RSS

Hemat Pangkal Kaya

21 Jan

RAJIN PANGKAL PANDAI

HEMAT PANGKAL KAYA

*

Para kaum cerdik-pandai dan penyair di masa lampau begitu getol menyebarkan pepatah ini di kalangan rakyat. Dalam buku, syair dan berbagai kitab pepatah ini dijadikan pegangan.

Mengapa rakyat mesti rajin ?
Karena memang rakyat harus rajin supaya bisa digunakan tenaganya dan mengabdi di istana raja-raja.

Mengapa pula rakyat harus hemat ?
Karena kalau tidak hemat pasti penghasilan rakyat takkan cukup untuk hidup.

Pepatah ini dalam sejarah kerajaan tidak berlaku untuk kalangan pejabat dan para pangeran. Seorang pangeran tidak  berhemat, karena semua telah tersedia dan dicukupi.
Rajin bukanlah syarat, karena pelayan dan pengawal berada di sekeliling siap menanti perintah. Tanpa syarat rajin dan hemat Putra Mahkota bisa menjadi Raja – kalau sudah waktunya.

Seperti kata pepatah : anak harimau adalah harimau juga.

Jadi, syarat rajin dan hemat adalah untuk rakyat jelata dan orang awam berdarah merah atau hitam. Syarat ini tidak berlaku untuk mereka yang berdarah biru.

Seiring dengan berlalunya masa, percayalah, bahwa di masa sekarang syarat untuk menjadi pandai dan kaya sudah berbeda sama sekali.

Pangkal pandai bukanlah rajin, tetapi mempunyai orang tua kaya yang bisa membiayai banyak fasilitas pendidikan yang serba mahal.

Pangkal kaya bukan lagi berhemat, tetapi mempekerjakan orang rajin, orang disiplin dan orang pandai sebagai bawahan dan karyawan.

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada 21 Januari 2010 in Cerita Miring

 

Tag: , , ,

12 responses to “Hemat Pangkal Kaya

  1. zipoer7

    21 Januari 2010 at 13:26

    Salam Takzim
    Ulasan yang cukup berbobot, dengan memberikan gambaran tentang tidak berlakunya pepatah diatas oleh pejaba dan atau pangeran, karena uang sudah mampu menjawab pepatah itu… makasih kang sudah mengingatkan akan pepatah itu, walau sekarang rekening yang bicara, dan tak akan ada yang membersihkan kalau saya yang membersihkan
    Salam Takzim Batavusqu

     
    • wardoyo

      21 Januari 2010 at 14:02

      Terimakasih kang zipoer7.
      Pepatah itu memang hanya retorika.

       
  2. Hary4n4

    21 Januari 2010 at 14:05

    Apa mungkin, pepatah dari pujangga itu..karna masukan dari para orang2 kerajaan pada zaman dulu yaa.. Jadinya, rakyat hemat, pejabat kaya.. Rakyat rajin, pejabat makmur..
    Maaf, ini cuma main tebakan saja kok..hehe😀

    Tulisannya sangat mantab sekali, sangat mengena banget..
    Salam kenal.. Salam hangat dan damai selalu..

     
    • wardoyo

      21 Januari 2010 at 15:02

      Ada dua kemungkinan mas.
      Yang pertama, para pujangga dan penyair itu jujur melihat kenyataan dan mereka menyampaikan pesan kepada rakyat awam secara terselubung. Yang kedua, para pujangga dan penyair menperoleh tunjangan dan penghargaan dari raja dan bangsawan, jadi mereka mewakili pandangan para raja dan para bangsawan… haha…

      Jangan terlalu serius mas, hanya gerundelan saja kok. Salam kenal juga.

       
  3. katakatalina

    21 Januari 2010 at 17:21

    wah…ada benarnya juga ya.

     
  4. sedjatee

    22 Januari 2010 at 08:04

    rajin pangkal pandai
    hemat pangkal kaya
    nikmat pangkal paha

    salam kaya…

    sedj

     
    • wardoyo

      22 Januari 2010 at 10:43

      kwakwakwak….
      salam kaya juga bung.

       
    • abifasya

      25 Januari 2010 at 02:46

      Nah itu tuhhh pangkal yang ketiga ….
      SENSORRRR ahhhhh

       
  5. abifasya

    25 Januari 2010 at 02:46

    Apa Kabar Sahabat ?
    Sudah lama gak mampir, kangen juga neh …
    Salaam

     
    • wardoyo

      25 Januari 2010 at 09:53

      Salam kembali… terimakasih sudah mampir lagi bang.

       
  6. zipoer7

    25 Januari 2010 at 10:06

    Salam Takzim
    Selamat pagi, mohon izin menempatkan berita louncing blog saya yang baru, semoga berkenan
    http://isro-m.com/
    Salam Takzim Batavusqu

    _______

    apik kang

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: