RSS

Saksi Bisu Sejarah – Sepur Kluthuk Jaladara

12 Okt

SEPUR KLUTHUK JALADARA : ALTERNATIF WISATA KOTA SOLO

§


Kota Solo memiliki berbagai keunikan yang dikemas menjadi paket wisata menarik dan sulit dijumpai, yaitu SEPUR KLUTHUK JALADARA. Beberapa kota yang memiliki wisata semacam ini antara lain Ambarawa, Blora dan BukitTinggi-Sumatra Barat.

Perbedaannya adalah kalau di kota lain wisata kereta uap tua ini melalui jalur luar kota – bahkan di Blora jalur tujuannya adalah hutan jati – maka di kota Solo kereta wisata ini benar-benar melalui tengah kota. Hal ini bisa dimungkinkan karena jalur kereta dalam kota Solo (baca : TREM) masih berfungsi dengan baik.

Rel KA Sejajar Jalan Utama Kota Solo

Rel KA Sejajar Jalan Utama Kota Solo

Dan inilah SEPUR KLUTHUK JALADARA yang melayani jalur wisata dari Stasiun Purwosari hingga Sangkrah. Perhatikan dinding, jendela dan seluruh bagian gerbongnya masih asli terbuat dari kayu bermutu tinggi.

Kereta Wisata

Kereta Wisata

Sepur peninggalan kolonial ini sekarang dihiasi batik dan bendera merah putih

Sepur peninggalan kolonial ini sekarang dihiasi batik dan bendera merah putih

Loko Asli Import, awal abad-20

Loko Asli Import, awal abad-20



Ruang Duduk dala KA Wisata, saksi bisu saat dahulu terlarang bagi "Inlander"

Ruang Duduk dalam KA Wisata Jaladara, saksi bisu sejarah panjang kolonial

Jangan ragu untuk Anda yang ingin menikmati cara berwisata yang berbeda. Anda serasa kembali ke dunia seabad yang lalu…. bisa berlagak jadi “sinyo” atau “noni” yang sedang bersantai sambil mencemooh para inlander.

God Verdome!! (Lha… apa artinya tuh?? Jangan pada protes yah … Ane cuma ngikutin artis-artis di film- si Pitung aja…)

****

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Oktober 2009 in Jalan Jalan

 

Tag: , , ,

10 responses to “Saksi Bisu Sejarah – Sepur Kluthuk Jaladara

  1. Batavusqu

    14 Oktober 2009 at 06:30

    Salam Takzim
    Selamat pagi menyapa para sahabat demi sebuah persahabatan agar tak tergeser dengan kesibukan, Semoga tetap kesehatan yang hakiki diberikan untuk bapak/ibu sekeluarga
    Salam Takzim Batavusqu

     
    • wardoyo

      14 Oktober 2009 at 23:20

      Terimakasih bang untuk kehangatan sapaan penuh persahabatan,,, semoga sukses hari ini.
      Salam takzim juga.

       
  2. Kakaakin

    14 Oktober 2009 at 17:07

    Wah, pasti asyik ya naik sepur ini…
    Lah diriku, naik kereta aja belom pernah… maklum di Kalimantan ga ada kereta api….
    Tempo hari sempet ke Solo, cuma sehari, jadi ga sempet kemana-mana…

     
    • wardoyo

      14 Oktober 2009 at 23:31

      Saya sendiri bisa naik waktu pas peresmian – masih promo. Trus gayanya seperti wartawan – jepret sana jepret sini. Malah humasnya salting minta diwawancara… ha…ha..
      Kalau disuruh naek dengan membayar terus-terang saya gak niat untuk saat ini… tarifnya 100.000 untuk sekali jalan (uang rupiah, bukan gulden).

      Tujuan sepur ini memang untuk wisatawan. Sensasinya itu loh yang mahal.

       
  3. Batavusqu

    15 Oktober 2009 at 07:02

    Salam Takzim
    Selamat pagi sahabat, bergeser hari jangan ikut tergeser ya persahabatan, untuk terus mengikat tali persahabatan, ada tali kasih yang harus dijemput pak ditengah-tengah kesibukan bapak
    Salam takzim Batavusqu

    ___________

    wardoyo : terimakasih…

     
  4. sedjatee

    16 Oktober 2009 at 07:01

    sepur kluthuk ternyata masih ada.. jadi pengen nyoba, hehehee…. kalo gak salah itu rel yang ada di foto adalah gambar jalan slamet riyadi, solo…. bener gak mas? hehehe… salam numpak sepur…

    sedj

     
    • wardoyo

      16 Oktober 2009 at 07:31

      Tepat sekali bing sedjatee…
      KA Jaladara memang lewat jalur tengah kota Solo – sejajar jalan Slamet Riyadi.

      Salam.

       
  5. Dangstars

    16 Oktober 2009 at 07:31

    Selamat pagi Pak..
    Berkunjung nih di cermin sejarah…
    Tambah wawasan ..
    Nice info

     
    • wardoyo

      16 Oktober 2009 at 07:32

      Terimakasih untuk kunjungannya…

       
  6. citromduro

    16 Oktober 2009 at 08:33

    sejarah yang patut dan harus dilestarikan jangan sampai anak cucu kita kelak lupa dengan sejaran

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: