RSS

Mengunyah Citra Batik Solo

06 Okt

Tak dapat dipungkiri, batik sebagai suatu hasil budaya Nusantara adalah karya besar sejarah yang terus berkembang.

Perkembangan seni membatik itu sendiri memperoleh jati dirinya dalam wilayah kerajaan Islam Nusantara dan diperkaya unsur agama Islam yang banyak mengajarkan kehalusan budi dan perilaku adiluhung.

***

Beberapa hari yang lalu, dalam rangka menyambut penetapan Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Indonesia yang diakui Dunia oleh UNESCO – anak kedua saya yang duduk di kelas V Sekolah Dasar menerima tugas menyusun dan mengumpulkan gambar motif batik yang harus dicari dari internet… (lima-tujuh tahun yang lalu tak terbayangkan anak kelas V SD diberi tugas yang mengharuskannya membuka internet… sekarang ini jaman sudah berubah rupanya…).

Dan inilah salah satu hasil kerja anak saya setelah “browsing” dan “surfing” di internet mencari aneka motif batik. Ia berhasil mengumpulkan lebih dari 25 macam motif batik Nusantara.

Ketiga motif batik yang saya ambil contoh di bawah ini merupakan motif yang paling populer dan diakui memiliki makna spiritual yang dalam.

Batik Sidomukti

Batik Sidomukti

Batik Sidoluhur

Batik Sidoluhur

Batik Truntum

Batik Truntum

Berbagai acara digelar di kota Solo untuk menyambut pengukuhan UNESCO itu. Stasun radio berlomba mengupas berbagai sisi batik. Pemerintah dan berbagai instansi menetapkan jum’at kemarin sebagai hari memakai batik, padahal di kota Solo sekolah-sekolah sudah menerapkannya sejak lama.

Salah satu yang menarik adalah ulasan di media tentang makna desain batik. Begitu banyak arti dan dalam makna desain batik.

Motif batik Sidomukti diciptakan dengan sebuah harapan dan doa agar si pemakai menjadi mukti atau mulia.

Sementara itu motif batik Sidoluhur dimaksudkan agar si pemakai senantiasa memliki pekerti yang luhur.

Berbeda dengan motif Truntum. Motif  batik yang satu ini amat terkenal di Kota Solo karena diciptakan oleh seorang Permaisuri Raja. Menurut kisahnya, permaisuri Sri Susuhunan (Sunan Paku Buwono II kalau tidak salah) mulai tidak diperhatikan oleh Sri Susuhunan, karena Baginda sangat sibuk dan lebih memperhatikan selir yang muda.

Kanjeng Ratu Permaisuri lalu manekung, berkhalwat mohon petunjuk dan mengadu pada Sang Pemberi Hidup. Akhirnya Kanjeng Ratu dengan segenap daya cipta, harapan dan permohonannya mulai membatik dan membuat sebuah motif yang baru.

Pada suatu hari Sri Susuhunan PB berjalan-jalan di keputren, dan secara tidak sengaja memergoki kegiatan Ratu Permaisuri yang sedang membatik dan akibatnya….

Tidak tertahankan lagi, hari demi hari Sri Susuhunan semakin tertarik pada motif baru yang diciptakan Ratu  Permaisuri, sekaligus menyebabkan ia terpesona kembali kepada kecantikan Sang Ratu.

Kalau bahasa mileniumnya CLBK gitu loh.

Ini hanya sekelumit kisah sejarah batik yang romantis dan penuh filosofi.

Motif batik Truntum sesungguhnya mengingatkan seorang pria untuk kembali kepada kesetiaan.

***

 
23 Komentar

Ditulis oleh pada 6 Oktober 2009 in Cerita Miring

 

Tag: , , , , , , ,

23 responses to “Mengunyah Citra Batik Solo

  1. blogpopuler

    6 Oktober 2009 at 14:05

    Batik adalah salah satu budaya kita perlu dipertahankan

     
    • Batavusqu

      7 Oktober 2009 at 12:20

      Caranya gimana bang nanti sobek dong

       
  2. catatan febri

    7 Oktober 2009 at 09:23

    akan tetapi, betulkah baribatik sekarang telah kehilangan maknanya yang begitu mendalam???

     
    • Batavusqu

      7 Oktober 2009 at 12:22

      ini bari mana? orang bahas batik si bari dibawa-bawa jangan jangan bari penjual batik ya, tapi kok sampai mendalam kecebor kalllleeee😆

       
      • wardoyo

        8 Oktober 2009 at 16:09

        Sudah saya sunting kok bari jadi batik …. gitu kan maksudnya @catatan febri

        Terima kasih…

         
  3. badruz zaman

    7 Oktober 2009 at 11:25

    batik yang bagus yang aku tahu dari solo dan pekalongan. sebetulnya, batik lokal kabupaten di jawa sangatlah banyak. tak terhitung. mungkin motivnya nginduk ke motiv solo dan pekalongan kali ya…batik lokal sulit terangakat.

     
    • Batavusqu

      7 Oktober 2009 at 12:24

      Iya saking beratnya, yuk kita bantu angkat batik lokal😆😆😆
      dengan semboyan ringan sama dijinjing berat sama dipikul

       
    • wardoyo

      8 Oktober 2009 at 16:12

      Batik itu hasil seni dan merupakan budaya alias budi daya. Jadi, jangan terpaku kepada hasil yang sudah ada. Berbagai motif batik yang berkembang di Jawa – saya yakin – memiliki makna dibaliknya yang perlu digali secara modern.

      Terimakasih untuk kunjungan bung @badruz zaman

       
  4. Eko Madjid

    7 Oktober 2009 at 11:41

    Alhamdulillah, batik sudah mendapat pengakuan dunia Internasional menjadi kebudayaan milik Indonesia…

     
    • Batavusqu

      7 Oktober 2009 at 12:26

      Kasihan deh yang klaim batik miliknya panas kuping, jadi seperti kebakaran jenggot, lho ko bawa bawa jenggot maap ya

       
  5. Batavusqu

    7 Oktober 2009 at 12:28

    Salam Takzim
    Semoga saja 2 Oktober tahun-tahun berikutnya lebih semarak untuk mengenakannya
    Sekalian komen mau mengingatkan sudah waktunya MAKSI, Selamat Makan Siang
    Salam Takzim Batavusqu

     
    • wardoyo

      8 Oktober 2009 at 16:06

      Terimakasih untuk kunjungan yang penuh semangat bang…
      Salam.

       
  6. sedjatee

    9 Oktober 2009 at 07:39

    luar biasa… saya baru sadar bahwa ada makna yang sangat dalam dari suatu pola batik karya leluhur nusantara kita… selama ini kita hanya tinggal memakai saja, tanpa pernah tahu makna…. dengan tulisan ini, kita bisa lebih bangga dan bersyukur, batik adalah karya yang sangat estetis.. salam batik…

    sedj

    __________

    wardoyo : terimakasih… semoga semakin cinta dengan produk batik asli Indonesia dan semakin bangga memakainya

     
  7. kopral cepot

    9 Oktober 2009 at 09:15

    ternyata ada kisah yg romantis di balik batik …
    Hatur nuhun tararengkyu tlah berbagi🙂

     
    • wardoyo

      9 Oktober 2009 at 09:48

      sama-sama kang @kopral cepot…

       
  8. mas tyas

    9 Oktober 2009 at 16:19

    mantab mas.. emang sebenarnya dalam seni budaya kita terkandung nilai- nilai luhur yang sangat penting untuk dilestarikan. salam kenal!

     
    • wardoyo

      10 Oktober 2009 at 09:04

      salam kenal juga dan sukses selalu..
      terimakasih atas kunjungannya…

       
  9. Kakaakin

    9 Oktober 2009 at 16:34

    Saya sih kenal batik dari waktu saya masih kecil…
    batik:…sarung ibu saya, kain panjang yang menutup jenazah alm. nenek saya, seprai kasur saya, daster saya, jilbab saya, baju saya… dll…🙂

    Gimana dengan daerah lain ya? apakah ada makna juga dibalik motif2 yg ada…
    Seperti batik Kaltim yang sampai sekarang saya belum tau maknanya…

    Salam kenal…

     
    • wardoyo

      10 Oktober 2009 at 09:13

      Tugas kita semua untuk mengidentifikasi dan menginventarisir keaneka-ragaman batik Nusantara. Keindahan batik Sasirangan dari Kalimantan sebenarnya membuat saya kagum bukan main, dan sama seperti Anda sayapun belum mengerti makna motif batik Kalimantan itu.

      Terimakasih untuk @ Kakaakin telah berkunjung. ika ingin mendalami tentang batik SOLO COBA KLIK DI SINI

      Salam.

       
  10. M Mursyid PW

    11 Oktober 2009 at 20:21

    Solo, kota tempat aku menimba ilmu, tempat mertuaku dan beberapa kerabatku tinggal. Jadi teringat batik keris kesayangan Bapak (almarhum).

     
  11. wibisono

    12 Oktober 2009 at 16:13

    mantap ceritanya… Aku juga kuliah di solo tapi gak tau.. hehe.. salam kenal pak..

    Lestarikan budaya Indonesia..

     
    • wardoyo

      14 Oktober 2009 at 08:57

      Salam kenal juga…
      Terimakasih sudah berkunjung.

       
  12. zacky4style

    16 Oktober 2009 at 13:16

    CLBK sudah ada ya sejak masa kerajaan?

    Makasih infonya, ternyata batik mempunyai arti bagi pemakainya.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: