RSS

MALING BUKU

20 Nov

Setelah membaca artikel Buku Gratis di situs Solusi Digital , sebenarnya aku berminat ikut lomba menulis yang diselenggarakan di situs tersebut. Tetapi apa daya, kesibukan dan waktu yang terbatas membuatku menunda penulisan artikelnya.

Sampai pada suatu hari….

Anak keduaku kuajak berbincang tentang lomba penulisan artikel tentang Pentingnya Buku di Situs yang kumaksud. Spontan anakku menyambut dengan penuh semangat dan mendorongku untuk mengikuti lomba tersebut.

Sebagai bentuk partisipasi aktifnya, anakku yang duduk di Sekolah Dasar Kelas V itu akan membantuku dalam bentuk ide. Maka, akhirnya aku membiarkannya untuk berpikir mencari ide-ide kreatif (meskipun agaknya terganggu acara TV) ….

MENCARI IDE : Buku vs TV

 

Akhirnya ide anakku muncul setelah film kartun selesai. Anakku akan menjadi maling…

Hah! Menjadi maling??

Ternyata anakku ingin sekali berperan antagonis tetapi kreatif yakni sebagai maling istimewa.

****

Jadi cerita dimulai … KISAH SI MALING BUKU

Pada suatu hari seorang pencuri masuk ke dalam rumah… tapi aneh… sang pencuri tidak mengambil barang apapun kecuali beberapa buku yang sangat berharga serta catatanku yang tak ternilai…

Aku baru menyadari kehilangan barang saat mencari referensi dan hendak membuat beberapa catatan penting.

“Maling… maling…”, aku berteriak di siang bolong.

Masih Adakah Maling Buku??

 

Tentu saja maling itu sudah menghilang. Dan anakku muncul di hadapanku dengan segera (dengan kostum biasa).

“Pak! Pak..! Mana malingnya Pak!  Barang apa yang hilang gak??

“Buku Sejarah Bapak hilang dicuri! Catatan Bapak juga…!”

Anakku tidak berpikir dua kali, ia berlali melalui pintu belakang rumah. Ia bermaksud menangkap MALING BUKU dan bertekad mengembalikan buku bapaknya yang dicuri.

Aku menyesali keteledoranku tidak menjaga baik-baik buku dan catatanku yang sangat berharga… Saat itulah aku menyadari pentingnya buku dalam duniaku.

Tidak lama kemudian anakku muncul melalui pintu depan. Ia membawa setumpuk buku di tangannya. Napasnya terengah-engah.

Aku lega.

Anakku berkata dengan gembira, “Aku berhasil Pak! Aku berhasil mencari  maling yang mencuri Buku Bapak. Malingnya langsung lari ketakutan waktu aku akan melaporkannya kepada Pak Polisi.”

“Wah, hebat kamu le…! Terimakasih ya!”

“Coba dicek dulu pak, bukunya. Barangkali ada yang hilang.”

Aku menggelar bukuku di lantai untuk mencek. Semua bukuku penting artinya bagiku.

Pentingnya Buku

 

Aku puas, ternyata tidak satupun yang hilang.

“Bagus le..! Kamu hebat!.”

“Tentu! Aku gitu loh!”

“Ha…ha… kamu memang anak hebat. Idemu hebat. Kecil-kecil kamu sudah mengalahkan para koruptor.”

“Koruptor itu yang disebut buaya ya Pak?”

“Hush! Bukan! Koruptor itu orang yang mencuri uang yang bukan miliknya. Kalau buaya itu senang makan apa saja, gak mau tahu milik siapa. He…he..he… Tapi bukan itu maksud Bapak!”

“Jadi, maksud Bapak apa?”

“Kamu kan tadi berperan jadi MALING BUKU, sekaligus jadi pahlawan yang berhasil mengembalikan buku. Dan kamu senang tho! Koruptor itu MALING juga, tapi gak mau jadi pahlawan dengan mengembalikan uang yang dicurinya.”

Anakku terlalu kecil untuk mengerti kerumitan dilematis para koruptor… jadi hanya bisa menggut-manggut. Cukup bagi anakku kesenangan berperan sebagai MALING BUKU.

****

Orang-orang seperti Al Ghazali sudah semakin jarang, yang menganggap buku lebih berharga dari harta benda yang lainnya.

Maka sejak dini aku telah memberi contoh kepada kedua anakku tentang pentingnya buku dalam kehdupan.

Inilah kisah Si Maling Buku, yang rencananya akan kuikut sertakan dalam kontes Buku Gratis.

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada 20 November 2009 in Cerita Miring

 

Tag: , ,

9 responses to “MALING BUKU

  1. solusidigitalku

    20 November 2009 at 13:11

    siip… artikel sudah saya lhat. tapi syarat yang ke tiga belum ya? kok banner BUKU GRATISnya saya lihat gak ada?? Ditunggu ya perbaikannya. Sekalian saya juga mau pasang linkback buat cerminsejarah…
    Terima Ksih..

    _________________

    terimakasih sudah dikoreksi… sekarang bisa di cek kembali, mudah-mudahan sudah beneer

     
  2. maryam

    20 November 2009 at 17:24

    wkwkwk… lucu mas, haduuuh.. ide kreatif bentuknya bisa macem2 ya.
    Nice post… Like This …
    Iya ya, sekarang makin jarang orang2 yg nganggep buku sbg harta yg berharga, ga tau tuh knp!! apa karena makin banyak yg ga doyang baca kali yaaaa….

    Thanks mas, udah diingetin nih

    _______________________

    betul sekali… terimakasih

     
  3. Kakaakin

    21 November 2009 at 05:17

    Buku memang penting banget, Mas. perlu diajarkan sejak dini pada anak-anak. Untung banget kalo orang tuanya punya buku di rumah, kalo nggak punya ya…susah… anak2 jadi nggak terbiasa dengan buku…🙂

     
    • wardoyo

      21 November 2009 at 06:26

      Godaan terbesar memang dari media audio visual. Anak jadi dimanjakan dengan asupan telinga dan mata dengan kecepatan yang luar biasa. Berbeda dengan buku kan… informasi datang melalui mata dan harus dicerna dengan otak yang fokus. Tantangan lho untuk membuat generasi berikut gemar membaca.

      Salam dan terimakasih.

       
  4. Dangstars

    21 November 2009 at 10:08

    Sukses dengan artikelnya Gan..
    Semoga sesuai dengan yang diinginkan

    _____________________

    thanks bang ….

     
  5. Dangstars

    21 November 2009 at 10:09

    Semoga berhasil….
    terkecoh bos dengan judulnya..

     
    • wardoyo

      21 November 2009 at 16:42

      Terimakasih untuk dukungannya….

       
  6. bundadontworry

    4 Desember 2009 at 12:09

    alhamdulillah, kebetulan kami sekeluarga juga sangat menyenangi buku, masing2 dr kami punya koleksi sendiri 2yg sesuai dgn selera .
    memang buku sangat penting, tdk hanya sebagai tempat utk mendapatkan ilmu, namun sekaligus sebagai jendela dunia.
    dengan membaca postingan inipun, serasa saya telah membaca sebuah buku yg bermanfaat,
    salam.

     
  7. amirtohari

    4 Desember 2009 at 14:48

    artikel sandiwaranya bagus tenan. mantap.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: