RSS

Situs Candi Sambisari – bagian 2 (habis)

13 Nov

Situs sejarah Candi Sambisari terletak di Desa Sambisari, Kalurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Propinsi DIY. Secara astronomis terletak pada 7º45’48.13″ LS dan 110º26’46.43″ BT.

Foto awal
Seorang petani yang sedang mencangkul di ladangnya pada bulan Juli 1966 menemukan sebuah bagian batu candi yang berukir. Temuan tanpa sengaja tersebut ternyata merupakan bagian  dari sebuah gugusan candi yang terpendam hingga kedalaman  6,5 meter di dalam tanah.

Ekskavasi arkeologis kemudian dilaksanakan oleh Kantor Cabang I Lembaga Peninggalan Purbakala Nasional di Prambanan dengan dibantu oleh para mahasiswa Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Penggalian awal di situs sejarah ini dilaksanakan tahun 1975 hingga 1977 dan berhasil menampakkan satu buah bangunan induk dan tiga buah candi perwara.

Kondisi candi-candi tersebut sudah dalam keadaan runtuh kecuali pada bagian kaki, sebagian pagar langkan dan sebagian tubuh masih dalam kondisi aslinya. Pemugaran dinyatakan selesai tahun 1986.

Kompleks Candi
Candi Sambisari merupakan kelompok percandian yang terdiri dari sebuah candi induk dan tiga buah candi perwara di depannya. Candi induk menghadap ke arah barat dengan denah berbentuk bujursangkar berukuran 13,65X13,65 m dengan tinggi 7,5 meter.

Lempeng batu di selasar candi sebelah barat
***

Dua buah arca di pintu masuk yakni Mahakala dan Nadyaswara telah hilang dicuri pada 1971. Di dalam candi induk terdapat 3 buah candi perwara yang berukuran 4,8 X 4,8 meter (perwara sisi utara dan  selatan), dan 4,9 X 4,8 meter (perwara tengah). Secara keseluruhan kompleks candi Sambisari  dikelilingi oleh pagar berukuran 50 X 48 m.
Pada tahun 1976 ditemukan prasasti emas di bawah salah satu umpak di candi induk. Prasasti tersebut berukuran 2 X 1 cm yang bertuliskan om siwasthana yang artinya “hormat, rumah bagi dewa Siwa”.
Di halaman candi juga ditemukan arca perunggu berukuran tinggi 29 cm dan lebar 12 cm. Arca ini adalah arca Vajrapani yakni salah seorang Bodhisattva. Selain itu juga ditemukan sejumlah talam dan cawan perunggu serta sejumlah gerabah.

Dari penemuan tersebut didapat perkiraan bahwa candi Sambisari dibangun tahun 812-838 M saat pemerintahan Raja Rakai Garung dari Kerajaan Mataram Hindu (Mataram Kuno).

****

Lempengan batu berbentuk kotak di selasar timur candi

Diakui para ahli bahwa sebagai situs sejarah, salah satu bagian yang merupakan keunikan dari candi Sambisari adalah adanya lempengan batu di selasar.
Di sebelah barat lempengan batu berbentuk bulan sementara di sebelah timur berbentuk kotak persegi.
Apa guna lepengan batu tersebut??
Apa maksud dari tonjolan batu di atas lempengan tersebut??
Apa makna simbolisnya??
Hmm… Ternyata candi yang kecil dan tidak terkenal ini masih menyisakan misteri yang belum banyak diungkap….

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada 13 November 2009 in Situs Sejarah

 

Tag: , , ,

9 responses to “Situs Candi Sambisari – bagian 2 (habis)

  1. Kakaakin

    14 November 2009 at 03:25

    Mas, mau nanya ya… sepertinya ‘kan banyak arca yang hilang dari situs2 sejarah, emangnya apa yang bisa dilakukan pencuri terhadap arca yg dicurinya itu? Kalo dijual laku ya? Ada yang mau beli?
    *tidak berencana tuk mencuri arca loh*:mrgreen:

     
    • wardoyo

      14 November 2009 at 08:51

      Arca yang hilang di situs-situs sejarah banyak sekali. Apalagi penadah-nya banyak (para kolektor). Di Situs Candi Sambisari sendiri sudah beberapa kali terjadi pencurian Arca.

      Saya termasuk yang mengutuk para pencuri lho. Kejahatan besar tuh.

      Salam.

       
  2. genthokelir

    14 November 2009 at 10:19

    wah lengkap dengan foto, fotonya keren, ulasannya menambah wawasan
    salam

    ___________

    terimakasih

     
  3. Dangstars

    14 November 2009 at 12:42

    Tambah lagi wawasan,Mas terimakasih..

     
    • wardoyo

      14 November 2009 at 23:09

      Cocok… tambah wawasan dan tambah kesadaran …

       
  4. abifasya

    14 November 2009 at 13:56

    HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRR

    MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS NAMA PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN

    SEMOGA DENGAN BERJALANNYA WAKTU SEMAKIN MEMPERSATUKAN KITA SEMUA.. TIDAK MELIHAT SIAPA KAMU.. APA AGAMAMU.. APA MAZHABMU.. TETAPI DENGAN MENYADARI KITA BERASAL DARI YANG SATU..

    Salam ukhuwah selalu sahabatku
    *abifasya*

    __________________

    wardoyo : Salam ukhuwah juga

     
  5. solusidigitalku

    14 November 2009 at 16:33

    ini ni yang aku suka. melestarikan budaya pribumi supaya orang2 kita gak lupa. oia, btw pernah tahu abang setuju bgt dengan program buku murah. naaah… kalo ini malah program buku gratis. Mau bang? ditunggu kunjungan baliknya ya…

    ________________

    SIIIAAPP… Wardoyo meluncur ke TKP

     
  6. Anonim

    13 November 2014 at 18:27

    45U ora ana ndel

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: