RSS

Wisata Sejarah : Termangu di Benteng Oranje (2)

31 Okt

Bukan salah siapa-siapa jika Anda akan trenyuh saat berjalan-jalan menapaki dinding benteng Oranje di Ternate. Barangkali memang saat ini pemerintah tidak memiliki cukup dana untuk menata ulang kondisi Benteng yang indah dan kokoh ini.

Ada Lapangan di Dalam Benteng Oranje

Kondisi jalan akses ke dalam benteng dan lapangan utama yang dikelilingi dinding benteng cukup nyaman dipandang. Namun akan lebih sedap dipandang  jika dinding benteng lebih bersih dan terawat… :D

Seperti pada umumnya benteng di abad 16-17, bahagian bawah dinding benteng merupakan ruangan yang disekat, biasanya digunakan untuk penjara, ruang sipir, ruang opas dan sebagainya. Bagian atas ruangan adalah ruas jalan yang dipakai untuk kepentingan patroli. Sedangkan sudut benteng digunakan untuk pertahanan utama – dalam kasus benteng Oranje, setiap sudutnya dihiasi dengan beberapa meriam berbagai ukuran.

Meriam di sudut belakang benteng

Alangkah indahnya seandainya sudut ini dibenahi. Dari sudut ini kita bisa memandang keindahan Gunung Gamalamma. Dan kalau saja di bahagian kiri tidak tertutup oleh bangunan tinggi, kita akan dapat menyaksikan pemandangan ke laut lepas.

Patut disesalkan juga keisengan para pengunjung atau mungkin juga masyarakat di sekitar benteng yang melakukan aksi vandalisme dengan mencoret-coret meriam berumur 400 tahun lebih itu.

Secara visual kita akan memaklumi bahwa kondisi Benteng Oranje memerlukan perhatian ekstra dari pemerintah. Benteng ini termasuk benteng yang pertama dibangun di bumi Nusantara.

Meriam VOC bertajuk 1560

Jika kita ke Yogyakarta tidak rugi rasanya mengunjungi Benteng Vrederburg. Atau berjalan menikmati aroma seram Benteng Marborough (?) di Bengkulu. Tetapi di dalam Benteng Oranje kita hanya akan bisa termangu…. Alangkah sayangnya!

 

Mana Yang Lebih Merusak Pemandangan?

Mana yang lebih merusak pemandangan?

Gubuk reyot di sudut benteng? :D
Tiang listrik di tengah area? :lol
Membiarkan pohon tumbuh dan akarnya menghancurkan ruang di bawahnya? :(
Atau menjemur bantal-guling di dinding benteng di sebelah meriam buatan tahun 1500-an? :D

About these ads
 
12 Komentar

Ditulis oleh pada 31 Oktober 2010 in Opini, Situs Sejarah

 

Tag: , , , ,

12 responses to “Wisata Sejarah : Termangu di Benteng Oranje (2)

  1. sedjatee

    1 November 2010 at 06:12

    keren Mas…
    jalan-jalan ke ternate
    mengarungi keindahan nusantara
    pengalaman yang menarik
    salam sukses…

    sedj

    ____________________________

    Terimakasih, bung

     
  2. Kakaakin

    4 November 2010 at 15:34

    Hmmm… lagi-lagi terlantar…
    Spertinya sangat sulit membuat suatu tempat bersejarah benar-benar steril…

    _________________________

    Sepertinya begitulah, kakaakin.
    Benteng bersejarah ini tidak dikelola. Tak ada pengelolaan dari Pemda sama-sekali. Pengunjung bebas keluar masuk tanpa pengawasan apapun. Sayang…..

     
  3. vlc meDia player free download

    8 November 2010 at 03:04

    hello

     
  4. abifasya

    8 November 2010 at 19:05

    gambar terakhir sangat menarik mas dan insya Allah tidak merusak pemandang :lol:
    guling disandingkan dengan meriam, jadi seolah-olah meriamnya jadi banyak…, kerrenn kan ? :lol: :) ;) :?:

     
    • wardoyo

      9 November 2010 at 10:18

      Bener juga, kang…. hahaha.. :D :D

       
  5. santi

    9 November 2010 at 11:00

    nice post…
    kunjungi ini ya..
    klik ini
    thanks

     
    • wardoyo

      9 November 2010 at 16:58

      Terimakasih non…. segera ke TKP.

       
  6. kakve-santi

    9 November 2010 at 13:09

    kayanya yang mengganggu itu tiang telepon itu…

     
    • wardoyo

      9 November 2010 at 17:02

      Tiang telepon atau tiang listrik?
      Weleh-weleh… yang manapun tetap tidak sedap dipandang kalau letaknya seperti itu. Posisinya di atas benteng, di bawah lantainya ada ruangan (penjara?)…

       
  7. bundadontworry

    15 November 2010 at 20:22

    hmmm….memang sepertinya bukan hanya masyarakat yg kurang peduli pd peninggalan sejarah, namun pemda setempat pun amat kurang atensinya ya Mas .
    salam

     
    • wardoyo

      16 November 2010 at 10:42

      Itulah kenyataannya, bunda.
      Walaupun sekarang sudah lebih baik dari kondisi 4 tahun yang lalu, tapi masih jauh panggang dari api.
      Kawasan di dalam benteng saat ini setengahnya menjadi tangsi militer… susah sekali merenovasinya…

       
  8. matt

    19 November 2010 at 14:28

    give me now

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: