RSS

Loyalitas

19 Nov

Mengapa loyalitas?

Terkait dengan artikel sebelumnya dalam blog ini tentang Corps (klik di sini) maka, loyalitas adalah hal yang pertama ditanamkan oleh suatu Corps kepada setiap individu anggota corps. Loyalitas yang merupakan suatu sikap diri penuh kesetiaan dan pengabdian menjadi bagian penting dalam sebuah Corps.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara loyalitas memegang peranan utama yang menjadi tolok ukur jatuh-bangunnya suatu bangsa dan peradaban.

Sejarah mencatat, kesalahan dalam menempatkan loyalitas berarti kesalahan dalam segalanya.

Suku Maya dilanda kepunahan oleh karena para dukunnya begitu loyal dan percaya kepada Sang Dewa yang menuntut pengorbanan manusia untuk menghilangkan wabah penyakit. Akibatnya, rakyat suku Maya habis dalam sekejap – dikorbankan di atas altar atau kabur dari wilayah asalnya (hijrah).

Mengapa Shalahuddin Al Ayubi selalu menang dalam banyak pertempuran? Karena Sang Sultan mampu membangun pengikut yang loyal di sekeliling dirinya, sementara musuhnya, yakni pasukan Salib (The Crusaders) terpecah-pecah loyalitasnya.

Mengapa VOC bisa menguasai Nusantara yang terdiri dari banyak pulau, puluhan kerajaan dan ratusan ribu prajurit berani mati? Karena VOC hanya memiliki loyalitas kuat yaitu “KEUNTUNGAN UNTUK COMPANY DAN KEJAYAAN SANG RATU”, sementara sebagian besar bangsa ini terpecah dalam berbagai motif dan tujuan, miskin loyalitas, mudah dihasut dan gampang tenggelam dalam kemalasan.

Banyak analis sejarah yang bingung dengan tragedi pasca G30S. Mengapa PKI yang mampu memerahkan Stadion Senayan dan seluruh Jakarta pada ulang tahunnya – Mei 1965 – begitu mudah ditekuk oleh Soeharto dan Angkatan Darat? Jawabannya mudah : DN Aidit terlalu dekat dengan Soekarno, sehingga PKI mampu mengidentikkan diri dengan Soekarno. Massa PKI begitu banyak dan memabukkan Aidit sehingga dirinya lupa massa yang banyak itu loyal kepada Soekarno dan bukan pada PKI. Akibatnya jelas, ketika Soekarno diam, massa PKI-pun tidak bergerak. Maka jadilah massa itu kambing sembelihan.

Maka loyalitas itu penting dan harus jelas.

Soeharto memerintah ala Raja. Ia meminta loyalitas mutlak dari para pengikutnya. Sikap kritis adalah bencana. Maka, jadilah Soeharto penguasa selama 32 tahun.

***

Apakah loyalitas masih diperlukan saat ini?

KPK itu loyal kepada siapa? Kebenaran? Negara? Presiden?

Polri dan Kejaksaan loyal kepada siapa? Negara? Pengusaha? Presiden?

Densus 88 loyal kepada siapa? Presiden? Negara? Kepentingan Amerika?

Presiden loyal kepada siapa? Negara? Pengusaha? Obama?

DPR loyal kepada siapa? Partai? Negara? Gak jelas?!!

***

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 19 November 2009 in Opini

 

Tag:

3 responses to “Loyalitas

  1. sedjatee

    19 November 2009 at 12:33

    hm… perlu redefinisi tentang loyalitas… semoga loyalitas lebih kepada kepentingan rakyat sebagai pemilik kedaulatan negeri ini…

    sedj

    __________*

    setuju bang….!!

     
  2. frezyprimaardi

    19 November 2009 at 18:49

    salam kenal…hehe

    ________________

    Salam kenal juga… terimakasih sudah berkunjung

     
  3. eLmubarok

    20 November 2009 at 06:24

    loyalitas mang penting,,,
    tp jgn salah sasaran jgn salah menempatkannya

    kunjungan pagi neh
    salam persahabatan

    _________________

    terimakasih sudah berkunjung…
    Salam persahabatan juga.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: