RSS

Semangat CORP’s Dalam Kasus KPK

05 Nov

CORPS DAN CORPORATION

Kata Corps sering dikaitkan dengan militer atau institusi seperti corps baret merah, corps marinir, corps kepolisian dan sebagainya. Sedangkan kata Corporation lebih berasosiasi dengan “swasta” atau lebih tepatnya perusahaan swasta, seperti Intel Corporation.

Beberapa waktu terakhir ini saya mencoba melihat lagi semangat corp dalam konteks organisasi militer. Tulisan berikut ini tidak ada hubungannya dengan Corporation.

Mengenai Corps dan hubungannya dengan anggota corp, saya bisa menyimpulkan dalam dua point yaitu :

  1. Corps adalah segalanya dalam kehidupan individu corp.
  2. Individu corp adalah segalanya bagi Corps.

Seorang anggota corp akan menjunjung tinggi Corps-nya. Bagitu pula sebaliknya, Corps akan melindungi anggota corp. Tidak boleh ada intitusi atau lembaga di luar Corps yang ikut campur dalam urusan internal Corps. Apa yang terjadi di dalam Corps tidak perlu diketahui mereka yang di luar Corps.

Dengan pemahaman ini maka saya mengerti dan bisa membaca sejarah militer negeri ini dengan lebih baik.

Saya bisa mengerti, mengapa dalam institusi militer ada yang disebut MAHMIL (Mahkamah Militer) atau MAHMILUB (Mahkamah Militer Luar Biasa – untuk kasus G30S dulu).

Saya bisa memahami, mengapa di beberapa daerah pernah terjadi tawuran antara polisi dan tentara. Padahal kasusnya hanya sepele. Penjelasannya hanya satu : hal itu terjadi karena individu corp membela nama Corps. Benar atau salah, Corps harus benar.

Saya bisa mengerti jika ada oknum corp berbuat salah (kriminal misalnya) tetapi kasusnya tidak dibuka kepada khalayak. Dalam hal ini Corps mempunyai prosedur tersendiri dan akan mengambil tindakan terhadap anggota corp.

Corps akan melindungi intitusi Corps. Walaupun khalayak melihat seolah-olah Corps melindungi anggota corp yang berbuat salah.

Hal ini sudah sering terjadi. Sejarah tertulis tidak bisa diubah lagi. Memang begitulah yang harus dilakukan Corps.

Dalam mengamati peristiwa Cicak Vs Buaya saya tetap memakai kacamata Corps. Dan saya bisa lebih memaklumi.

Corps Kepolisian seperti yang disinyalir oleh Humas – Irjen Nanan Suryana – kemarin (4/11), merasa sakit hati dan tersinggung, karena oknum petinggi Corps disebut berulang dalam rekaman konspirasi dan rekayasa yang memalukan. Saya tidak merasa aneh, Corps berbicara seolah isi rekaman tersebut baru saja mereka dengar – sama seperti rakyat Indonesia yang lain. Dan saya mengerti jika Humas Corps yang terhormat, dalam jumpa pers-nya  tidak menyebut nama anggota Corps yang diduga terlibat persengkokolan.

Corps Kepolisian kemungkinan sudah tahu tentang rekaman tersebut karena transkipnya sudah beredar beberapa hari sebelumnya dan keberadaan rekaman yang menghebohkan itu sudah lama disebut-sebut. Terlihat jelas, Corps berusaha melindungi NAMA BAIK CORPS yang meluncur ke dasar jurang akibat ulah oknum petinggi Corps. Melindungi hingga tetes darah penghabisan.

Itu semua bisa dimengerti, sangat wajar dan bisa dimaklumi.

Tetapi otak saya terusik oleh sesuatu yang diluar kebiasaan.

Beberapa bulan lalu, kita dikejutkan oleh berita penangkapan AA – Ketua Corps KPK. Tidak lama kemudian disusul oleh gelar skenario “dugaan rangkaian pembunuhan NS” oleh Corps Kepolisian. Yang membuat saya tidak bisa mengerti adalah munculnya satu nama yaitu Williardi Wizzard, seorang Kombes (Komisaris Besar) dari Corps Kepolisian.

Inilah  yang tidak biasa!! Sebuah Corps (bahkan Kepala Corps) menyodorkan nama anggota corp ke muka publik dengan tingkat kesalahan yang luar biasa. Tanpa pimpinan Corps merasa malu, tersinggung atau sakit hati!!

Ada apa Yep? Eh… ada apa ya?

Otak saya berkata : Jika sebuah Corps bertindak di luar kebiasaan, maka pastilah sesuatu yang luar biasa berada di baliknya!!

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada 5 November 2009 in Opini

 

Tag: , , ,

13 responses to “Semangat CORP’s Dalam Kasus KPK

  1. kopral cepot

    5 November 2009 at 17:16

    baru nyadar ternyata kata CORPS deketan sama CORRUPTIONS .. mungkin ini yg mendekatkan Corrup secara Corps

     
    • kopral cepot

      5 November 2009 at 17:21

      cinta pertamaax .. salam n sehat slalu buat pak wardoyo sekeluarga

       
    • wardoyo

      5 November 2009 at 17:29

      Pinter banget bang Kopral Cepot bikin plesetan… ha..ha..

       
      • Dangstars

        8 November 2009 at 16:48

        he..he
        pada pinter

         
  2. zipoer7

    6 November 2009 at 10:01

    Salam Takzim
    ohh corp itu milik militer ya, saya tadinya mau bikin ontel corp ah jadi harus dirubah nih jadi onthel club aja kali yah
    Terima kasih bos
    Salam Takzim Batavusqu

     
  3. Kakaakin

    7 November 2009 at 02:42

    Mari kita tunggu hingga sesuatu yang “luar biasa” itu terkuak…
    Tapi…mungkin nggak sih?? Lah kasus Munir aja masih blur…😦

     
  4. Teguh Iman Prasetya

    8 November 2009 at 16:42

    he3x kecuali robo cop diluar kebiasaan selalu tdk pake perasaan gaya melayu yg mudah hanyut, tetapi tegas !!!

     
  5. Dangstars

    8 November 2009 at 16:50

    Artikel yang sangat tepat di saat tepat..

     
    • wardoyo

      8 November 2009 at 17:23

      Betul dan terimakasih. Seharusnya fokus utama ke Antasari dan Bank Century…

       
  6. wardoyo

    8 November 2009 at 17:11

    Memang aneh ya tentang pengertian dan asosiasi.
    @ zipoer 7 : corps bukan milik militer, hanya pengertiannya saja yang berasosiasi dengan militer. Kalo bikin corps onthel bagus juga…
    @kakaakin : sayangnya perhatian masyarakat terpecah belah. Kejutan MK hanya sesaat.

     
  7. genthokelir

    8 November 2009 at 18:31

    hehe melihatn penjelasan ini menjadi semakin jelas untuk membaca keadaan yang sedang berkecamuk hehehe

     
  8. riankurus

    10 November 2009 at 20:10

    tak bisa berkomentar saya. terkunci belum faham seutuhnya

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: