga lekas terrealisasi, tak hanya sekadar mimpi… salam sukses…

    sedj

     
    • wardoyo

      27 Januari 2010 at 12:03

      wahh… baru rencana mau dicoret tuh kalimatnya… sudah ada pendukungnya…
      hmmm

       
  4. katakatalina

    26 Januari 2010 at 17:34

    saya suka tulisan ini. sepakat sekali, kesempurnaan itu hanya disifati oleh Allah. itulah sebabnya ada ruang kreativitas dan inovasi.

     
    • wardoyo

      27 Januari 2010 at 12:10

      Kesempurnaan itu hanya milik Yang Maha Sempurna.

      Seringkali, dalam khutbah atau ceramah sang pembicara mengatakan “Islam adalah agama yang sempurna, buktinya bla..bla..”, maka biasanya saya gatal ingin segera pergi ke pintu keluar. Tetapi kalau pembicara mengatakan ..”Islam adalah agama yang sesuai fitrah dan manusiawi… bla..bla…”, biasanya saya langsung pasang telinga baik-baik loh.

      Terimakasih ya @katakatalina untuk kunjungannya.

       
  5. Kakaakin

    27 Januari 2010 at 08:41

    Loh, Mas… kok ujung-ujungnya membahas masalah selingkuh?

     
    • wardoyo

      27 Januari 2010 at 12:12

      Ha..ha… itu cuma intermezzo, biar gak capek baca yang serius-serius…
      Selamat tinggal selingkuh.

       
  6. Pejuang Kata

    29 Januari 2010 at 10:10

    Jadi, apakah selingkuh itu manusiawi? Hasrat selingkuh adalah manusiawi, tetapi perbuatan selingkuh adalah dosa. Lebih baik poligami aja…

    sebuah pesan kalimat terakhir yang dalem dan sempurnaaa😉

     
    • wardoyo

      29 Januari 2010 at 13:44

      Sempurna ya…. jadi mandeg lagi nih!

       
  7. Lambang 212°

    30 Januari 2010 at 12:57

    Hasrat selingkuh adalah manusiawi, tetapi perbuatan selingkuh adalah dosa. Lebih baik poligami aja…

    Dosa kalau beragama Islam. Kalau agama lain mungkin tidak. Jadi tetaplah berselingkuh jika agama Anda mengijinkannya, agar bisa meratakan kemakmuran di negeri ini.🙂
    *benar-benar ajakan yang kontradiksi*

     
    • wardoyo

      31 Januari 2010 at 16:14

      Kalau agama dimaknakan sebagai pedoman hidup agar “tidak kacau”, maka setiap agama pasti melarang perselingkuhan. Dan hubungan “perselingkuhan” dengan “pemerataan kemakmuran” adalah seperti hubungan air dan api… hehehe… kagak bakal ketemu @ mas Lambang.

      Ajakannya benar-benar kontradiksi neeh…

       
  8. bundadontworry

    31 Januari 2010 at 08:49

    maaf kalau saya agak berbeda pendapat disini,
    jelas2 di salah satu ayat al-qur’an Allah swt mengatakan bahwa makhluk ciptaanNYA yg paling sempurna bernama manusia.
    jadi, kalau dikatakan kesempurnaan itu tdk ada, saya kurang setuju.
    tergantung dr sisi mana kita melihat dan menyikapinya.
    orang yg susah, kalau di satu hari dia bisa makan lengkap dgn lauk pauk, maka dia akan mengatakan hidupnya telah sempurna.
    salam.

     
    • wardoyo

      31 Januari 2010 at 16:20

      Saya juga setuju dengan pendapat bunda. Manusia disebut makhluk sempurna, tapi sesungguhnya amat tidak sempurna. Mata kita tidak setajam elang, tenaga kita tak sekuat gajah, kuku kita tak setajam harimau, kitapun tidak bisa terbang seperti nyamuk.
      Jadi, apanya yang sempurna?
      Tentu saja akal dan hati yang menyempurnakan.

      Itulah kesempurnaan dalam ketidaksempurnaan.

       
      • bundadontworry

        3 Februari 2010 at 20:01

        kalau yang ini bunda sependapat Mas, kesempurnaan dlm ketidaksempurnaan.
        terima kasih Mas utk sharingnya🙂
        salam.

         
      • wardoyo

        5 Februari 2010 at 16:11

        Terimakasih bunda untuk pengertiannya.

         
  9. farid

    15 Februari 2010 at 21:25

    Yg slingkuh2 di akhir itu lo ketoke kok jan sempurna…

    Btw tulisannya sangat inspiratif dan reflektif.
    Muga2 bermanfaat. Amiin.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: