RSS

Pelabuhan

20 Des

NUSANTARA ADALAH NEGARA KEPULAUAN

Pelabuhan adalah sarana vital sebuah Negara Kepulauan. Sejarah menunjukkan demikian. Sriwijaya maju dan makmur karena memiliki pelabuhan di Muara Sungai Musi (Palembang). Singhasari berkembang karena Kertanegara memberdayakan Ujung Galuh sebagai pelabuhan Negara. Majapahit berjaya dengan pelabuhan Canggu, Tuban dan Ujung Galuh (Surabaya). Demak terkenal dengan pelabuhan Jepara. Cirebon adalah kota pantai.

VOC yang berkuasa berabad di Nusantara – tanpa kecuali – menjadikan Kota-kota pelabuhan sebagai basis operasi, bermula dari Ternate dan Tidore hingga akhirnya dipusatkan di Sunda Kelapa atau Batavia.

Negara-negara kepulauan modern menggantungkan setengah kegiatan ekonominya dari operasional Pelabuhan.

Sebagai perbandingan betapa sebuah Negara Kepulauan begitu mementingkan Pelabuhan adalah data berikut ini :

  1. Jepang dengan panjang pantai 34.000 km memiliki 3.000 pelabuhan perikanan (satu pelabuhan perikanan setiap 11 km garis pantai)
  2. Thailand dengan 2.600 km panjang pantai mempunyai 52 pelabuhan perikanan (satu pelabuhan perikanan setiap 50 km garis pantai).
  3. Sedangkan Indonesia yang memiliki 81.000 km panjang garis pantai hanya punya 18 pelabuhan perikanan yang setingkat Pelabuhan di Jepang, atau satu pelabuhan perikanan setiap 4.500 km garis pantai. (sumber : DKP – Thn. 2003)

Alangkah menyedihkan. Negara Kepulauan terbesar di dunia memiliki pelabuhan paling sedikit?


Foto pelabuhan (mohon maklum pemuatan tanpa ijin karena lupa sumbernya)

Data Departemen Perhubungan (Dephub) – Mei 2004 – menyatakan, armada nasional terdiri dari :

  1. Kapal jenis general kargo mencapai 1.211 unit,
  2. Kapal peti kemas 94 unit,
  3. Kapal jenis roro 58 unit,
  4. Kapal muatan curah (bulk carrier 22 unit, kapal tanker 214 unit, jenis tongkang 923 unit, kapal penumpang 173 unit), dan
  5. Tipe kapal lainnya sebanyak 1.022 unit.

Jarak dari Sabang ke Jayapura sekitar 3.000 mil laut (5.556 km). Untuk menjaga perairan yang luas TNI-AL pada tahun 2004 hanya memiliki 117 buah kapal,  77 buah diantaranya berusia lebih dari 21 tahun, bahkan ada yang telah berusia 60 tahun.

Seandainya untuk setiap 72 ribu km persegi diperlukan 1 kapal patroli TNI AL, maka dibutuhkan sekitar 350 kapal patroli untuk berpatroli di seluruh wilayah perairan Nusantara.

(Sumber data tulisan ini dari Makalah Indonesia Bangkit Lewat Laut, Achmad Aditya, University Of Leiden, Netherlands dalam NIOO-KNAW Yerseke, Netherlands dengan penyesuaian)

Seperti kita tahu skandal Bank Century yang menghebohkan itu menelan dana 6.700 milliar rupiah ( atau sekitar US $ 700,000,000 ). Seandainya dana sebesar itu dikonversikan dalam pembuatan kapal atau pelabuhan, maka Departemen Kelautan bisa memiliki tambahan :

  • 77 tongkang atau tug boat baru, atau
  • 13 kapal general kargo atau kapal curah, atau
  • 5 – 7 kapal patroli yang dipersenjatai untuk kepentingan TNI AL (dengan asumsi harganya sekitar US$ 100 – 140 juta per unit ), atau
  • 100 pelabuhan baru yang memadai dan cukup modern (dengan asumsi harga pembangunan per unit pelabuhan berikut sarana dan prasarana pengelolaannya adalah 67 milliar rupiah)

    ***

    Jadi, apalagi yang ditunggu?? Tuntaskan kasus Bank Century, dan bangun kembali Kejayaan Indonesia dengan lebih baik.

     
    7 Komentar

    Ditulis oleh pada 20 Desember 2009 in Opini

     

    Tag: , , , , ,

    7 responses to “Pelabuhan

    1. bundadontworry

      20 Desember 2009 at 18:06

      saking luasnya perairan kita, dan kurangnya alat dan tenaga pengawasan, sering terjadi pencurian ikan besar2an di laut kita.
      Butuh banyak uang utk membeli berbagai macam peralatan kemanan ya Mas.
      salam.

      ____________________________________

      memang demikianlah kenyataannya bunda,
      laut luas yang tak terjaga
      mengundang selera para tetangga
      untuk berkunjung dan menebar jala.

       
    2. wibisono

      22 Desember 2009 at 23:20

      memang di sayangkan sekali.. pelabuhan kita jumlahnya sedikit,, tidak hanya itu,, lihatlah kapal-kapal perang kita. berapa jumlahnya?? sangat sedikit untuk mempertahankan kedaulatan RI.

       
    3. mas tyas

      23 Desember 2009 at 06:37

      makasih mas, saya sangat berharap pelajaran sejarah di sekolah lebih ditekankan lagi, karena dengan memahami sejarah bangsa ini akan menemukan jati dirinya kembali.

       
    4. katakatalina

      23 Desember 2009 at 11:28

      wah…perbandingannya jauh ya.

       
    5. wardoyo

      25 Desember 2009 at 18:30

      @ wibisono : sepakat, TNI AL harus memperoleh porsi perhatian lebih baik lagi
      @ mas tyas : untuk Indonesia yang lebih baik ya…
      @ katakatalina : Indonesia memang tertinggal jauh.

       
    6. mand41l1nc

      29 Desember 2009 at 20:22

      Terima kasih kunjungannya ke Blopini

      Info dan analisa yang sangat bagus…teruskan Bangsa ini membutuhkan anak bangsa yang selalu perduli dengan bangsanya

      salam hangat,

      http://www.saktinasution.wordpress.com | Blopini

       
      • wardoyo

        2 Januari 2010 at 15:32

        Bangsa ini membutuhkan generasi yang nekat tapi cinta tanah air.
        Terimakasih untuk kunjungan baliknya.

         

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: