RSS

Stereotip (Wayang) Dalam Sejarah (2)

11 Jul

WAYANG

Indonesia baru saja selesai menyelenggarakan Pemilihan Presiden 2009 (Pilpres). Rasanya seperti mimpi. Saya dan keluarga berbeda pilihan. Beberapa kolega juga memiliki pilihan berlainan. Terlebih lagi rakyat jelata yang jumlahnya jutaan orang di negeri ini. Tidak ada masalah dengan perbedaan pilihan. Namun bagi saya pribadi  pemilihan pemimpin kali ini seperti mengulang episode sejarah. Agak aneh rasanya karena saya termasuk orang yang sangat suka mempelajari sejarah. Terutama sejarah yang absurd.

Tetapi kalau kita berkaca pada sejarah, fenomena pilpres kali ini bukan sesuatu yang baru. Dalam alam kemerdekaan, di bawah naungan republik yang modern, legitimasi sejarah selalu perlu untuk ditonjolkan. Lihat saja misalnya Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Kalangan pejuang yang terpelajar pasti memilih beliau sebagai pemimpin karena pemikirannya, perjuangannya, kehebatan orasinya dan kemampuannya berdiplomasi.

Tetapi tidak bagi masyarakat awam!

Untuk konsumsi masyarakat yang sedikit melek huruf Latin, yang setengah terpelajar dan yang sibuk mencari sesuap nasi daripada mikir politik, kepada merekalah dibuat skenario baru. Soekarno digambarkan sebagai Ratu Adil, Raden Herutjokro yang ditunggu-tunggu, keturunan trah Majapahit, berdarah biru, menerima wahyu keraton, Satrio Piningit dalam babon Joyoboyo, tampan seperti titisan Arjuna,  dan seterusnya. Begitulah sejarah mencari pembenaran.

Di abad millenium sekarangpun, iklim belum juga berubah. Waktu saya bertanya kepada beberapa orang di sekitar saya tentang pilihan mereka di Pilpres kali ini, jawaban yang saya terima sungguh mencengangkan.

“Dia kupilih karena ganteng.”

“Aku memilih dia, karena bangga punya presiden gagah.”

“Aku tidak memilih yang itu, karena badannya terlalu kecil.”

“Aku suka presiden yang kebapakan, tenang dan sabar, tidak suka yang agresif atau yang bicara berapi-api.”

……..

Gejala apa ini? Apakah memilih pemimpin harus dengan pendekatan citra fisik? Kemana perginya akal sehat? Apakah sekian tahun merdeka rakyat belum / tidak juga berubah?

Proses pencitraan seorang pemimpin negara modern bernama Indonesia, mirip dengan stereotip wayang kulit 400 tahun yang lalu!! Pemimpin harus seperti Pandawa yang tunduk, tenang, tidak konfrontatif??

Barangkali kita terlampau dalam terbenam dalam kultur sejarah yang dijejalkan sejak kecil. Sehingga penampilan lebih penting dari kemampuan dan pemikiran.

Lupakah kita bahwa sistem di negara ini berbeda dengan Perancis atau Inggris di mana Kepala Negara hanyalah simbol yang memang harus sedap dipandang dan menyenangkan dalam penampilan.

*****

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Juli 2009 in Opini

 

Tag: , , , , ,

4 responses to “Stereotip (Wayang) Dalam Sejarah (2)

  1. dir88gun-Z

    13 Juli 2009 at 09:54

    assalamu alaikum wr. wb.

    Eh, Saudara2ku di penjuru dunia maya, gimana kabar kamu sekeluarga?
    Semuanya baik2, sehat2, & tetep-beriman, aja kan?
    alhamdulillah… akhirnya pilpres 2009 dapat berjalan aman dan lancar.
    /* Lho, mulai nggak nyambung… halah, sambung2in aja deh. */

    Selamat kepada semua pihak yang telah turut berpartisipasi!
    Selamat menanggung amanah rakyat yang telah dibebankan kepada Anda dengan baik.
    Selamat memanfaatkan sisa umur Anda untuk mengabdi kepada Allah & melayani umat.
    Dan masih banyak lagi selamat lainnya yang tidak cukup ditulis di sini.

    Eh, ByTheWay-AnyWay-BusWay… gimana pilihan kamu kemarin?
    alhamdulillah… /* saya nggak tau sih, yang penting kita syukuri aja */
    Eh, tapi ngomong2… kamu tau nggak, kalo kondisi negeri kita sekarang ini udah sangat memprihatinkan bangetz?
    Nggak percaya? Mau bukti? Beneran? Yakin?

    Ya elah, kemana aja, Loe?
    Kelamaan camping ke Planet Saturnus? Masa gitu aja gak tau?
    Lihat tuh, di koran2, di web2, di tv2… atau di jalan2, ada banyak!
    Terus, sekarang gimana… apa yang bakal kamu lakuin?
    Masih gak peduli sama nasib Saudara2 kita yang tersesat & terdzalimi?
    Pindah ke Planet Pluto aja, Loe! Bumi udah sumpek!

    Buat kamu2 yang kemarin ikut golput pemilu 2009,
    apa kamu pikir kalo kita cuma golput, tau2 sim-salabim, negeri kita jadi makmur sejahtera, happily everafter… dll. dsb. dkk.?
    Terus, buat kamu2 yang kemarin ikut nyontreng pemilu 2009,
    apa kamu pikir kalo kita cuma nyontreng, tau2 abra-kadabra, negeri kita bisa selamat dengan sistem seperti sekarang?

    Terus terang aja Saudara2, sekedar golput itu bukan solusi yang tepat!
    Terus terang juga, sekedar nyontreng itu juga bukan solusi yang tepat!
    Lha, terus kalo gitu solusi yang paling tokcer, apaan donk?
    Solusi yang paling ampuh adalah Islam!
    Huahahaha…3x uhuk…2x!!

    Hah, masih gak percaya lagi? Udah pernah belajar Islam di sekolah, belum?
    Udah tahu belum, kalo Islam itu lebih dari ibadah ritual?
    Kalo belum, balik lagi ke SDN Planet 204-Nebula, sana!

    Buang semua sistem sekuler & anak cicitnya yang selama ini menggerogoti kehidupan kita! (misal: kapitalisme, liberalisme, demokrasi, dll.)
    Sistem sekuler, yang misahin unsur agama dalam kegiatan se-hari2, sudah terbukti bikin manusia lupa sama Allah!
    Aturan Allah di-injak2, /* kayak cucian aja, emang Nabi nyuruh nginjak2 Qur’an */
    diganti sama aturan bikinan manusia yang dibuat dengan seenak udel mereka sendiri,
    /* udel kok enak? emangnya donat? */
    sehingga banyak manusia yang terlena gara2 nuruti hawa nafsunya!
    Mari kita kembali ke jalan yang benar!
    Mari kita bangkit, sebelum kita dibangkitkan!

    Karena sistem yang ada sekarang ini, cuma dijadikan alat oleh para penjajah untuk memenuhi hawa nafsu mereka!
    Sistem yang penuh dengan bug, unhandled data, troubleshooting, bad sector, dll…
    [system error]
    Sudah saatnya kita ganti sistem “bobrok-bin-destructive” buatan manusia ini dengan sistem yang lebih baik, SISTEM ISLAM!!
    Islam, sudah terbukti & teruji untuk mengatasi segala tantangan & mampu menjawab berbagai problematika umat!
    /* Kok jadi kayak iklan di TV? Whatever lah… */

    Q: Ok, lah… masalahnya emang terletak pada sistem yang rusak, sehingga bikin kondisi negeri kita jadi berantakan kayak gini. Terus… hubungannya sama gue, apa?
    A: Ya elah, Coy! Masih belum sadar juga? Pindah ke Planet Uranus aje, Loe!
    Kita sebagai warga negara yang baik, harus mulai menyelamatkan bangsa & negeri ini, dengan Islam!

    Inget Saudaraku sekalian, kita adalah bagian terpenting dari negeri ini!
    Kita semua adalah pemimpin yang udah diserahi amanah sama Allah.
    Wih, enak… gak perlu repot2 ikut pemilu, langsung dijadiin pemimpin!
    Eits, ada tapi-nya… habis kiamat nanti, kita semua harus BERTANGGUNG JAWAB atas setiap amanah yang telah diberikan kepada kita!
    Salah satu hal yang dimintai pertanggungjawaban yaitu, AMANAH KITA SEBAGAI SEORANG WARGA NEGARA, TAU….???
    Maka dari itu, Anda2 sekalian juga harus terlibat!
    Hihihihi… mau kabur, ya? (^A^)

    Terus… masalahnya sekarang, kita mau jadi pemimpin kayak gimana?
    Mau jadi pemimpin yang nurutin hawa nafsu, & berujung pada kehinaan & kerusakan?
    atau jadi pemimpin yang taat sama Islam, & berujung pada kemenangan & kebaikan?
    Cuma kita yang bisa nentuin! Choose your own path! Ciee…!!! Karena…

    Perubahan sejati adalah perubahan menuju arah yang lebih baik,
    yang dimulai dari pemikiran, perasaan, & cara hidup kita,
    berawal dari cinta & niat yang bersih, tulus, setia, & lurus,
    disertai dengan cahaya ilahi yang senantiasa menyinari hati,
    tiada Illah (yang dicintai, dipatuhi, & disegani) selain Allah.
    /* Rada gak nyambung lagi, y? Sambung2in lagi aja deh! */

    Maka dari itu, Saudaraku sebangsa setanah-air…
    Kita bangkit untuk menerapkan Islam, yuk!
    Secara sempurna dan menyeluruh.
    Mulai dari diri sendiri…
    mulai dari yang sederhana…
    dan mulai dari sekarang…

    Si Jacko (King of Pop) aja mau ber-Islam, masa kita nggak mau?
    Yuuk? Yuk, iya, iyuuu….uuk! /* jayus bangetz sich */
    Karena Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa…
    dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Semoga kita semua bisa meraih kembali kejayaan umat negeri ini, dengan Islam.

    Udah dulu, cukup Sekian “invitation letter” dari saya.
    InsyaAllah, semoga surat cinta ini bisa sedikit “menggelitik” relung hati Saudara2.
    Terserah, situ mau nganggep saya gila atau sinting,
    mau cuek silahkan… mau ikut silahkan… tanggung sendiri konsekuensinya…
    yang penting sekarang tanggungan saya sudah berkurang, fiuh… (^o^)’

    Oh iya, hampir kelupaan… ma kasih atas perhatian ‘n kerja samanya. (T_T)
    Tolong maafin saya, kalo ada kata2 yang salah atau kurang berkenan,
    soalnya saya memang rada2 emosional pas ngomongin masalah ginian, harap maklum.
    Sekali lagi, ma kasih y, cuma Allah yang bisa mbales… (T_T)

    wassalamu alaikum wr. wb.

    NB: Please Read Me…
    Kalo pesennya kebanyakan, gak usah ditampilin juga gak apa2, kok.
    Kalo ada kesempatan, tolong mampir ke sini ya, Ma kacii… (^_^)
    http:// www. almawaddah.or.id
    http:// www. eramuslim.com
    http://www.harunyahya.com
    http:// www. hidayatullah.com
    http:// www. hizbut-tahrir.or.id
    http:// www. islamic-center.or.id
    http:// www. majalah-elfata.com
    http:// www. muslim.or.id
    Mohon maaf buat produsen majalah lain, kalo saya cantumin satu2, g cukup.

     
  2. sedjatee

    13 Juli 2009 at 17:59

    wah… tulisan panjenengan tentang sejarah sangat tajam… salam kompak, sukses selalu…

    sejati

     
  3. sedjatee

    13 Juli 2009 at 18:04

    maturnuwun mas… blog panjenengan sangat bagus, saya yakin panjenengan punya banyak referensi tentang sejarah… saya mulai meminati sejarah dan saya pikir saya belum punya banyak referensi seperti panjenengan… ulasannya sangat tajam dan banyak fakta sejarah yang belum saya ketahui selama ini… mohon izin memasang taut blog panjenengan di blog saya… matur nuwun…

    sejati

     
    • wardoyo

      14 Juli 2009 at 00:42

      Alhamdulillah, terimakasih atas komentar @sedjatee. Banyak tulisan sejarah dan fakta sejarah yang seringkali tidak sinkron dengan nalar…. dan itu menggelitik saya untuk mencoba menuliskannya. Dan semua yang saya tuliskan dalam blog ini sebenarnya sudah diketahui semua orang … ya kan? Hanya saja kacamata memandang peristiwa itu saja yang berbeda… Salam sukses juga untuk Anda…

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: