RSS

Sepenggal Kisah Mahabarata

07 Jan

Alkisah, pada satu kesempatan Duryudana dan para Kurawa mengundang Pandawa Lima untuk berpesta di Hastinapura. Dalam pesta pora itulah Pandawa terkena rayuan Sengkuni, hingga mabuk dan ikut berjudi.

Inilah awalnya.

Akibat kalah berjudi, Pandawa Lima dan Dewi Drupadi harus menjalani pengasingan selama 12 tahun di hutan ditambah 1 tahun dalam penyamaran.

Setelah masa pengasingan 12 tahun di hutan Kamiaka, Pandawa keluar dan pergi ke negeri Wirata. Para penggemar wayang tentu paham mengenai Lakon Wiratapurwa, kisah tentang Pandawa yang tengah menyamar dan bersembunyi di Hutan Wirata.

Agar identitas mereka tidak ketahuan, Puntadewa atau sering disebut Yudhistira – menyamar sebagai ahli sejarah dan tatanegara dengan nama Wijakangka, Bima sebagai Jagal/penyembelih hewan dengan nama Jagal Abilawa, Harjuna sebagai guru tari yang kebanci-bancian dengan nama Kandhi Wrahatmala, Nakula dan Sadewa sebagai pelatih dan pemelihara kuda dengan nama Darmagranti dan Tantripala. Dewi Drupadi menjadi dayang istana dengan nama Sailandri atau Salindri. (Cerita rujukan klik di sini)

Saat Wirata diserang balatentara Kurawa, para Pandawa membela Wirata. Begitu perang usai, penyamaran itupun terbongkar.

Maka berkumpulah Pandawa, Kurawa, Kresna dan Bhisma dalam sidang khusus di Hastinapura. Dan terjadilah perdebatan sengit.

Pihak Kurawa menuduh bahwa Pandawa telah mencederai janji, tidak memenuhi kesanggupan untuk mengasingkan diri selama 12 tahun dan 1 tahun menyamar tanpa ketahuan.

Sebaliknya, pihak Pandawa menolak. Mereka telah memenuhi janji. Bahkan telah lewat empat bulan dari yang seharusnya mereka jalani. Dalam hal ini, Resi Bhisma mendukung Pandawa.

Masalahnya  : mengapa ada perbedaan dalam perhitungan Pandawa dan Kurawa ?

Tentu saja berbeda! Inilah sisipan Wali Songo ketika menggagas wayang sebagai celah dalam dakwah budaya. Kisah Mahabarata versi Indonesia sarat dengan simbol ajaran Islam, salah satunya adalah dalam hitungan kalender.

Tersirat jelas bahwa Kurawa menggunakan kalender India yang berbasis lunisolar (lihat ARTIKEL sebelum ini). Sementara Pandawa menghitung dengan kalender (lunar) Hijriyah. Dengan selisih 11 hari per tahun, wajar saja jika dalam 13 tahun ada perbedaan sekitar 4 bulan.

Jadi, untuk apa heboh kalau semua ada penjelasannya?
Jangan sampai terjadi perang Baratayudha hanya karena persoalan kalender yang berbeda.

About these ads
 
88 Komentar

Ditulis oleh pada 7 Januari 2010 in Opini

 

Tag: , , , , , , , ,

88 responses to “Sepenggal Kisah Mahabarata

  1. Kakaakin

    7 Januari 2010 at 18:17

    Ya…karena semuanya hanya diatas kertas :)

     
    • rani

      9 Juli 2014 at 16:19

      sorry ya balasannya ngga nyambung
      tapi arjuna ganteng bingitssssss.

       
  2. wardoyo

    7 Januari 2010 at 18:29

    Betul juga @ kakaakin…
    Mahabarata juga hanya di atas kertas.

     
    • Deva Pratama

      19 Mei 2014 at 16:12

      Wee Orang Bangsat , ngapain lo bilang Mahabrata hanya diatas kertas ? heh ? berarti Al-Quran juga cuma diatas kertas ? heh , Mahluk Biadab

       
      • Anonymous

        16 Juli 2014 at 22:36

        Bkn biadab guys tp mnusia laknat

         
      • Anonymous

        17 Juli 2014 at 23:27

        Di atas kertas mata loh somplak.

         
  3. Dangstars

    8 Januari 2010 at 04:59

    Kisah beginian gak luntur walau zaman berubah.. :P :P
    Mantep Mas :D

     
    • wardoyo

      8 Januari 2010 at 16:22

      Betul sekali bung Dangstars. Kisah Mahabarata tidak berubah.
      Hanya penafsiran kisahlah yang selalu berubah sesuai zaman.

       
    • Anonymous

      9 April 2014 at 20:47

      iya yg mantap apaa nya sih

       
    • Anonymous

      2 Mei 2014 at 00:55

      B3tūllL

       
  4. alfarolamablawa

    8 Januari 2010 at 21:06

    wah baru tahu…penjelasan yang logis…hehehe

     
    • wardoyo

      11 Januari 2010 at 11:23

      Logis ato tidak diterima saja ya… Yang jelas masih masuk akal daripada sebuah mobil mentri seharga 1 milliar lebih haha..

       
      • rani

        9 Juli 2014 at 16:50

        betul itu kata wardoyo.
        aku setuju banget.
        cuma penafsirannya aja yang berubah sesuai jaman………………betul…..betul…….betul…….
        niru upin ipin dikit nggapapa kan hehehehehehe

         
  5. kopral cepot

    11 Januari 2010 at 10:16

    sejarah butuh penjelasan supaya dimengerti .. pak Wardoyo tlah mengajari saya untuk memahaminya …. hatur tararengkyu ;)

     
    • wardoyo

      11 Januari 2010 at 11:33

      Ha..ha… terimakasih kang.
      Cuma gerundelan sejarah, belum pantas dijadikan referensi…

       
  6. sedjatee

    13 Januari 2010 at 07:29

    Salam hangat untuk para sahabat
    Semoga kita selalu bersemangat
    Merangkai kata menyusun kalimat
    Persaudaraan bloger indonesia semakin kuat

    sedj

     
    • wardoyo

      13 Januari 2010 at 12:47

      Salam sejahtera juga untuk sahabat sedjatee.

       
  7. mas tyas

    13 Januari 2010 at 11:12

    *pandhawa kali penyamarannya sampai ke saudi ya, trus belajar penanggalan hijriah.. :mrgreen: *

     
    • wardoyo

      13 Januari 2010 at 13:08

      Cerita mahabarata berasal dari India, jadi gak punya urusan untuk jalan-jalan ke Saudi. Tapi Sunan Kalijogo yang didukung para wali yang lain telah menyaring nilai-nilai dalam cerita mahabarata dan memasukkan unsur-unsur Islam di dalamnya. Seperti adanya jimat Kalimosodho (dari dua kalimah syahadat) yang paling ampuh dan bisa mengalahkan semua kesaktian tokoh lain. Jimat ini dimiliki Yudistira – tokoh nomor 1 dari pandhawa.

      Juga munculnya punokawan yang bernafas Islam. Dan yang saya ungkap dalam artikel ini adalah penggunaan kalender Islam oleh pandawa. Asalnya dari mana? Untuk menjawab itu musti tanya ke Sunan Kalijogo… ha..ha.

      Trims ya mas @tyas.

       
    • Anonymous

      23 April 2014 at 09:57

      bgo…..

       
    • DmC

      23 April 2014 at 09:58

      orang stress… jauh

       
    • Deva Pratama

      19 Mei 2014 at 16:18

      Orang Bangsat lo , gk tau apa -apa , Perang besar ini terjadi karena Kaurawa dan khususnya Sakuni , bukan karena Penanggalan Hijriah kalian yang tak masuk akal , bahkan yang wardoyo katakan salah besar , ” Pihak Kurawa menuduh bahwa Pandawa telah mencederai janji, tidak memenuhi kesanggupan untuk mengasingkan diri selama 12 tahun dan 1 tahun menyamar tanpa ketahuan. Sebaliknya, pihak Pandawa menolak. Mereka telah memenuhi janji. Bahkan telah lewat empat bulan dari yang seharusnya mereka jalani. Dalam hal ini, Resi Bhisma mendukung Pandawa. ” ini sama sekali tak ada dalam Kisah Mahabrata , Makanya kalau nggak tau kisah yg sebenarnya diem aja BANGSAT !

       
      • Anonymous

        4 Juli 2014 at 13:29

        hahaha
        emangnya lo tau tu cerita yang sebenernya BIADAP!!!!!

         
  8. Teguh Iman Prasetya

    13 Januari 2010 at 20:11

    Sinkretisme atau Nabi yang Tak Terhitung ?

    Luar biasa ternyata anda gemar cerita pewayangan juga. Cerita Kalender yang mengasyikan secara filosofi juga mengandung makna yang dalam bagi saya dan pernah mengupas makna tersebut. Bulan yang mengitari bumi (Kabisat) dan bumi yang mengitari Matahari (Masehi). Kalender masehi sesungguhnya sudah sejak lama ditemukan oleh para astronom bangsa Mesir Kuno kira-kira 4500 SM. Sedangkan Bulan yang mengitari bumi merupakan sebuah petanda dari tanda manusia bumi yang diagungkan dan dihormati.

    Kisah Islamisasi kebudayaan Jawa yang dahulu Hindu-Budha, patut diacungkan jempol untuk Walisongo. Sinkretisme yang cantik mengalir dan menyejukan membwa misi damai.

    Sebetulnya bukan hanya dimasa Islam saja terjadi Sinkretisme, tetapi juga dimasa sebelumnya ketika terjadi penyebaran agama Hindu abad ke 1 masehi di Nusantara. Kisah Wayang Purwa (Wayang Tua) adalah contohnya, Kisah Punakawan tidak dikenal dalam literatur kuno Kitab Veda Valimiki dan Vyasa, tersiar kemudian menjadi pakem baru yang diadakan masyarakat Jawa sebagai simbol yang mengiringi ” jalan para ksatria” membawa misi suci.

    Barngkali sebagai peringatan dan pelesetan yang aneh juga, bukan hanya mental budak [pembantu, pengiring) yang tercermin, namun juga dapat malih rupa dan mengadakan pemberontakan dan lebih sakti dibandingkan para Dewa yang ada di kahyangan Suralaya.

    Nabi yang tak terhitung

    Mengenai Wayang Purwa saya pernah membaca kisah tersebut dari komikus terkenal RA. Kosasih. Sangat menarik sekali bahkan dikaitkan mengenai asal muasal manusia dewa (avatar) mereka yang sesungguhnya merupakan turunan dari salah satu nabi juga yaitu Nabi SIS nabi yang gemar akan ilmi ghaib dan sihir.

    Dalam banyak hal patut dicurigai juga bahwa kisah orang-orang suci dalam kitab Hindu (Sri Kresna) dan Budha Sidharta Gautama adalah para nabi juga, dimana ajarannya ada tentang ketuhanan. Wallahu a’lam

    Dalam Islam jumlah yang dihitung adalah 25 nabi namun diakui adanya jumlah yang sangat banyak dimasa lalu dan Islam adalah agama terakhir yang menyempurnakan peradaban manusia.

    Namun barangkali sejarah adalah sejarah yang berangkat dari jejak perjalanan dari peradaban manusia.

     
    • wardoyo

      14 Januari 2010 at 11:32

      Terimaksih untuk pencerahannya.

       
  9. batavusqu

    18 Januari 2010 at 13:24

    Salam Takzim
    Kembali ending yang mengharukan kalender india dengan Hijriah yang memiliki perbedaan 11 hari, menjadi cerita yang dimaklumi, sukses kang dengan mahabaratanya
    Salam Takzim Batavusqu

     
    • wardoyo

      18 Januari 2010 at 15:51

      hatur nuhun kang, semoga dimaklumi juga keterbatasan penafsiran ane

       
  10. bundadontworry

    18 Januari 2010 at 13:54

    baca tulisan ini, jadi ingat kalau dinegeri kita, tiap kali hari raya selalu ada yang berbeda, gak serempak seperti natal atau tahun baru.
    lalu mulailah diperdebatkan, namun makin kesini, akhirnya reda sendiri.
    Salam.

     
    • wardoyo

      18 Januari 2010 at 15:20

      butuh kedewasaan untuk menghadapi perbedaan ya, bunda

       
    • Slamet Sukirbumen

      9 Januari 2014 at 12:24

      Bunda, natalpun dan perbedaannya ada yang Desember ada juga januari, kan

       
  11. gd arya sukrawan

    15 November 2012 at 13:15

    kenapa kurawa dan pandawa harus bertarung?

     
  12. mepo

    15 April 2013 at 13:59

    si pandawa ini memang hobi nya suka berjudi ya? :\

    Jasa SEO

     
    • Slamet Sukirbumen

      9 Januari 2014 at 12:32

      baca dong ceriteranya, yang menajak judi dan jelas dengan diseratai minum yang memabokan atas rajuan Sangkuni dari korawa, pandawa sadar itu tidak baik, tetapi karena kena rasa menjaga harga diri, shg hilang lah kewaspadaaanya itu sebagai peringatan kpd kita jugi jadi miskin, minum cukrik menuju kematian, seperti di surabaya (manyar dan wonokromo) dan mojokerto barusan thn baru, ya kan, dan pandawa juga bukan anak anak pandu dengan madrim dan kunthi anak apa itu, korawa juga bukan main mistisnya, ceceran daging jadi bayi seratus. ini ken ceritera kan !

       
    • Salsa

      24 Mei 2014 at 12:10

      Tidak pandawa tidak suka berjudi

       
  13. properti semarang

    22 Mei 2013 at 11:07

    harusnya kisah2 yang seperti ini di bikin film layar lebar nya nih. sekalian melestarikan cerita2 asli dongeng indonesia. heheh

     
  14. Slamet Sukirbumen

    9 Januari 2014 at 12:23

    memang judi itu kejam akibatnya, dan ceritera alasan perbedaan waktu memang hanya mahabarata di jawa saja aslinya di india bukan itu, memang kurawa yang tidak mau mengembalikan indraprasta, walaupun cuma mita lima desa saja tetap tidak diberikan, dan pada waktu itu Durjudana belum jadi raja masih Pangeran, Maharajanya adalah Destrarastra sebagai wali untuk anak Pandu. yaitu hebatnya para pujangga.

     
    • Deva Pratama

      19 Mei 2014 at 16:23

      Hah ? Mahabrata di jawa aja yg asli , Ni orang bangsat , bener bener bodo , Mahabrata yg asli berasal dari India , tapi ada orang bodoh yang EDIT certita Mahabrata .

       
  15. Anonymous

    7 Maret 2014 at 12:12

    Untung di jaman sunan kalijogo belum ada undang2 hak cipta, kalo jman sekarang bisa dituntut tu mas sunan, apa lagi sudah menyangkut agama yg berbeda’.

     
  16. Suryodianto Suryodianto

    12 Maret 2014 at 10:11

    Memang Mahabrata hanya karya sastra bukan realita. Tapi karya tersebut hampir menjadi realita kehidupan sepanjang budaya manusia

     
    • Deva Pratama

      23 Mei 2014 at 09:21

      Ini adalah Realita beribu-ribu tahun yang lalu !

       
    • Anonymous

      17 Juli 2014 at 23:35

      Woooy ini realitaaa ,jgn sok tauu mksnyanya mass

       
  17. Km Mongil

    31 Maret 2014 at 15:23

    Mahabarata sdh berupa cerita dan terjadi di India. Sekarang sedang terjadi Peristiwa Maha Dahsyat di Bumi Nusantara dengan judul “Kembalinya Kejayaan Majapahit”. Selamat menikmati. (skenario ada pada Eyang Antakusuma)

     
  18. huda

    13 April 2014 at 21:29

    Mahabarata bagus filem nya .tambah jam tayang lebih lama lgi

     
  19. supriadi

    30 April 2014 at 20:21

    aku penggemar mahabrata, ada yg jual vcd nya ga sampe akhir?

     
  20. Anonymous

    3 Mei 2014 at 00:55

    Kisah abadi sepanjang masa

     
  21. HAIRUL

    6 Mei 2014 at 14:23

    NIce gan mantap ceritanya!

     
  22. pitex gembul

    9 Mei 2014 at 01:53

    kerennnnn…. dengan sepenggal kisah saja sudah banyak maknanya… segala hal ada penjelasannya…

     
  23. Anonymous

    10 Mei 2014 at 22:30

    Sip gan ;) gue seneng banget ame mahabarata, apalagi sekarang udah ade film nye :D

     
  24. Jun

    10 Mei 2014 at 22:48

    Cerita nya bikin seru jadi nungguin terus jam tayang nya

     
  25. Sera Assary

    15 Mei 2014 at 05:08

    Tpi mngapa crta nya brbeda dngan ksh yg skarang?????

     
  26. wisnu hadi wijaya

    15 Mei 2014 at 12:05

    mantap cerita mahabrata sampe di Film min di India

     
    • ayu wiratni

      14 Juni 2014 at 14:03

      hello wisnu hadi wijaya, mahabarata itu ceritanya berasal dari india asli…. ga pernah denger ato baca buku ya???!!!!

       
  27. Anonymous

    17 Mei 2014 at 23:29

    Emang islam ngak punya acuan cerita atau sejarah

     
  28. Deva Pratama

    19 Mei 2014 at 16:00

    Ini orang biadab emang gak ngerti apa apa ya ? kalau anda bukan orang yang baik untuk mengerti sesuatu tentang Hindu , jangan komen asal-asal an emangnya kalian yg tau sedikit tentang mahabrata dari pewayangan , tau segalanya tentang mahabrata ? TIDAK !!!

     
  29. Deva Pratama

    19 Mei 2014 at 16:10

    Mahabrata asli Hindu dan tak ada unsur Islam di dalamnya sedikitpun , dan satu lagi Perang Mahabrata bukan terjadi karena Kalender , tapi karena Kaurawa , Ingat lah itu ! Wahai kalian Mahluk BIADAB yg seenaknya membincangkan & memasukkan hal yg salah ke Legenda Maha Besar Ini

     
  30. Anonymous

    21 Mei 2014 at 00:27

    deva biadab

     
  31. Anonymous

    22 Mei 2014 at 07:53

    deva si duryodana n mirip karna

     
    • Deva Pratama

      23 Mei 2014 at 09:16

      Elu yang Biadab , Cerita Agung dari Hindu gini elu permasalahin dengan unsur Islam mau apa coba ? kalian cuma bisa meng eksperimen Cerita Agama lain , dan memberi kesan jelek , padahal Kalian sendiri yang pikirannya jelek

       
    • Deva Pratama

      23 Mei 2014 at 09:18

      Lo juga cemen , penakut , gak berani pake nama asli loe , biar gak tau siapa sebenarnya lo, Lo cuma pasir kecil di Samudra Agung Pengetahuan Hindhu , jad kalo lo gak tau apa apa diem AJA !

       
  32. piala dunia 2014

    26 Mei 2014 at 02:24

    semakin seru cerita ini saat di filmkan disalah satu stasiun swasta

     
  33. syahda

    26 Mei 2014 at 22:29

    aisx

     
  34. olyvia

    29 Mei 2014 at 17:25

    bagus sih,tapi kok ada orang yg seperdi drupadi

     
    • dyah

      6 Juni 2014 at 17:27

      Krna anda bkan orang Hindu mkanya anda tidk mengerti dngn crita kehidupn ini!!!

       
    • ayu wiratni

      14 Juni 2014 at 14:08

      @olyvia, sebaiknya baca buku atau buka web deh klo kamu mau tau tentang kisah mahabarata versi asli india.

       
  35. LOVE BALI

    29 Mei 2014 at 21:45

    Jangan koment jk tdk tau asal usul,,jngan mejelekan cerita mahabharata. karna agama yg anda peluk akan memberikan hukuman!!Jd blajar untuk menghagai orang lain

     
  36. Anonymous

    3 Juni 2014 at 19:45

    betul ngak sih ceritanya bgitu

     
  37. dyah

    5 Juni 2014 at 13:50

    Kisah Mahabarath adlah cerita umat Hindu dn tidak ad hubungn nya dengn crita umat agama lain!!!kita orang Hindu percaya dngn smw itu!!!ini kisah sudah mendunia tidak cma d klangn orang hindu sja mengenal crita kehidupan ini ttpi smw orang d dunia mengenl kisah ini!!!ini kisah bkan utk penyebran agama ttp kisah ini Dsimpulkan bhwa ADHARMA akn slalu d klhkan oleh DHARMA!!!!Dan itu adlah kepercayaan kmi orang HINDHU!!!!

     
    • nanda

      6 Juni 2014 at 22:19

      OM SWASTIASTU, Gini aja, kl merasa nenek moyang lu beragama islam dan perlu penanggalan islam pulang aja lu ke arab brur, nenek moyang indonesia adalah beragama HINDU-BUDA. Malahan gw pengen banget indonesia berubah lg namanya menjadi nusantara. Apa yg ada di kitab suci islam semua ada di kitab suci HINDU, tp semua apa yg ada di kitab suci HINDU tdk ada di kitab suci islam, itu kata ustad yg sering memberi ceramah di seputaran nusa dua bali! Oke bro… OM SHANTI… SHANTI…SHANTI OM

       
  38. afrizo

    16 Juni 2014 at 11:09

    makasih tentang sejarah nya

     
  39. adiningsih

    17 Juni 2014 at 08:47

    Untuk masalah mahabharata jgn di ambil pusing setiap cerita ada sisi positif dan negatifnya,kita sebagai orang indonesia yg sangat beraneka ragam apa salahnya kalau saling menghormati,dalam cerita ini memang sarat akan pesan yg positif tentang kehidupan ini harus kita ambil contoh mana yg benar & yg salah, gitu aja kok repot…

     
  40. Mijan

    19 Juni 2014 at 23:58

    Gk usah pada ribud percaya gk percya it dari qt sndiri.yg pnteng percya pda kykinan masing2

     
  41. Mijan

    20 Juni 2014 at 00:03

    Untk deva dijg ucpan xm jgn ngng orang biadap kyak gt.lgian jg xm kan yg gk ngarang.xlo gk mau di comen ya suruh berhenti aj flmy jgn dtrusin.sesama biadap jgn saling mendahului

     
  42. Anonymous

    20 Juni 2014 at 05:36

    perkoro film kok ise onok seng tawuran….Seng tawuran kuwi mono ndesooo…???? he…he..he…

     
  43. HANDAYANI

    22 Juni 2014 at 12:33

    hanyaa orang bodoh yg bilangg mahabarata itu,jelek pokoknyaa mahabarata BAGUS aku ngak mau kelewatan mahabarata apalagi klau liat mukanya ARJUNA.

     
  44. HANDAYANI

    22 Juni 2014 at 12:37

    akuu mau donk pemainnya mahabarata itu datang ke indonesia hehehe.

     
  45. ferina

    27 Juni 2014 at 12:59

    Bukannya mereka agama Hindu ya?

     
    • yuniaa umy

      7 Juli 2014 at 11:48

      gc tuth shaher seikh dan shafaq naas agmanya islam

       
  46. Anonymous

    5 Juli 2014 at 12:26

    Kisah Mahabarata itu kisah fiksi, kisah yang ujud kebenarannya, itu cuma cerita khayalan belaka, jadi gak usah diributkan, nikmati aja ceritanya.

     
  47. Aida Az-Zahra

    5 Juli 2014 at 12:30

    ini cerita fiksi dan khayal jadi gak usah diributin, ikuti saja ceritanya buat hiburan aja.

     
  48. Anonymous

    6 Juli 2014 at 23:56

    Cerita dari umat hindu yang sangat baik bila diambil sisi-sisi positifnya. banyak pesan-pesan yang baik yg diberikan.

     
  49. eliana.naya

    7 Juli 2014 at 09:12

    ya sepakat,jangan cm ribut melulu nikmatin aja ceritanya,cerita mahabarata ini juga kesukaan saya coz banyak pesan2 positif yang baik yg bisa qt ambil. ok sobat,,,,!!!!!

     
  50. Anonymous

    16 Juli 2014 at 11:35

    Arjuna ke indonesia dongggg …..

     
  51. sun gokong berkata

    19 Juli 2014 at 10:42

    Nonton Mahadewa ANTVdulu smpai selesai, bru ikuti jalan cerita Ramayana…loh(??./.,/.,???)
    nah klo sudah baru ada bayanga mengenai cerita Mahabarata.. belum sampai disitu saja..
    dan itu haya “trailer” beberapa sepihan kecil dari kitab suci, dan kabar baikknya bagian karya ini bisa dibaca dan ditayangkan dikira2, direnungkan, dll..
    kabar buruknya hanya sebatas itu saja boleh dicoba untuk dipahamai untuk kehidupan sehari2 manusia “maya”.
    untuk keindahan selanjutnya adalah “restricted area”.. dan mengejutkan lagi, bahwa “enscripsi” dari ajaran ini tidak akan pernah bisa selesai dipelajari dalam satu kali kehidupan..
    kabar buruk bagi orang yang percaya hidupnya hanya sekali

    mengenai rekaman “CCTV” kejadian masa lalu masih ada sampai sekarang, klo mau melihat kebenaran masa lalu harus ikuti hukum alam, salah satunya dalah teori relativitas ENs menjelaskan harus bergerak di atas kecepatan cahanya. ada bagian tubuh kita yg mampu untuk itu. dan hanya bisa diaktivasi deng jalan ritual “YOGA”, dan untuk itu, kembali ke “pasa 1″, Nonton MAhadewa dulu……..

    catatan : memahami secara partisi sesuatu hal adalah kurang bijaksana..

    sancai2

     
  52. Sintya tia

    19 Juli 2014 at 12:40

    Kalau aku sih dukung pandawa…. Karena mereka ganteng…..

    Hidup pandawaa…:D:D!!

     
  53. Anonymous

    21 Juli 2014 at 08:06

    Mahabarata kisah yang menggambarkan ”sifat manusia;ada sifat yg baik dan buruk…buat pemirsa silahkan mencontoh yg mana?karena anda sendiri yg memilih dan menentukan sikap dalam kehidupan anda sehari-hari..Hidup PANDAWA Kisah nya selalu di nanti…my love ARJUNA

     
  54. kartika

    22 Juli 2014 at 12:20

    hmmm seru juga

     
  55. hindu dahrma

    28 Juli 2014 at 11:11

    Hidup cerita dari agama hindu.kalian yg beragama lain cukup diam dan jangan mengakui cerita dari agama hindu(mahabharata)

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: