RSS

LUWU – LUWUK

19 Mei

Sejarah yang pincang

Kalau kita mendengar kata Luwu atau Luwuk yang terbersit barangkali hanya sebuah tanda-tanya.

Kalau ditanyakan tentang korelasi dan asosiasi kata  Negarakertagama pada seratus orang pelajar Sekolah Menengah di wilayah Jabotabek misalnya, niscaya ada seratus jawaban yang mengkorelasikan naskah atau kitab itu dengan Kerajaan Majapahit, dan barangkali sekitar seperempatnya akan mengkorelasikan penulisnya, Mpu Prapanca.

Tetapi coba tanyakan kepada mereka tentang korelasi Luwu/Luwuk dengan Majapahit? Barangkali tidak sampai seperseratus dari seribu pelajar yang akan mampu menjawabnya.

Padahal hubungan itu amatlah dekatnya, sedekat hubungan perahu dengan nahkodanya. Bagaimana tidak, kalau mpu pembuat keris yang terkenal dari zaman Majapahit dipanggil dengan Mpu Luwuk. Dan selama puluhan bahkan ratusan tahun bahan baku seluruh senjata prajurit Majapahit (bahkan sejak masa Singhasari??) didatangkan dari Luwuk. (cek saja kepada para ahli geologi Indonesia, dimana di Jawa ada sumber bijih besi untuk pembuatan senjata – dalam jumlah massal tentunya?! Tidak ada di Jawa!!! Karena memang sumber bijih besi yang terkenal sejak dulu adalah dari tanah Luwuk).

Naskah Lontara, salah satu Naskah peninggalan Kerajaan Luwu menyebutkan bahwa Raja Luwu, We Tappa Cina, mempunyai permaisuri yang merupakan Putri Raja Majapahit. (Fakta sejarah ini tidak diungkap dalam Negarakertagama?).

Jadi, sejarah nasional yang ditulis dengan pandangan ‘Jawa sentris’ rasanya perlu ditinjau ulang atau diceritakan dengan lebih terbuka sehingga aspek sejarah bisa dipahami secara lebih baik.

Apa gunanya bagi seorang pelajar di Aceh atau Halmahera belajar tentang sejarah Dyah Pitaloka? Akan lebih bermanfaat jika para pelajar itu tahu bahwa pasukan dan prajurit yang kuat di masa Sriwijaya, Singhasari dan Majapahit itu mempunyai korelasi dengan sumber-sumber pembuatan persenjataan (tombak, pedang, klewang, keris, tameng dll) dan sumber pangan buat mengisi perut para prajurit yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang.

Belum lagi kalau dikaitkan dengan teknologi perkapalan untuk membangun armada maritim. Kenapa naskah Majapahit tidak menyebutkan tentang teknologi perkapalan ini?

Terasa ada yang hilang dalam sejarah masa lalu. Atau sengaja dihilangkan?

***

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Mei 2009 in Opini

 

Tag: , , , , ,

8 responses to “LUWU – LUWUK

  1. mazdink

    27 September 2009 at 08:43

    Saya dari tana Luwu, saya baru tertarik mempelajari sejarah akhir-akhir ini namun belum ada titik terang yang bisa saya dapatkan.

    ____________

    wardoyo : terimakasih sudah berkunjung, dan semoga bisa menemukan apa yang dicari…

     
  2. ariefmas

    26 Oktober 2009 at 00:55

    Mengenal sejarah dg lebih dalam.
    Mungkin nantinya saya bisa tau bagaimana ransum yg diperlukan gajah mada saat menyatukan nusantara, atau akomodasi yg diperlukan sultan agung saat penyerangan ke batavia, dll.

     
  3. Ino

    18 November 2009 at 06:52

    Tolong beri penjelasan yg ilmiah hubungan antara Luwu – Luwuk krna menrut sejarah bhwa kerajaan Luwu mempunyai hbungan kluarga dgn kerajaan Tompotika !

     
  4. fayyad

    8 Desember 2009 at 05:25

    iya itu raja luwu, anakaji yg punya permaisuri we tappacina dari majapahit. dan menikahi putri dari raja lain tidak masalah bagi luwu karena tidak dianggap luwu takluk kepada kerajaan lain. malah menjalin hubungan persaudaraan. lain halnya jika putri luwu yang menjadi permaisuri raja lain.

    kalau kita google kata Luwu, maka kita akan dapatkan logo Luwu itu adalah keris.

    sesuai namanya, sulawesi yang berasal dari kata selebesi, keris keris atau sele dengan bahan besi istimewa itu dilahirkan dari punggung raksasa di tengah pulau sulawesi yang bernama ……. LUWU

    hiiiii

     
  5. chival mining

    23 Februari 2011 at 08:59

    kl berdasarkan sejarah, Luwuk yg berada di sulawesi tengah itu dulunya wilayah kerajaan Luwu, yang memisahkan wilayah Luwuk dari wilayah kerajaan Luwu yaitu VOC (veernigh organization company) menjadi beberapa afdeling, jadi luwuk itu jg bagian dari kerajaan luwu yg tdk bisa terpisahkan

     
  6. dildaar80

    26 Februari 2014 at 13:04

    Naskah Lontara, salah satu Naskah peninggalan Kerajaan Luwu menyebutkan bahwa Raja Luwu, We Tappa Cina, mempunyai permaisuri yang merupakan Putri Raja Majapahit. (Fakta sejarah ini tidak diungkap dalam Negarakertagama?).

    Jangan curiga dulu bro. Coba baca lengkap negarakertagama (search google dl). Di sana, nama2 keluarga raja tidak semua disebut juga. Termasuk yang menikah dng raja2 daerah di wilayah Jawa.

     
  7. Anonim

    21 Oktober 2014 at 22:10

    hanya ada dua sumber beri berpamor di dataran tinggi Tana luwu yaitu di Rongkong dan Ussu… klo orang Rongkong sebut besi Porreo…

     
  8. Anonim

    24 Juni 2015 at 10:40

    terima kasih

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: