RSS

Sejarah Itu Mengingat atau Mengungkit??

30 Nov

Dalam sebuah pertengkaran hebat, sang istri mengungkit kesalahan suaminya yang sudah-sudah.

Suami : “Kenapa kau selalu mengungkit kesalahanku yang dulu? Kupikir kau sudah memaafkan dan melupakannya?”

Istri : “Aku memang sudah melupakan dan memaafkannya. Aku hanya mengingatkan agar dirimu tak lupa kalau aku sudah memaafkan dan melupakannya!”

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 30 November 2009 in Cerita Miring

 

Tag: ,

16 responses to “Sejarah Itu Mengingat atau Mengungkit??

  1. Batavusqu

    30 November 2009 at 19:05

    Salam Takzim
    konteks cerita ko berbeda dengan harapan pada judul ya
    kalau judul dikaitkan sejarah, tetapi pada isi cerita ga ada kaitanya dengan sejarah, sah sah saja dalam cerita antara mengungkit dan mengingat, tetapi cukup berbeda dalam judul kalau sejarah ya harus diingat kalau diungkit ko sepertinya ada kesalahan dalam proses sejarah ya..
    Maap kalau kurang berkenan, maklum bukan ahli bahasa
    Salam Takzim Batavusqu

     
  2. kakaakin

    30 November 2009 at 22:03

    Mmm… sepertinya ‘mengungkit’ itu agak bermuatan negatif ya, dibanding ‘mengingat’.
    Untuk menghormati nilai sejarah itu sendiri, saya memilih kata ‘mengingat’ lebih tepat untuk sejarah.

     
  3. sedjatee

    1 Desember 2009 at 07:16

    mengungkit dan mengingat… beda-beda tipis… dan tentunya iini tergantung pada yang mengucapkan.. niat mengingatkan tentunya bisa disampaikan dengan bahasa yang lebih baik, hehehehe… salam sukes…

    sedj

     
  4. wardoyo

    1 Desember 2009 at 16:43

    Terimakasih untuk komentar teman-teman semuanya.
    Postingan ini memang sebuah bahan perenungan untuk menyadarkan kita bahwa dalam menyoroti sejarah selalu tidak lepas dari kepentingan dan harapan sang penulis. Maka jadilah saya kutip sebuah cerita yang sudah amat terkenal dalam buku-buku kontemplasi.
    @Batavusqu : memang cerita tidak berhubungan dengan judul, tetapi itulah arti dari merenungkan sejarah.
    @kakakin : sejarah memang terbuka untuk diingat atau diungkit
    @sedjatee : sejarah seperti dua sisi mata uang. Sejarah Bung Karno & G30S misalnya, jika dibahas oleh seorang PNI akan diberi kategori “mengingat jasa” tapi di tangan seorang pejabat Orba akan dijadikan ajang “mengungkit borok”.

    Jadi, lebih baik seperti suami-istri … siang bertengkar, malam kelonan lagi …ha..ha..ha..

     
  5. solusidigitalku

    3 Desember 2009 at 05:47

    jauh judul dari isi. hehe… tapi bagus juga tuh tulisannya meski singkat. cukup menohok si suami.šŸ˜›

    oia, pengumuman pemenang buku dari saya sudah ada. silahkan dicek ya…. siapa tahu Anda pemenangnya…

     
  6. zipoer7

    3 Desember 2009 at 20:06

    Salam Takzim
    Untuk mengingat saya click disini , tetapi untuk mengungkit, gunakan linggis…. dooh ko jadi seram bahasanya.. Yah mengungkit bahasa lebih diperuntukkan pada cermin sejarah yang bermasalah, tetapi dengan mengingat suatu pesan sejarah akan mudah diteruskan ke anak cucu
    Salam Takzim Batavusqu

     
  7. zipoer7

    3 Desember 2009 at 20:09

    Salam Takzim
    Terima kasih sudah hadir dengan rutin, ke blog saya, menjadi yang terbaik bagi sahabat, ko sangat sulit yah untuk saya, maapkan segala keterlambatan dan keegoisan ini, semata-mata bukan karena pelit, tetapi memang harus gantian dengan anak-anak, yang sedang mencari sesuap ilmu untuk bekalnya nanti
    Salam Takzim Batavusqu

     
  8. bundadontworry

    4 Desember 2009 at 12:01

    kok sepertinya kalau mengungkit itu konotasinya negatif ya Mas, berbeda dg mengingatkan, yg biasanya lebih ke arah yg positif.
    salam.

     
  9. katakatalina

    7 Desember 2009 at 20:08

    saya juga merasa sering begitu. mengungkit yang telah lalu, padahal janji nggak diungkit. hehehe. :))

     
  10. zipoer7

    9 Desember 2009 at 16:28

    Hadir

     
  11. mas tyas

    10 Desember 2009 at 03:53

    he.. he.. bahasannya komennya udah lengkap.. sejarah untuk diingat, dan diungkit jika ada yang perlu diluruskan. Namun konteksnya jelas beda antara diungkit dengan diungkit- ungkit ya..:mrgreen:

     
  12. amir

    10 Desember 2009 at 11:11

    kayaknya lebih baik “mengingat” lah daripada “mengungkit” ungkit.

     
  13. Fitri

    11 Desember 2009 at 10:25

    Sejarah itu mengingat. Tapi kalau di permasalahkan, maka namanya itu mengungkit.

     
  14. zipoer7

    12 Desember 2009 at 15:22

    Salam Takzim
    Selamat siang menĀ­jelang sore dulu pak Wardoyo
    Salam Takzim Batavusqu

     
    • wardoyo

      12 Desember 2009 at 16:38

      Maaf setelah seminggu lebih baru sekarang bisa OL lagi dan membalas komentar teman-teman semua.
      @ zipoer7 : terimakasih sudah banyak berkunjung
      @ bundadontworry : mengingat atau mengungkit hanya berbeda pada “rasa” saja, padahal yang dibicarakan hal yang sama.
      @ mas tyas : cocok..
      @ amir : memang mengingat lebih baik..
      @ Fitri : kalau kritik terhadap sejarah apa namanya ya?

       
  15. wibisono

    22 Desember 2009 at 23:29

    salam kenal.. yang pastinya sejarah akan menjadi pembelajaran buat kita untuk maju ke depan.. hehehe

    ______________

    betul sekali, berhenti sejenak belajar pada apa yang telah terjadi untuk melangkah ke depan…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: