RSS

Jepang di Mata Seorang Kubilai Khan

18 Jan

Kepulauan Jepang di masa lalu beserta masyarakatnya dinilai sangat tinggi oleh Kaisar Mongol yang terkenal – Kubilai Khan.

Seperti yang diceritakan dalam sejarah, Dinasti Yuan (Kekaisaran Mongol Timur) yang dipimpin oleh Kubilai Khan telah dua kali melakukan invasi ke Jepang. Invasi pertama tahun 1274 M, sedangkan invasi kedua tahun 1281 M. Sementara invasi untuk menaklukkan Nusantara dilakukan pada tahun 1293 M.

Imperium Mongol saat itu telah terbagi dua. Kekaisaran Mongol Barat di bawah Hulagu Khan (sebagai Khan Kecil atau Ill Khan) dan Kekaisaran Mongol Timur di bawah Kubilai Khan (Khan Besar). Pada masa Kubilai inilah Mongol mencapai puncak kebesarannya, sekaligus awal dari kemunduran sebuah dinasti. Setelah kerajaan Sung Selatan berhasil ditaklukan (1279 M), Kubilai menamakan kekaisarannya dengan nama dynasti Yuan. Dynasti Goryeo (Koryo atau Korea) juga tunduk menjadi kerajaan satelit Mongol. Dinasti Yuan beribukota di Beijing dimana Kubilai menyebut ibukota kekaisaran dengan nama The Forbidden City – (Daidu atau Ta-tu, Marco Polo dalam bukunya The Travels mencatatnya Khanbalik), serta membangun sebuah  istana musim panas yang megah di Shangtu atau Xanadu – pada 1264 M.

Tahun 1266 M, Kubilai mengirimkan surat kepada penguasa Jepang Shikken Hojo Tokimune. Isi suratnya meminta agar Shogun mengakui kebesaran Mongol dan takluk di bawah naungan Bendera Srigala. Namun utusan Kubilai kembali dengan tangan hampa.

Tahun 1268 M, dikirimlah utusan kedua dengan maksud yang sama. Utusan kedua ini kembali pulang dengan jawaban kosong. Hojo Tokimune tidak memberikan jawaban. Tercatat dalam sejarah Jepang, Kubilai mengirim utusan berkali-kali yakni pada tanggal 7 Maret 1269, 17 September 1269, September 1271 dan May 1272. Seluruhnya ditolak tanpa jawaban.

Invasi ke Jepang pertama, 1274 M

Sebenarnya, Kubilai sudah gregetan ingin menyerbu Jepang sejak utusannya yang kedua kembali tanpa jawaban tahun 1268. Tetapi apa daya, Mongol tidak mempunyai armada laut. Jadi, Khan lalu mengulur waktu untuk mempersiapkan diri. Kubilai lalu menikahkan pangeran dari Goryeo dengan salah satu saudara perempuannya. Dengan bantuan dari Koryo atau Goryeo inilah, Kubilai bisa menyiapkan armada laut. Saat itu kepandaian orang Goryeo dalam pembuatan perahu adalah yang terbaik, melebihi kepandaian orang Sung.

1272 M, Chungyeol dari Goryeo mengabarkan kepada Khan bahwa kerajaan Goryeo telah mempersiapkan 150 buah kapal besar yang siap digunakan untuk menaklukkan Jepang. Memang sih, hubungan Jepang dan Goryeo dari nenek moyangnya dulu tidak pernah akur (bahkan hingga kini masih bersengketa memperebutkan sebuah pulau kecil). Jadi, wajar saja kalau Goryeo dengan senang hati membantu Kubilai menyerbu Jepang. Di samping kapal Korea, Khan juga membangun armada laut dengan bantuan tenaga ahli dari bekas kerajaan Sung.

Akhirnya, pada 1274, armada Yuan bertolak menuju Jepang. Diperkirakan sekitar 15.000 pasukan Mongol & China – berikut 8.000 orang prajurit Goryeo turut serta dalam invasi ini. Mereka ditampung dalam 300 kapal layar besar dan 400-500 kapal kecil. Rombongan ini berhasil merapat di Tsushima dan Iki, dan tanpa kesulitan berhasil menggondol banyak perempuan untuk disimpan dalam kapal.

19 November 1274. Balatentara Mongol tiba di Teluk Hakata (Hakata Bay), jalur terdekat ke menuju ibukota Kyushu. Hari itu dalam catatan sejarah dikenal dengan “Battle of Bun’ei” atau sering juga disebut “Battle of Hakata Bay”.

Jelas sekali disebutkan dalam catatan sejarah, betapa pasukan Shogun tidak siap untuk serbuan ini. Shogun saat itu tidak memiliki seorang jendralpun yang mampu mengorganisir pasukan dan mempunyai pengalaman perang yang mumpuni. Yang terjadi adalah perang sampyuh – one by one – duel sampai mati. Sudah bisa diperkirakan bahwa dalam waktu singkat Shogun akan dapat  ditaklukan. Pasukan Jepang kalah segala-galanya. Hanya satu yang dimiliki orang Jepang, semangat patriotik dari orang yang kepepet! Maka, Hakata Bay dipertahankan dengan darah, sejengkal demi sejengkal. Namun dalam hal kenekatan dan keberanian Mongol tidaklah kalah. Dalam sehari itu, pasukan samurai yang mempertahankan Hakata Bay dihancurkan, sisanya bersembunyi.

Malampun menjelang. Pasukan Mongol beristirahat di atas kapal dan di pantai yang berhasil mereka kuasai. Dan keajaiban datang dalam bentuknya yang tak terduga. Alam bergejolak menunjukkan kekuasaannya. Topan super menyapu Hakata Bay di tengah malam. Suaranya seperti nyanyian kematian. Saat pagi menjelang, terlihat bahwa lebih separuh kapal armada Yuan lenyap tanpa bekas, pasukan Mongol porak poranda.

Pasukan Jepang tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Pasukan Mongol yang tersisa di pantai dalam kondisi compang-camping setelah selamat dari badai topan dibantai tanpa ampun. Banyak perahu Mongol yang juga dihancurkan, dan hanya sedikit yang mampu kembali untuk mengabarkan kekalahan. Jendral  Kim Bang Gyeng kembali ke Goryeo dan mempersembahkan 200 anak lelaki dan perempuan hasil pampasan sebagai budak kepada Raja Korea.

Tokimune, belajar banyak dari kemenangan ini. Ia lalu mulai mengorgansir pasukan, menyebarkan ajaran Zen Budhisme dan menanamkan semangat bushido di kalangan para samurai Jepang. Tahun 1276, Kamakura membangun dinding pertahanan setinggi dua meter di setiap titik vital di Hakata Bay. Sebuah persiapan untuk menghadapi serbuan Mongol berikutnya. Mereka percaya, Kubilai pasti akan murka dengan kekalahannya dan akan kembali.

Kubilai Khan sebenarnya lelah untuk berperang terus. Maka ia lalu mengirim 5 orang utusan pada bulan September 1275 ke Kyushu. Hasilnya nihil. Tokimune bahkan membunuh semuanya. Kuburan ke-5 utusan Mongol itu masih terpelihara hingga sekarang.

29 July 1279, kembali 5 orang utusan Kubilai datang menemui Shogun. Nasib mereka sama saja. Dipenggal di Hakata. Tokimune siap menghadapi amukan Mongol. Ia memerintahkan semua kuil dan sanggar pemujaan mendoakan para prajurit dan samurai Jepang dalam menghadapi Mongol. Peristiwa doa bersama ini terjadi pada tanggal 21 Februari 1280.

Invasi ke Jepang kedua, 1281 M

Wilayah Kekaisaran Mongol di era Kubilai Khan

Pada musim semi 1281 M, Armada Timur atau disebut juga Armada Laut Yangtze Selatan membawa pasukan Mongol & China menuju Jepang. Mereka akan bertemu dengan Armada Goryeo di teluk Hakata. Tidak tanggung-tanggung, Kubilai mengerahkan 200.000 orang prajurit dengan lebih dari 3000 kapal besar dan kecil. Suatu armada laut yang hingga 650 tahun kemudian tidak tertandingi. Kebesaran armada Yuan saat itu hanya bisa dilampaui oleh Armada Sekutu pada peristiwa Pendaratan Normandia dalam Perang Dunia II.

Bahkan para samurai yang telah bertahun mempersiapkan diri dalam benteng-benteng tembok menjadi ciut nyalinya. Tidak ada harapan bagi Shogun.

Battle of Koan. Sering juga disebut “The Second Battle of Hakata Bay”. Para prajurit Shogun dan samurai sudah berkecil hati. Mereka bagaikan kumbang mengitari unggun api. Maju berperang adalah bunuh diri. Tak sebanding. Tetapi, suratan takdir berbicara lain.

KAMIKAZE

Kata-kata ajaib yang kemudian mengakar dalam benak rakyat Jepang hingga Perang Dunia II. Sejarah yang diceritakan turun-temurun. Ya, itulah kata yang diucapkan oleh para samurai saat mereka dari balik tembok perlindungan menyaksikan kembali kedatangan Dewa Penolong – topan super!! Sejarah kembali berulang.

Pasukan Mongol kembali harus berhadapan dengan kekuatan alam yang maha dahsyat. Kamikaze, a massive typhon, menghajar Hakata Bay sepanjang pesisirnya, meluluh-lantakkan semua yang ada di atas tanah dan di atas air. Mongol kehilangan duapertiga armada laut dan pasukannya.

***

Kejadian ini mencoreng muka Kubilai Khan. Dalam waktu yang tidak terlalu lama setelah  invasi ke Jepang, Kubilai ingin mengembalikan wibawa. Kubilai kembali mengirim utusan ke Nusantara 1289, namun Raja Jawa saat itu – Prabu Kertanegara – menolak takluk. Tiga kali pengiriman utusan telah ditolak, bahkan utusan terakhir – Meng Qi – dirusak mukanya oleh Sang Prabu Kertanegara.

Dalam hal keberanian sebenarnya Kertanegara tidak kalah oleh Shogun di Jepang. Tetapi lucunya, mengapa Kubilai hanya mengirim 20.000 prajurit Mongol dengan jendral kelas 2 untuk menaklukkan Jawa? Apakah karena jendral-jendral utama Mongol yang dikirim ke Jepang banyak yang tidak kembali atau dihukum mati? Atau barangkali saat itu Kubilai menganggap ketangguhan kerajaan Jawa dan manusia Melayu di Nusantara hanya 10% kehebatan bangsa Jepang??

Kubilai kembali harus menelan kegagalan. Di tanah Jepang Kubilai kehilangan duapertiga armadanya, di Jawa (1293 M) ia kehilangan sekitar seperlima pasukannya. Keduanya adalah kegagalan yang mengikis kekuasaan Mongol di daratan China. Mongol secara alamiah memang tidak mempunyai armada yang tangguh di laut. Semua perahu, nakhkoda bahkan kelasinya hanya pinjaman dari Goryeo atau eks armada Sung yang juga tidak berpengalaman berperang di samudra.

Sejarah telah berbicara. Kubilai bukan orang yang mudah menyerah. Logika sejarah mengatakan, kalau mengikuti style temperamen Kubilai, ia pasti akan mengirimkan armadanya kembali untuk membalas kekalahan di Tanah Jawa. Bukan type seorang Kubilai untuk menyerah kalah. Ahh ….kalau saja …

Kalau saja Kubilai Khan tidak sakit-sakitan (dan akhirnya mangkat pada 1294 M)…

_________________

Sumber tulisan dan sebahagian photo :
1. Mongol Empire
, klik di sini
2. Kamikaze
, klik di sini

 
38 Komentar

Ditulis oleh pada 18 Januari 2010 in Catatan Sejarah

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

38 responses to “Jepang di Mata Seorang Kubilai Khan

  1. batavusqu

    18 Januari 2010 at 13:14

    Salam Takzim
    Cukup panjang sejarah ini, dari tahun ketahun kubilai khan pantang menyerah demi sebuah peradaban mongol
    Salam Takzim Batavusqu

     
    • wardoyo

      18 Januari 2010 at 14:46

      Mongol Empire memang yang terbesar sepanjang sejarah, jadi layak untuk sekelumit cerita invasinya butuh postingan panjang…
      Terimakasih kang zipoer7.

       
      • zipoer7

        21 Januari 2010 at 13:28

        Sepanjang apapun yang disajikan saya akan tetap membacanya karena dari hurup hurup yang diatur saya dapat peham cara bertutur tulisan dan berujar kata
        Salam Takzim Batavusqu

         
  2. Mr.o2n°

    19 Januari 2010 at 07:07

    Wah sejarah kerajaan mongol aku jadi ingat film Yoko

     
    • wardoyo

      19 Januari 2010 at 11:29

      yups… era Yoko itu sebelum Kubilai Khan tetapi setelah Jenghis Khan. Saat itu Mongol tetap gagal menguasai seluruh daratan China – masih tersisa Kerajaan Sung selatan. Thank you.

       
  3. katakatalina

    19 Januari 2010 at 15:33

    wow…saya jadi menyelami betul semangat pantang menyerahnya Kubilai. Namun satu hal yang bisa kita pelajari adalah, sedahsyat apapun kekuatan manusia, masih kalah kalau dihantam kekuatan-Nya.

     
    • wardoyo

      19 Januari 2010 at 16:31

      Memang Kubilai semangat sekali… Tetapi geneerasi penerusnya hidup dalam kemewahan dan dimanjakan oleh bumi yang subur di China daratan, jadi malas dan gak peduli negara deh…
      kurang lebih sama dengan In******* sekarang ini ya…

       
  4. blogpopuler

    19 Januari 2010 at 22:02

    Komplet nih ceritanya.Cerita tentang Kubilai Khan sudah sejak SMP saya tahu dan memang kisahnya sangat menarik.

     
    • wardoyo

      21 Januari 2010 at 11:35

      kisah Kubilai Khan terlalu menarik untuk dilewatkan…

       
  5. Kakaakin

    20 Januari 2010 at 09:07

    Hahaha… sengketa antara Jepang-Korea ternyata emang sejak dulu kala ya…🙂

     
    • wardoyo

      21 Januari 2010 at 11:37

      sepertinya tidak salah… rumornya sih karena masalah kalender : bhiksu pembuat kalender di Korea diculik paksa dan dibawa ke Jepang untuk bikin kalender di Jepang… hehehe..

       
  6. Fitri

    21 Januari 2010 at 08:51

    Informatif.

    Salam hangat selalu.

     
    • wardoyo

      21 Januari 2010 at 11:38

      Terimakasih Tuan Putri, salam hangat juga.

       
  7. narkoiu

    22 April 2010 at 22:43

    jepang emng negara yang solid,,,,

    kapan indonesia bisa kayak gitu?????

     
    • wardoyo

      23 April 2010 at 19:20

      terimakasih… Indonesia kalau ingin meniru Jepang sulit… karena banyak yang akan protes begini : “daripada meniru bangsa lain, lebih baik menggali dan mengembangkan jatidiri bangsa sendiri…” hikhik

       
  8. danang

    10 Oktober 2010 at 21:33

    ok kubilai khan ..gagal merebut jepang ..terus kemudian, sebagai wal kebangkitannya, kubilai khan mengirim utusan ke nusantara atau ke kerajaan di jawa. hehehehehehe bego bener kita percaya ginian…

    ngapain coba ngirim utusan ke jawa… kalo mau kebangkitan, kerajaan yg lebih dekat dari mongol kan masih banyak, trus lompat ke jawa.
    100% NGARANG !!! …

    pake logika aja deh… ini selanjutnya dikaitkan bahwa betapa besarnya kerajaan di jawa ini sampai kubilai khan mau mengirim utusan ke jawa. bullshit !!!
    karakteristik kerajaan jawa, sibuk ngurusi kerajaannya dewe … banyak pemberontak…gimana mau jadi sorotan kubilai khan ??? hehehehehehe

    sudah banyak kebohongan sejarah di bangsa kita ini. terima kasih.

     
    • sang ngasal

      9 Oktober 2013 at 11:13

      Anda sudah belajar sejarah kemana saja? Sejarah tidak didapat dengan menghayal diotak yang kecil. Sejarah ditulis oleh banyak pihak masing-masing tidak 100% benar. Coba lihat kekuasaan mongol waktu itu, hampir semua asia dan eropa sudah dikuasai, dan mereka masih memperluas wilayahnya. Jepang, Sumatera dan Jawa adalah wilayah lepas pantai yang belum mereka kuasai.

       
    • Praboe

      4 Desember 2013 at 09:03

      ni orang bego, sok pinter,gk pernah bca sejarah mungkin ya

       
    • ryadhasania

      27 Januari 2014 at 10:59

      Gatau sejarah, sok koar2. Goblog banget.

       
    • suka.sejarah

      4 Maret 2014 at 23:16

      Ini orang ga ngerti sejarah koar-koar ga jelas! Sudah jelas kubilai khan memang pernah mengirim utusan untuk menguasai nusantara. Bukan karena kerajaan nusantara besar tapi memang ambisi kubilai khan untuk menguasai dunia tong! Bukan hanya ke nusantara, tapi juga ke kamboja, burma, malaya dll.
      Pasukan yg dikirim memang bukan kekuatan penuh jadi bisa dipatahkan di jawa.

       
  9. addda

    8 Maret 2013 at 15:25

    tentara mongol di timur dihentikan jepang, di barat dihentikan Mesir,

     
    • suka.sejarah

      4 Maret 2014 at 23:48

      Betul ambisi mongol menguasai dunia dipatahkan jepang di timur akibat topan kamikaze doa orang jepang. Sementara invasi mongol di barat di hentikan kerajaan mamaluk mesir yang ironisnya justru dibantu pasukan mongol dari kerajaan golden horde di rusia

       
  10. jolang

    17 Januari 2014 at 13:02

    mengapa Kubilai hanya mengirim 20.000 prajurit Mongol dengan jendral kelas 2 untuk menaklukkan Jawa?

    jawabanya faktor jarak tempuh … sehabis invasi gagal ke jepang karena badai … tentu saja itu menyedot SDM atau pun SDA … belum lagi kubilai tidak hanya berperang dengan satu negara, pasukan disebar kemana2 … coba kita lihat jika perjalanan pasukan monggol melalui darat , pasti akan lain cerita , semisal invasi ke burma , habiss burma di babat

     
    • dildaar80

      26 Februari 2014 at 13:28

      Menurut sy, untuk kerajaan/kekaisaran sekelas Mongol, jumlah prajurit 20.000 termasuk banyak apalagi utk invansi laut lepas. Prajurit mereka khan pengalaman bertempur.

       
  11. kupaw 9

    4 April 2014 at 16:34

    mongol itu kejam lho. misal tuh sukses nguasain indo, bakal banyak rakyat indo dipenggal, dan ente2 yang komen disini gak jadi lahir karena nenek moyang ente ikutan mati, jadi gak usah protes mongol cuman kirim 20ribu pasukan, bersyukur aja nenek moyang ente sukses ngusir mongol.

     
  12. konyot

    15 Agustus 2014 at 22:41

    ini kan pertempuran maritim, mongol kalah di jawa mungkin karna gak punya armada maritim yg kuat sedangkan di jawa terkenal terkenal dengan armada maritim yg kuat karna wilayah dah dari lahir minum air laut+mongol agak menyepelekan jawa

     
  13. Irfan

    28 Oktober 2014 at 07:35

    Kerajaan jawa hanyalah sebongkah kotoran anjing yang mana baru pertama kali nya armada militer mongol menginjakkan kaki ditanah jawa disambut dengan riang gembira oleh raja jawa saat itu karena sifat yg identik dengan orang jawa adalah penjilat, tolol, dan pengecut sehingga selamatlah pulau jawa dari kehancuran dan porak-poranda. Kejadian ini terjadi 2 kali ketika invasi jepang ke jawa yg tanpa perlawanan malah disambut bak pahlawan,

     
    • hb

      25 Desember 2015 at 10:01

      Kubilaikan bertemu dg mama nya irfan dan berhubungan sex ilegal lalu lahirlah irfan

       
  14. Amgela

    22 Januari 2015 at 23:52

    Disini ceritanya benar bersejarah bagus, tapi klo kubaca dikomik masak” kubilai bertemu dengan manusia masa depan!??” Aneh kan?

     
    • awanama

      16 Maret 2015 at 13:17

      Ya namanya juga komik, gimana sih. Kalau pengen yang bener ya baca buku sejarah.

       
  15. cah oslo

    22 November 2015 at 10:20

    Jepang beruntung 2x diselamatkan alam. Pasukan mongol dibarat dihentikan oleh Mesir Mamluk & koalisi bangsa Arab, di timur dihentikan Jepang dan tsunami, diselatan dihentikan Jawa oleh Raden Wijaya.

     
  16. irfan anak pelacur doolly

    13 Februari 2016 at 21:26

    dasar jawa keturunan pelacur sama tuh hamengkobowona manusia anjing bajingan juragan lokalisasi dolly

     
  17. sunarto

    13 Februari 2016 at 21:32

    gak pantas hamengkobowono bergelar makhluk bajingan murtad itu pantasnya diberi gelar raja dedemit sialan az sesuai sama warga yogyakarta yg muka nya persis setan keparat

     
  18. sudarto anak pelacur dolly

    13 Februari 2016 at 21:45

    mana ada kubilai khan menginvasi jawa gak level tahu masa kerajaan jawa miskin primitif serta rakyatnya yang tolol dan busung lapar sampai kini orang jawa dungu cuman ahli bikin anak mana bisa diajak kelahi si pengecut bajingan kalo diajak entot main main di dolly baru suka jawa murtad kejawen bajinganpokoknya secara akal mutahil gak bisa diterima oleh akal orang jawa munurut pandangan masyarakat dunia dipandang sebelah mata lo urang belanda bilang jawa itu adalah makhluk paling hina dan paling rendah dari binatang melata orang belanda lo yg bilang sang majikan orang jawa sebab kerjaannya makan tidur terus bikin anak pantas az bodoh bangett padat penduduk tapi minim prestasi kebanyakan makan nasi aking sih plus melacur dasar jawa bego

     
  19. margono

    13 Februari 2016 at 21:50

    jawa kejawen ateis manusia tak bertuhan penyembah pohon beringin mati aja lo membusuk

     
  20. hendry

    22 Februari 2016 at 19:52

    SAYA SETUJU DENGAN PENDAPAT KUPAW9

     
  21. TUK GERUH

    23 Maret 2016 at 03:49

    harus jadikan tauladan

     
  22. Anonim

    3 September 2016 at 19:25

    anda2 ini lahir kpn?? wong taw dari ceriota buku yg d tls tngn untuk cari duit aja d bikin ributt tnya pada keturunan yg pernah mengalami baru itu betulll??

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: