RSS

Penulisan Sejarah Kemanusiaan

17 Jul
Sosok Dracula  yang sering disebut juga Nosferatu tidak bisa dilepaskan dari periode akhir Perang Salib Balkan. Dalam Perang Salib Balkan, Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib terkejam yang telah membantai  musuhnya – umat Islam – hingga korbannya diperkiarakan mencapai 300.000 ribu orang. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula.
Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan hingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancang di tempat terbuka. Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban penyulaan, tapi juga perempuan dan bayi.
Kekejiannya barangkali hanya bisa ditandingi Hitler dalam mendirikan Reich Ketiga. Atau Jengis Khan sendiri.
Tetapi Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula, nama baiknya akan selalu dilindungi . Dan hingga saat ini di Rumania, Dracula masih dipuja sebagai pahlawan.
Penulisan sejarah peradaban kembali berulang, Sang Pahlawan pasti diambil sosok superheronya namun segala kebusukan, kejahatan dan kelemahan Sang Pahlawan akan dibuang ke keranjang sampah.

DRACULA

Sosok Dracula yang sering disebut juga Nosferatu tidak bisa dilepaskan dari periode akhir Perang Salib. Dalam Perang Salib Balkan, Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib terkejam yang telah membantai musuhnya – umat Islam – hingga korbannya diperkiarakan mencapai 300.000 orang. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula.

Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu yang ujungnya dilancipkan hingga menembus perut, kerongkongan, atau kepala. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancang di tempat terbuka. Perempuan dan bayipun menjadi korban.

Kekejian seperti itu barangkali hanya bisa ditandingi Hitler saat ingin mendirikan Reich Ketiga. Atau bahkan Jengis Khan sendiri.

Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib yang mewakili Kristen Eropa. Betapapun kejamnya Dracula, nama baiknya akan dilindungi . Sampai saat ini, Dracula dikenal sebagai pahlawan Rumania.

P15-06-09_09.07

Sejarah Ibarat Cabang Bonsai, Tumbuh Sesuai Keinginan Yang Mengaturnya

Pola penulisan sejarah peradaban berulang, Sang Pahlawan dituliskan sebagai superhero tanpa cacat, dan sebaliknya keranjang sampah dipenuhi segala kebusukan-kejahatan dan kecurangan Sang Pahlawan.

****
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Juli 2009 in Opini

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: